
Dewa pun hadir di tengah situasi yang tak pernah ia bayangkan Dewa yang seorang perjaka Ting Ting pun datang ke rumah bordir ke tempat eflin dimana dirinya akan mencari sesosok wanita yang di rasa bisa mengisi kekosongan.
Dewa yang tajir melintir itu menganggap semua bisa di nilai dengan uang karena mencintai wanita yang di rasa tak perlu itu hanya membatin terasa. Takan membuat ia bisa menggapai justru malah membuat diri merasa kecewa bagaimana tidak dirinya pernah mencintai wanita yang baru sekali ia temui namun saat itu juga ia dikecewakan.
.
.
.
Keesokan harinya...
Malam hari tepatnya Dewa datang ke rumah bordir.
Cukup tertutup untuk ukuran rumah bordir yang katanya di isi wanita berkelas itu pencahayaan kurang dan tak terpampang nyata. Semua di rasa di tutup secara rapi agar tak terciduk polisi, sungguh miris.
Dewa hadir bersama dua asisten nya di dorong dengan kursi roda, meski pun kursi roda tapi Dewa hadir seperti pendekar yang membawa pedang dan sorot mata yang tajam. Dewa memiliki karisma dan wajah yang sangar disaat ia sedang marah. Meski dewa menanggap semua enteng tapi diri Dewa bukanlah sesuatu yang dianggap enteng. Kekayaan yang banyak, dan dapat bertarung sebenarnya itu adalah kelebihan Dewa. Hanya saja dewa bukan lah pria brngsk yang suka Gonta ganti wanita, namun kali ini Dewa ingin mencoba sesuatu yang baru dalam hidup yaitu datang ke rumah jasa plus plus.
"Saya tahu dari teman saya bahwa rumah bordir ini menyimpan wanita yang berkelas" kata Dewa menatap tajam.
Mata Elina pun menatap Dewa
__ADS_1
"Oh.. oh.. oh.. pria seperti anda yang lumpuh tidak tertolong ini apakah bisa bermain cinta" kata Eflin yang meremehkan Dewa.
"Jangan kan bermain cinta semua hal bisa aku lakukan termasuk membunuh mu jika aku mau bisa saja tapi sayang aku tidak mau membunuh wanita tua seperti anda Eflin"kata dewa penuh nada ancaman.
"Manis sekali ucapan anda, saya belum tua tuan"
"Jadi katakan wanita mana yang bisa saya beli, dia cantik menarik dan pasti nya mampu memberikan service terbaiknya" kata dewa.
"Hal sulit akan menjadi mudah, dia wanita mandiri, mantan Soleha tapi sudah gak lagi. Dia punya segalanya, tapi sekarang juga sudah tak lagi, tapi"
"Jangan banyak bicara, segara datangkan dia"
Viola pun keluar dari singgasana..
Hingga...
Saat wanita itu muncul di hadapan Dewa, dewa pun tak menyangka jika wanita itu adalah orang yang pernah di jodohkan kepada dirinya tapi wanita itu lebih memilih pacar nya.
"Jadi dia, Viola" kata Dewa.
"Bagaimana kamu mengenal nya"
__ADS_1
"Saya bawa dia, berapapun bayaran saya siap membayar"kata dewa yakin.
"Loh, gak mau lihat dulu lebih jelas atau mau lihat yang masih gress"kata Eflin.
"Sudah cukup jelas dan saya tahu dia siapa, saya akan membeli untuk seumur hidupnya"jelas dewa.
"Maaf wanita ini hanya di jual untuk satu atau dua malam saja, tidak lebih karena meski dia sudah tak gadis tapi di best seller di sini" kata Eflin yang merasa jika berlebihan jika harus membeli seumur hidup Voila.
"Dua milyar saya bayar, oh mungkin tiga milyar beserta mobil BMW"
"Amzing... Kalau begitu ambilah"kata Eflin
Pria ini sungguh kaya raya bahkan bayaran yang ditawarkan cukup banyak, dan melebihi bayaran ku saat menculik wanita ini, batin Eflin.
"Baiklah ambilah wanita ini, sepuasnya!!!"kata Eflin.
Sungguh mengesankan dia adalah wanita terbaik dan terbodoh yang pernah aku temui sungguh ironi saat melihat mu yang sudah menolak ku mentah-mentah tapi kini aku membeli seumur hidup mu Viola brngsk batin Dewa menatap Viola dengan senyum membunuh.
"Kalau begitu, selamat menikmati wanita malam mu ini bersama wanita cantik mu. Meskipun dia sudah tak gadis lagi tapi saya yakin dia memiliki apa yang menjadi kebanggaan dirinya yaitu service ranjang yang sangat nikmat, Viola bergeraklah diatas ranjang pria kaya ini"
Mata Viola pun membulat dan tak percaya, kenapa pria yang pernah ia tolak kini membelinya, bagaimana ini terjadi. Bagaimana cara aku melayani pria yang membeli ku ini. Bahkan dia lumpuh, apakah aku akan di bunuh olehnya. karena bagiamana pun kelumpuhan dirinya adalah karena ku.. ya ampun sungguh mengejutkan.. baiklah santai, santai... Viola!!! semua akan baik-baik saja, huuuufff batin viola menatap Dewa yang menatapnya tajam sambil menarik napas yang terasa berat.
__ADS_1