Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 246


__ADS_3

“Biar saya bantu...”


Jeny yang sedang menyusui putranya terdiam ketika dokter axel memengai kedua lenganya berniat membantunya untuk berdiri. Jeny memang belum leluasa duduk dan bangun sendiri karna jahitanya.


“Dokter tapi..”


“Ayo..” Sela dokter axel tersenyum sambil mengangkat kedua lengan jeny yang menguncup karna jeny sedang menggendong dan menyusui putranya.


“Baiklah. Terimakasih dokter..” Senyum jeny setelah berhasil berdiri dengan di bantu oleh dokter axel.


Jeny sebenarnya sangat tidak enak pada angel yang terus diam di samping papahnya. Jeny tau angel memiliki rasa pada dokter axel. Entah itu perasaan baru atau memang perasaan yang hadir kembali.


Jeny menatap angel yang sepertinya bingung tidak tau harus bagaimana. Wanita itu bahkan belum memberikan kado yang sangat jeny yakini angel bawa untuk putranya. Dengan langkah pelan jeny melangkah menghampiri angel. Wanita itu tersenyum menatap angel yang sepertinya tidak menyadari jeny di sampingnya.


“Mbak.. Ini kadonya buat faraz kan?” Tanya jeny pelan.


Angel langsung menolehkan kepalanya. Wanita itu kemudian menunduk menatap kado yang masih di pangkunya.


“Ya tuhan.. Maaf jeny..”


Angel langsung berdiri menghadap jeny kemudian menyerahkan kado itu pada jeny.


“Ini memang untuk anak kamu.. Maaf aku terlalu banyak ngelamun tadi..”


Jeny tertawa pelan sambil menerima kado yang di berikan angel padanya. Jeny benar benar merasa lucu dengan angel yang begitu blak blakan dan jujur.


“Terimakasih tante angel..” Kata jeny dengan suara di buat buat.


Angel tersenyum mendengarnya. Kebahagiaan jeny seakan menular padanya. Angel langsung merasa senang melihat makhluk kecil tak berdosa yang begitu tampan di gendongan jeny.


Sedang dokter axel. Entah apa yang sedang di rasakanya saat ini. Tapi dokter axel merasa angel berbeda dan dirinya merasa sedikit tidak suka. Meskipun dokter axel terus mencoba mengabaikan angel tapi rasanya tetap saja tidak nyaman. Kedua matanya seolah terus memaksa dokter axel untuk sekedar melirik wanita itu dan memastikan bahwa angel baik baik saja.


Dokter axel menghela nafas. Pria itu kemudian mendudukan dirinya tepat di depan kedua orang tua angel yang sedari tadi terus mengajak jeny ngobrol.

__ADS_1


“Axel..” Panggil papah jeny.


Dokter axel menoleh dan tersenyum menatap kedua orang tua renta yang pernah di harapkan dokter axel menjadi mertuanya.


“Ya om..” Saut dokter axel pelan.


Papah angel menatap sekilas pada istrinya kemudian menatap kembali pada dokter axel yang masih menunggunya mengatakan sesuatu.


“Bagaimana kabar mommy kamu?”


Dokter axel terdiam. Sebelumnya kedua orang tua angel tidak pernah sekalipun menanyakan tentang mommy nya. Tapi sekarang tiba tiba papah angel menanyakan mommy nya. Itu benar benar sangat aneh menurut dokter axel.


“Ah ya.. Kemaren saat di jalan saya tidak sengaja melihat kamu berjalan dengan mommy kamu..” Senyum papah angel yang mengerti kebingungan dokter axel.


Dokter axel kemudian menganggukan kepalanya.


“Kabar mommy saya baik om... Terimakasih untuk perhatianya.” Senyum dokter axel menjawab.


Papah angel hanya tersenyum saja. Pria tua itu merasa tidak mempunyai topik untuk mengobrol dengan dokter axel. Pria tua itu merasa sangat malu mengingat apa yang sudah di lakukan angel pada dokter axel.


Jeny yang juga merasa bingung dengan keadaan itu hanya bisa diam saja. Jeny sangat berharap tomy cepat pulang agar bisa mencairkan suasana kikuk itu.


“Oh iya jen.. Pak tomy mana? Dari tadi saya nggak liat?” Tanya dokter axel beralih menatap jeny yang berpindah duduk di samping angel.


“Eem.. Tomy masih di kantor dokter.. Tapi mungkin sebentar lagi dia pulang.” Senyum jeny menjawab.


Dokter axel menganggukan kepalanya. Entah kenapa tiba tiba dokter axel merasa gerah dan tidak nyaman berada dalam suasana seperti itu. Dokter axel mulai merasa tidak betah dan ingin cepat pergi dari situ. Tapi rasanya tidak mungkin. Angel pasti akan merasa bangga jika dokter axel mundur. Angel pasti juga akan menganggap dokter axel tidak bisa tanpa dirinya karna itu dokter axel memilih pergi demi menahan rasa ingin bersamanya.


“Sabar axel.. Kamu bisa bertahan.. Jangan membuat wanita itu merasa menang dengan kamu mundur..” Batin dokter axel menguatkan tekadnya untuk terus menegakan kepalanya di depan angel juga kedua orang tuanya.


“Dokter jeny, boleh saya menggendong faraz?” Tanya pelan mamah angel.


Jeny tersenyum dan menganggukan kepalanya. Wanita itu merasa sangat senang juga bahagia karna banyak yang perduli dan sayang pada putranya.

__ADS_1


“Tentu saja boleh nek..” Jawab jeny.


Angel mencium pipi gembul faraz yang terlelap sebelum memberikan bayi berbadan gempal itu ke gendongan mamahnya.


Angel menghela nafas setelah itu. Entah bagaimana rasanya saat dirinya pertama kali melahirkan dan melihat sosok mungil fani.


“Kamu nggak pernah mau menyentuhnya angel. Bahkan kamu tidak mau menatapnya dan langsung pergi bersama leo meninggalkan aku dan fani setelah melahirkan.”


Mata angel memanas ketika tiba tiba terngiang ucapan dokter axel. Angel hampir lupa dokter axel pernah membeberkan semua sikap tidak terpujinya.


“Papah pulang...!!”


Suara nyaring tomy yang membahana di seluruh sudut ruangan rumah mewah itu berhasil mengalihkan perhatian jeny dan yang lainya. Wanita itu tersenyum kemudian bangkit dengan sangat pelan dan hati hati.


Angel yang berada di samping jeny dengan sigap membantu jeny berdiri.


“Pelan pelan..” Titahnya perhatian.


“Ya mbak.. Makasih..” Angguk jeny tersenyum menatap angel.


Angel hanya tersenyum saja. Wanita itu ikut merasa bahagia melihat keharmonisan rumah tangga tomy dan jeny meskipun terkadang angel juga merasa iri melihat keberuntungan hidup jeny.


“Semuanya.. Aku ke depan sebentar..” Pamit jeny sebelum berlalu.


Kedua orang tua angel mengangguk dengan senyuman di bibir keriputnya begitu juga dengan dokter axel.


Jeny kemudian melangkah berlalu dari ruang tengah berniat menyambut kepulangan suaminya. Semenjak putranya lahir tomy memang selalu pulang lebih awal dan langsung membantu jeny mengurus putra pertamanya itu.


“Udah pulang by?” Senyum jeny tersenyum menyalimi tomy kemudian memeluknya sekilas.


“Ya sayang.. Oya sayang itu yang di depan mobil siapa selain mobil dokter axel?” Tanya tomy langsung bertanya karna penasaran.


“Oh itu mobil orang tuanya mbak angel by.. Mereka kesini buat melihat anak kita. Mereka juga membawakan banyak hadiah mainan dan baju untuk faraz.” Jawab jeny tersenyum.

__ADS_1


Tomy ikut tersenyum mendengarnya. 4 Hari setelah putra bagaskara itu lahir ucapan selamat serta kado untuk putranya memang tidak pernah berhenti mereka terima. Tomy merasa sangat bersyukur karna ternyata banyak yang perduli padanya dan jeny.


__ADS_2