Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 198


__ADS_3

Jeny belajar membuat cemilan bersama mamahnya. Kali ini hanya ada mereka berdua di dapur tanpa sisi juga bibi yang membantu.


“Bikin cemilan sendiri itu lebih sehat jen. Selain kita bisa pilih sendiri bahanya, kita juga bisa takar sendiri gulanya agar tidak berlebihan.” Kata mamah jeny sambil menguleni adonanya.


Jeny hanya tersenyum mendengarnya. Mamahnya juga mamah mertuanya sangat ahli dalam mengolah berbagai bahan makanan. Baik membuat cemilan ataupun masakan khas dari setiap kota. Namun dirinya sampai saat ini masih harus di bimbing jika memasak sesuatu. Bahkan sebuah sup.


“Mah kabar papah gimana?” Tanya jeny dengan tatapan terus mengarah pada tangan mamahnya yang menguleni adonan.


“Baik sayang. Tapi nak kamu tau tidak lorenzo beberapa kali menghubungi papah. Dia mengadukan yang tidak tidak tentang tomy pada papah. Tapi syukurnya papah tidak percaya. Meskipun jujur mamah pernah kepikiran.”


Jeny mengeryit.


“Kak lorenzo menghubungi papah? Kapan?” Tanya jeny penasaran.


“Nggak lama setelah perusahaanya bangkrut. Tapi papah sama mamah mencoba berpikir positif. Meskipun memang awalnya kalian tidak saling mencintai tapi melihat keharmonisan hubungan kalian mamah dan papah yakin kamu bahagia bersama tomy.”


Jeny tersenyum merasa sangat bersyukur karna mamah dan papahnya tidak mempercayai apa yang di katakan lorenzo. Di awal kepulangan tomy jeny memang merasa tersiksa. Tapi sekarang semua itu sudah berlalu. Memang tidak bisa di lupakan. Tapi setidaknya bisa di tinggalkan untuk menuju masa depan dan kebahagiaan yang lebih sempurna.


“Makasih mamah udah percaya sama aku dan tomy.”


“Iya sayang.. Oh ya sayang ambilin loyang dong. Udah bisa langsung di panggang nih.”


“Oke..”


Jeny melewati setengah harinya dengan di temani oleh sang mamah. Dalam hatinya memang jeny terkadang mengumpat merasa sangat kesal dengan ulah lorenzo yang seakan ingin mengadu domba kedua orang tuanya dengan tomy.


Deru suara mobil tomy membuat jeny yang sedang menikmati cemilan buatanya dengan sang mamah bangkit berdiri. Wanita cantik itu tersenyum dan langsung meletakan separuh kue yang sedang di nikmatinya di atas piring yang ada di meja makan.


Jeny melangkah dengan terburu buru. Wanita itu tidak sabar ingin memeluk tubuh tegap suaminya.


“Aku pulang..”


Senyum jeny semakin lebar melihat suaminya yang muncul di ambang pintu utama rumahnya. Langkahnya semakin cepat dengan tangan terus memegangi pinggang nya sendiri.


Tomy tersenyum melihat istrinya yang melangkah cepat cepat menghampirinya. Langkah wanita itu terlihat sangat lambat karna perutnya yang semakin membuncit. Sadar akan kesusahan istrinya dalam mendekat padanya tomy pun melangkah cepat mencegatnya.

__ADS_1


“By...”


Jeny langsung memeluk tubuh tegap tomy dengan nafas terengah engah. Wanita itu tersenyum manis dalam pelukan hangat suaminya.


“Lain kali nggak usah buru buru buat datang ke aku sayang.. Kamu cukup menunggu. Aku yang akan datang ke kamu..” Senyum tomy sambil mengecup kening jeny lembut.


Jeny tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. Wanita cantik itu kemudian melepaskan pelukanya dan menyalimi tomy. Namun kening jeny mengekerut ketika melihat tangan kiri suaminya terus di sembunyikan di belakang punggungnya.


“Kamu sembunyiin apa dari aku?” Tanya jeny penasaran.


Tomy terkekeh. Niatnya ingin memberikan kejutan pada jeny ternyata tidak berjalan dengan lancar. Wanitanya lebih dulu bertanya melihat tanganya yang terus tomy sembunyikan di belakang punggung.


“Aku punya sesuatu buat kamu sayang.”


”Apa?” Tanya jeny penasaran.


Tomy mengeluarkan sebuket bunga mawar merah dari balik punggungnya dengan senyuman manis yang menambah ketampanan wajahnya.


“Bunga yang cantik untuk istri aku yang paling cantik.” Katanya sambil menyodorkan sebuket bunga mawar yang di bawanya pada jeny.


Jeny tertawa pelan mendengarnya. Wanita itu menerimanya dengan sangat bahagia kemudian mengecup singkat bibir tomy.


”Sama sama sayang.. Oh iya sayang mamah mana?” Tanya tomy celingukan mencari sosok cantik mamah mertuanya.


“Mamah udah pulang by..”


“Pulang? Kok kayanya buru buru banget?” Tanya tomy bingung.


“Kamu kaya nggak tau mamah aja. Mamah kan selalu super kalau meladeni papah.”


Tomy menganggukan kepalanya. Pria tampan itu kemudian menggiring istrinya menuju meja makan untuk makan siang bersama.


“Kamu ngapain aja setengah hari ini sayang?” Tanya tomy ketika jeny sedang mengambilkan nasi untuknya.


“Eemm... Hanya belajar membuat cemilan sama mamah terus ngobrol ngobrol sedikit.” Jawab jeny.

__ADS_1


Tomy menganggukan kepalanya mengerti. Mungkin memang ada baiknya jika jeny tetap di rumah dengan penjagaan yang ketat agar tomy tenang bekerja dan fokus dengan kasus kecelakaan juga kegilaan angel.


“Oya by bisa tidak kamu nggak usah balik lagi ke kantor siang ini?”


Pertanyaan jeny membuat tomy mengeryit bingung. Meskipun memang terkadang jeny tidak mau di tinggal saat tidur siang namun biasanya wanita itu tidak bertanya seperti itu.


“Sebenarnya aku ada metting setelah ini. Tapi nggak papa. Nanti coba aku suruh reyhan aja untuk mewakili aku.” Senyum tomy.


Jeny ikut tersenyum mendengarnya. Wanita cantik itu ingin mengatakan semua yang dia tau mulai dari lorenzo yang ternyata adalah keponakan dokter malik juga usaha lorenzo yang ingin mengadu domba kedua orang tuanya dengan tomy.


Selesai makan siang tomy dan jeny langsung naik ke lantai 2 rumahnya. Mereka berdua kini sudah berbaring di atas ranjang dengan tomy yang sudah mengganti jas dan kemejanya. Pria tampan itu kini mengenakan kaos pendek berwarna putih polos.


“By...” Panggil jeny sambil memainkan kaos putih tomy tepat di bagian dadanya.


Tomy membuka kedua matanya. Berbaring santai di atas ranjang dengan jeny yang berada di pelukanya membuat rasa kantuk mulai menyerangnya.


“Hem..” Saut tomy kembali mengusap usap lengan jeny lembut.


“Tadi pagi setelah aku nganterin kamu ke depan kak sarah telephone aku.”


Ucapan jeny berhasil membuat kedua mata tomy terbuka sempurna. Rasa kantuknya langsung sirna begitu mendengar sarah menghubungi istrinya.


“Terus? Dia ngomong apa sama kamu? Nggak kesini kan atau nggak ngajak kamu buat keluar bareng?”


Jeny mendongakan kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang terlihat khawatir. Wanita cantik itu kemudian menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan suaminya.


“Aku tanya apa hubungan kak sarah dan dokter malik.”


“Apa?” Keryit tomy bingung dengan maksud istrinya. Tomy berpikir apa yang di pertanyakan jeny pada sarah bisa saja mengacaukan penyelidikan reyhan pada dokter malik.


“Kamu tau by jawabanya apa? Dokter malik adalah adik dari mommy nya kak lorenzo. Itu artinya dokter malik adalah omnya kak lorenzo.” Tanya jeny yang langsung di jawab sendiri olehnya.


Tomy terdiam mendengarnya. Semuanya terdengar sangat kebetulan juga membingungkan. Lorenzo memiliki hubungan dekat dengan dokter malik itu artinya dugaan tomy selama ini bisa saja benar bahwa lorenzo lah pelaku utamanya.


“Kak lorenzo juga berusaha mengadu domba kamu sama mamah papah. Mamah yang bilang sama aku tadi.” Lanjut jeny.

__ADS_1


Tomy tersenyum mendengarnya. Meskipun senyuman di bibirnya sebenarnya sangat berlawanan dengan perasaanya. Lorenzo tidak hanya berniat merebut jeny darinya tapi juga berniat menghancurkanya lewat kedua mertuanya.


“Sudahlah sayang. Nggak usah terlalu di pikirkan. Yang terpenting sekarang kamu dan anak kita. Semuanya akan baik baik saja. Dan aku janji akan secepatnya menemukan siapa dalang di balik semua ini.” Senyum tomy mengusap lembut pipi chuby istrinya berusaha terlihat tenang di depan jeny.


__ADS_2