Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 285


__ADS_3

Tomy menoleh kebelakang memastikan maria tidak mengikutinya masuk untuk menguping pembicaraanya di telephone bersama rolan. Setelah di rasa aman, tomy pun segera mengangkat telephone tersebut.


“Rolan, bagaimana?” Tanya tomy langsung tanpa basa basi.


Tomy benar benar sudah sangat tidak sabar ingin tau bagaimana keadaan adik semata wayangnya itu. Tomy juga ingin benar benar memastikan adiknya juga om dan tantenya dalam keadaan baik baik saja bersama rolan dan rio.


“Kakak.. Ini susan..”


Tomy terpaku di tempatnya mendengar suara lembut adiknya. Suara yang memang menuruni suara sang mamah yang begitu lemah lembut.


“Susan.. Kamu baik baik saja?” Tanya tomy dengan suara bergetar.


“Yah.. I'm fine kakak.. Kakak bagaimana kabarnya? Bagaimana juga dengan kabar mamah sama papah?”


Tomy tersenyum haru mendengarnya. Adiknya baik baik saja. Dan itu berkat rolan dan rio. Dan inilah adik kandungnya. Adik kesayanganya. Wanita multitalenta yang penuh dengan kelembutan.


“Kakak.. Kakak baik dek.. Tapi mamah.. Dia sangat merindukan kamu.. Dia sangat ingin memeluk kamu..” Jawab tomy meneteskan air matanya.


Isak tangis susan mulai terdengar ketika tomy menjawab pertanyaanya. Susan tidak pernah menyangka jika maria yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri melakukan hal kejam seperti itu demi rasa cintanya pada tomy.


“Kak.. Sampaikan maaf susan sama mamah papah.. Susan minta maaf.. Gara gara susan semuanya jadi seperti ini..” Tangis susan di seberang telephone.


“Nggak dek.. Semua bukan salah kamu. Maria memang harus di beri pelajaran sekarang juga. Dia harus menerima hukuman akibat dari perbuatanya selama bertahun tahun.”


“Jangan kak.. Untuk masalah maria biar susan yang tangani. Susan ingin melakukanya sendiri. Jadi tolong tunggu susan sampai di jakarta. Kakak jangan lakukan apapun..”


Tomy menggelengkan kepalanya. Tomy juga ingin membalaskan kesakitan adiknya juga mamahnya. Tomy tidak bisa membiarkan susan palsu itu terus tersenyum di atas penderitaan adik juga mamah tercintanya.


“Dek tapi..”


“Kak.. Aku, rolan, rio, juga mommy dan daddy akan segera pulang ke indonesia. Kakak jemput kami yah di bandara.. Tapi jangan dulu kasih tau mamah papah. Aku ingin buat kejutan.”

__ADS_1


Tomy menghela nafas. Padahal tomy sudah gemas sekali pada maria. Tapi jika kemauan adiknya memang seperti itu tomy tidak bisa menolak. Mungkin susan ingin membalas dengan tanganya sendiri perbuatan maria padanya selama ini.


“Baiklah..” Jawab tomy tersenyum meskipun memang susan tidak akan bisa melihat senyumanya.


“Kamu hati hati dek. Salam buat om juga tante. Kabari kakak lagi kalau sudah sampai di bandara.” Lanjut tomy.


“Ya kak.. Aku sayang kakak.”


Sambungan telephone terputus. Tomy benar benar merasa tenang sekarang. Adiknya sudah akan kembali ke indonesia. Itu artinya kedok maria sebentar lagi akan terbongkar. Dan tomy merasa sangat tidak sabar ingin melihat adiknya sendiri yang membalas atas apa yang sudah maria lakukan padanya.


Seulas senyum mengembang di bibir tomy. Keluarganya akan berkumpul sebentar lagi. Tomy akan kembali berjumpa dengan adik kesayanganya.


“Kak jeny..”


Jeny menoleh mendengar maria memanggilnya. Jeny menatap maria yang juga sedang menatapnya. Jeny bertanya tanya apa mungkin rupa adik kandung suaminya yang asli persis seperti itu sebelum wajahnya rusak. Namun jeny melihat ada perbedaan yang mencolok dari tatapan mata susan palsu di sampingnya.


Reyhan yang berdiri di tempatnya mengeryit bingung. Maria tidak biasanya memanggil jeny dengan embel embel kakak. Maria selalu menyebut langsung nama jeny baik di depan atau di belakangnya. Dan melihat maria yang tampak sedang mencoba merayu jeny reyhan pun langsung waspada. Reyhan juga tau siapa wanita yang berada di samping istri atasanya.


“Faraz mana?” Tanya balik maria tersenyum tipis.


Jeny terdiam sesaat. Tomy pernah mengatakan adiknya sangat menyukai anak kecil. Tapi yang sekarang berada di depan matanya bukanlah susan yang asli. Jeny berpikir mungkin itu hanya salah satu taktik wanita itu agar di pandang baik.


“Emm.. Faraz ada di dalam sama mbak sisi dan bibi.” Jawab jeny sekenanya.


“Oh.. Boleh tidak aku main sama faraz kak?”


Jeny mengangkat sebelah alisnya. Waktu pertama kali bertemu maria menatap faraz dengan tatapan tajamnya. Wanita itu bahkan pernah hendak meraih tubuh kecil faraz layaknya macan betina yang hendak mencaplok mangsa empuknya.


“Maaf.. Faraz tidak bisa bermain dengan orang asing.”


Maria mengeryit. Wanita itu diam diam melirik kaca yang ada tepat di belakangnya. Wajahnya sudah dia buat sangat mirip dengan susan yang asli. Bahkan benar benar sama. Rasanya tidak mungkin jika jeny masih bisa menganggapnya orang asing.

__ADS_1


“Kak.. Aku bukan orang asing. Aku adik kakak..”


Jeny tersenyum miring mendengarnya. Saat itu juga jeny sadar tatapan susan yang asli dan yang palsu sangatlah berbeda. Susan asli mempunyai tatapan yang begitu lembut serta bola mata yang indah seperti milik suaminya. Sedang susan palsu yang ada di depanya mempunyai tatapan tajam juga sinis dengar warna bola mata yang sedikit kecoklatan.


“Benarkah?” Tanya jeny menantang dengan kedua tangan yang di lipat di bawah dada.


Mendengar pertanyaan menantang jeny tatapan maria langsung berubah dengan tatapan tajam penuh kebencian. Maria juga mengepalkan kedua tanganya erat merasa kesal pada jeny yang malah menantangnya.


“Kamu..” Geram maria dengan dada naik turun menatap jeny emosi.


Jeny menurunkan pandanganya menatap kedua tangan maria yang terkepal erat. Jeny tau maria memanggilnya kakak hanya untuk merayunya dan berharap jeny luluh dengan kabaikan pura puranya.


Reyhan yang melihat gelagat maria segera mendekat dan memposisikan dirinya di tengah jeny dan maria untuk melindungi jeny. Reyhan tidak mau istri dari atasanya sampai terluka hanya karna seorang maria.


“Jangan macam macam atau saya akan berbuat kasar sama kamu mbak.” Tekan reyhan menatap maria tajam.


Maria beralih menatap reyhan. Pria berjambul itu benar benar tidak menghargainya sebagai adik dari atasanya. Dan melihat sikap berani pria itu maria jadi berpikir untuk lebih dulu menyingkirkanya sebelum mulai bertindak pada jeny dan kedua orang tua tomy.


“Sepertinya kamu sudah bosan hidup reyhan..”


Jeny menyipitkan kedua matanya menatap maria yang sedang mengancam reyhan. Maria benar benar seorang psykopat.


“Mbak pikir saya takut?” Tantang reyhan mengangkat dagu menatap maria.


Maria tertawa pelan. Wanita itu kemudian menyentuh dan membelai lembut pipi tirus reyhan. Sebenarnya maria merasa sayang jika harus menyingkirkan pria tampan seperti reyhan. Tapi apa daya jika pria tampan itu adalah penghalangnya meraih cinta. Apapun akan maria lakukan asalkan tujuanya tercapai. Tidak perduli jika memang harus menghilangkan nyawa seseorang.


Tomy muncul dari dalam rumah. Pria itu tersenyum sinis melihat maria yang begitu lancang berani menyentuh wajah reyhan. Wanita itu benar benar seperti wanita penggoda. Sangat jauh berbeda dengan adik kandungnya yang pendiam dan sopan santun pada siapa saja yang di temuinya.


“Susan.”


Maria langsung menurunkan tanganya dari pipi reyhan ketika mendengar suara tegas tomy. Maria menoleh pada tomy gugup. Wanita itu sedikit salah tingkah karna tomy memergokinya menyentuh pipi reyhan.

__ADS_1


“Apa yang terjadi pada adikku susan sebenarnya? Kenapa sikapnya menjadi seperti wanita penggoda seperti ini?”


__ADS_2