
Anisa duduk dilantai lemas setelah kepergian serli, “ kenapa aku meng iya kan ucapannya” gumam anisa menyesal anisa menarik nafasnya dalam dalam “ setidaknya aku bisa berbakti padanya hanya dengan cara ini” ucap anisa lirih
>>>
Satu minggu telah berlalu setelah percakapan terakhir serli dan anisa , saat ini anisa sudah ada dirumah besar kediaman wijaya , rumah kedua orang tua anisa , sebelumnya ranta menentang pernikahan anisa, yang tak masuk akal baginya , bisa bisanya anisa dijadikan pengantin pengganti untuk alisa yang sudah meninggal, namun anisa bersikeras meyakinkan ratna , pada akhirnya ratna luluh dengan permintaan anisa. orang anisa pun menjemput anisa dari rumah ratna , meminta restu dari ratna , berterimakasih karna telah merawat anisa,
Keadaan kediaman wijaya cukup sepi untuk sebuah acara pernikahan, karna mereka hanya menggundang kluarga terdekat saja
__ADS_1
“ sayang kalau ada apa apa jangan sungkan untuk mengatakan kepada mama ya, pintu rumah akan selalu terbuka untuk mu, itu rumah mu sendiri” ujar ratna sambil memeluk anisa yang sudah menggunakan kebaya pengantin
Nadin ibu daniel yang mendengar ucapan ratna merasa terharu, dan kasihan kepada calon menantunya ini , karna dia sudah tahu perlakuan serli terhadap anisa saat anisa masih tinggal bersama serli dulu “tidak perlu khawatir jeng anak saya akan menjaga putri anda” nadin berjalan masuk kedalam dan duduk didekat anisa, nadin memengan wajah anisa , “ semoga Allah selalu melindungi mu nak”ujar nadin.
Saat yang bersamaan dan daniel mengucapkan akad nikah , “bagai mana para saksi , apakah sah ?”tanya sang pengulu
Sah!”jawab para sakai yang ada dirungan itu , lilis dan anto pun ada disana untuk menghadiri pernikahan sahabatnya itu , anis yang tadinya ada didalam sekarang sudah dibawa keluar oleh nasin ratna dan juga serli.
__ADS_1
ini memang bukan pertemuan pertama untuk daniel dan juga anisa, dua hari sebelum pernikahan, mereka sudah bertemu dan daniel bersikap ramah pada anisa, saat ini anisa ada didekat daniel , anisa menyalami tangan laki laki yang kini sudah sah menjadi imamnya , dia mencium punggung tangan daniel dan daniel mencium kening anisa , ada perasaan aneh saat daniel mengecup kening anisa,
acara pernikahan berjalan dengan lancar daniel membawa anisa kerumah yang sudah dia beli untuk dia tinggali dengan alisa dan anak anaknya ,
anisa dan daniel masuk kedalam rumah mewah 2 lantai itu , daniel menghentikan langkahnya di ruang tamu dekat sofa , begitupun anisa , daniel menoleh kearah anisa degan tatapan penuh kebencian yang tersirat dalam matanya, memang wajah anisa tak ada bedanya dengan wajah orang yang dia cintai , namun racun(kebencian) yang diberikan serli merasuk kedalam setiap nadi daniel membuat laki laki itu tak bisa mengendalikan akal sehatnya, dia juga bergikiran sama dengan serli bahwa anisa penyebab kematian alisa, daniel menyentuh dagu anisa dengan kasar menghadapkan wajah anisa padanya “jangan pernah berpikir setelah kamu menikah dwngan ku kau akan menjadi nyonya dirumah ini, kau sama sekali tak berarti apapun bagiku,. ”ujar daniel menatap lekat mata anisa yang terlihat kaget oleh tindakannya , daniel mendorong anisa tembok “au” serru anisa merasakan sakit dibagian punggungnya, daniel melihat kebaya pengantin yang dipakai anisa dan merobek kebaya itu
“apa yang kau lakukan”ujar anisa sambil menutupi tubuh baguan atasnya yang hanya tertutup oleh bra putih berendra , daniel menelan ludah saat melihat tubuh mulus istrinya hanya laki laki tidak normal yang tidak tergoda dengan apa yang ada didepannya,
__ADS_1
Bersambung
Ikutin terus ya kak