Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 128


__ADS_3

“Dulu kami adalah pasangan kekasih... Kami menjalani hubungan indah itu cukup lama. 4 Tahun pak tomy..”


Dokter axel berhenti sejenak. Pria itu memejamkan kedua matanya kemudian menghela nafas. Dokter axel menatap tomy kemudian tertawa hambar.


“Tapi sayang.. Suatu waktu saya melihat angel bersama dengan adit. Mereka diam diam menjalani hubungan di belakang saya. Saat itu saya sangat marah dan kalap. Saya menculik angel selama seminggu dan saya terus menjamahnya dengan penuh amarah. Dan saat saya sadar dengan apa yang saya lakukan ternyata angel sudah berhasil lari dari saya. Dia akhirnya menikah dengan adit dan meninggalkan saya.”


Tomy yang berada di samping dokter axel hanya diam mendengarkan. Tomy memang memberanikan diri menanyakan asal muasal masalah dokter axel yang rumit itu.


“Tidak lama menikah angel hamil.. Dan saya sangat yakin bahwa anak yang di kandung angel adalah anak saya.. Angel sempat mengelak. Saya menantangnya untuk tes DNA. Dan hasilnya memang seperti yang saya kira. Fani anak saya.”


Mendengar cerita dari dokter axel tomy tiba tiba teringat akan perlakuan tidak baiknya pada jeny malam itu. Tomy juga melakukanya karna amarah dan cemburu yang menguasai hatinya.


“Lalu bagaimana angel menjalani kehamilanya? Adit mengizinkanya tetap mempertahankan kandunganya?” Tanya tomy.


Dokter axel menghela nafas. Pria itu mendongak menatap birunya langit siang itu.


“Adit memang mengizinkan mempertahankanya. Tapi adit melarang angel untuk menggunakan apapun yang di belikanya.” Jawab dokter axel.


“Maksudnya anda yang membiayai dan memenuhi semua kebutuhan angel saat hamil?” Tanya tomy tidak percaya.


“Ya..” Angguk dokter axel tersenyum sedih.


Tomy menggelengkan kepalanya. Entah kelainan apa yang di derita suami angel sehingga sampai begitu kejam dan tidak berperasaan. Bahkan pada istrinya yang sedang hamil.


“Kenapa dokter tidak berusaha merebut kembali hati angel?”


“Saya sudah berusaha pak tomy.. Semuanya saya lakukan. Tapi semua yang saya usahakan sia sia. Mungkin karna kesalahan saya angel menjadi sangat benci pada saya.”


Tomy menelan ludahnya. Jeny tidak seperti itu padanya. Jeny bahkan tidak marah dan mau menerima kehamilanya meskipun itu adalah hasil dari paksaan dari tomy.

__ADS_1


“Saya sadar pak tomy.. Saya salah.. Saya brengsek.. Tapi saya melakukan itu juga karna saya tidak mau kehilangan angel. Saya mau angel tetap menjadi milik saya meskipun di belakang saya dia selingkuh dengan adit.” Sambung dokter axel.


Tomy tidak tau harus berkata apa. Apa yang di lakukan dokter axel pada angel memang salah. Sama seperti apa yang di lakukan tomy pada jeny. Tapi alasan mereka berdua sama meskipun pada akhirnya hasil dari apa yang mereka lakukan berbeda.


Jeny masih mau memaafkan tomy dan menyambut dengan suka cita anak dalam kandunganya. Berbeda dengan angel yang justru malah meninggalkan dokter axel dan menyembunyikan kehamilanya.


“By? Kamu kenapa?”


Tomy langsung tersadar dari lamunanya ketika mendengar suara jeny. Pria tampan itu mengarahkan pandanganya pada wajah cantik istrinya yang sedang duduk dan makan di seberangnya.


“Ah enggak. Nggak papa kok sayang..” Senyum tomy.


Rasanya tidak mungkin jika tomy mengatakan tentang apa yang sedang mengganggu pikiranya saat ini. Curahan hati dokter axel selalu terngiang di telinganya. Dan mendadak tomy khawatir jika suatu saat jeny meninggalkanya dan lebih memilih lorenzo. Tomy takut nasib anaknya akan sama seperti fani.


“Nggak papa kok kamu nglamun terus dari tadi. Terus makananya juga kamu aduk aduk doang.” Heran jeny.


Tomy tersenyum. Pria itu kemudian melepaskan sendok yang di pegangnya. Tomy meraih tangan jeny dan menggenggamnya lembut.


Jeny mengeryit.


“Janji apa?” Tanya balik jeny bingung sekaligus penasaran.


Tomy menghela nafas. Janji saja rasanya tidak cukup. Bukan janji yang tomy inginkan sebenarnya. Tomy hanya ingin kebersamaanya terjalin selamanya hingga maut memisahkan mereka berdua.


“Janji untuk kamu selalu ada untuk aku juga anakku nanti.. Janji untuk tidak meninggalkan aku dan anakku apapun yang terjadi. Sayangi kami dan cintai kami dengan tulus.”


Jeny terdiam. Tanpa tomy memintapun jeny pasti akan sangat menyayangi anaknya dan mungkin juga pada tomy. Dan juga jeny pun tidak ingin pernikahanya gagal sehingga memaksa jeny untuk pergi meninggalkan anak dan suaminya kelak.


“Untuk apa aku janji jika suatu saat aku nggak bisa menepatinya by? Aku nggak bisa janji.. Tapi aku akan berusaha untuk selalu ada dan juga selalu menemani kalian apapun yang terjadi.” Senyum jeny menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Tomy terkekeh. Apa yang di katakan istrinya memang benar. Janji saja tidak cukup jika tidak berusaha untuk saling mengerti dan memahami.


“Oke oke.. Tapi aku janji sayang.. Aku akan buat kamu selalu ada di samping aku juga anak anakku.”


Jeny mengangguk dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya. Jeny memang belum yakin dengan perasaanya pada tomy, tapi jeny akan terus berusaha memahami hingga akhirnya semua yang terasa abu abu itu jelas.


“Baiklah.. Aku pegang janji kamu..”


Tomy mengangkat tangan jeny kemudian mencium lembut punggung tangan wanita itu.


Selesai makan siang bersama di restourant dekat rumah sakit tempat jeny bekerja tomy pun mengajak jeny pulang agar istrinya itu bisa istirahat siang.


“Langsung istirahat ya sayang..” Senyum tomy melirik jeny yang duduk di samping kemudinya.


“Kamu ngapain setelah ini?” Tanya jeny mengeryit.


“Aku mau ke kantor sebentar sayang. Ada yang aku lupa bawa pulang.” Jawab tomy.


Jeny semakin merasa bingung. Tomy padahal bisa saja menyuruh untuk reyhan membawakan ke rumah tapi pria itu malah pergi sendiri ke kantor hanya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.


“Boleh aku ikut?” Tanya jeny akhirnya memberanikan diri untuk bertanya boleh atau tidaknya dirinya ikut.


Sesaat tomy terdiam. Tomy sengaja tidak meminta reyhan membawakan ke rumah agar jeny tidak mengetahui isi berkas tersebut. Tapi sekarang jeny malah bertanya boleh atau tidak untuk ikut.


“By kamu kok diem? Kamu mau ke kantor atau mau ke rumah sakit buat jenguk rachel?”


Kedua mata tomy langsung terbelalak. Jeny mulai menyinggung tentang rachel. Itu pasti akan berujung pertengkaran jika tomy tidak memperbolehkan jeny untuk ikut. Wanita itu akan berpikir yang tidak tidak dan akhirnya marah padanya.


“Baiklah.. Kamu boleh ikut sayang.. Tapi setelah itu kamu janji harus langsung istirahat siang.” Kata tomy menghela nafas.

__ADS_1


“Oke..” Senyum jeny sambil menganggukan kepalanya merasa senang karna tomy memperbolehkanya untuk ikut.


Tomy ikut tersenyum. Dalam benaknya tomy sedang memutar otak agar bisa mengambil berkas tersebut tanpa di ketahui jeny. Karna jika sampai jeny membacanya jeny pasti akan marah dan menganggapnya pria kejam yang menghalalkan segala cara demi egonya.


__ADS_2