Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 197


__ADS_3

“Sayang ada sesustu yang harus kamu tau.”


Jeny berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya ketika mendengar ucapan tomy. Wanita itu mengeryit kemudian meraih segelas air putih yang ada di samping piringnya dan menenggaknya sampai habis separuh dari air putih yang ada di gelasnya.


”Apa?” Tanya jeny setelah mengelap bibirnya menggunakan tisu.


“Ini tentang sarah.” Jawab tomy.


Jeny semakin merasa penasaran. Namun wanita cantik itu memilih untuk diam dan mendengarkan apa yang selanjutnya akan di katakan oleh tomy.


“Semalam reyhan menelephone. Dan saat sedang menyelidiki dokter malik, reyhan melihat sarah jalan bersama dokter malik. Mereka tampak akrab dan aku pikir kamu memang harus benar benar jaga jarak dengan sarah.”


Jeny menelan ludahnya. Wanita cantik itu sangat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Sarah baik padanya. Wanita itu juga selalu mencurahkan segala isi hatinya pada jeny. Termasuk rasa sakitnya karna ulah lorenzo.


“Sayang.. Semuanya memang belum jelas. Tapi tolong kamu harus benar benar waspada. Kita tidak tau siapa pelaku yang sebenarnya.”


Jeny menganggukan kepalanya. Apa yang di katakan suaminya memang benar. Dirinya harus terus waspada demi keselamatan dirinya juga bayi yang berada di dalam kandunganya.


“Untuk hari ini kamu nggak usah senam dulu yah.. Kamu diam saja di rumah. Aku udah telephone mamah. Dan siang nanti dia akan kesini untuk menemani kamu.” Senyum tomy meraih dan menggenggam tangan jeny.


“Ya by..” Senyum jeny menganggukan kepalanya.


Tomy bernafas lega karna ternyata tidak perlu berdebat untuk membuat jeny menurutinya.


“Oke. Sarapan lagi sayang. Makan yang banyak biar dedenya sehat.”


Jeny tertawa kecil mendengarnya. Meskipun sebenarnya dalam hatinya jeny sedang memikirkan benar atau tidaknya apa yang di katakan reyhan pada tomy.


Selesai sarapan jeny mengantar tomy sampai depan rumahnya. Wanita cantik itu tidak lupa mewanti wanti suaminya agar tidak terlalu larut bekerja sampai melupakan makan siangnya.


“Loh bu.. Kita eh maksudnya ibu nggak senam hari ini?” Tanya sisi yang saat itu sedang mengisi botol minum dengan air putih dari dispenser.


Jeny tersenyum mendengar pertanyaan gadis belia itu. Sisi memang selalu sigap menyiapkan segala kebutuhanya jika hendak berangkat senam.


“Ah saya lupa kasih tau kamu mbak.. Untuk hari ini saya libur dulu. Pengin di rumah. Mamah saya juga mau datang soalnya.” Jawab jeny memberikan alasan. Rasanya tidak mungkin jeny mengatakan pada sisi jika tomy melarangnya untuk senam hari ini.


“Oh begitu ya bu..” Senyum tipis sisi.


“Iya. Jadi kamu juga bisa istirahat mbak.” Angguk jeny.


“Ya bu. Kalau begitu saya permisi kebelakang.”

__ADS_1


“Oke..”


Setelah sisi berlalu jeny menghela nafas. Dan tidak lama ponsel yang ada di genggaman tanganya berdering. Jeny langsung mengangkat benda pipih itu. Senyuman di bibirnya langsung pudar begitu mendapati nama sarah tertera di layar ponselnya. Tomy menyuruhnya untuk menjauhi sarah. Tapi sekarang wanita itu justru menelephone nya.


“Bagaimana ini..” Gumam jeny bingung.


Jeny ingat. Tomy mengatakan sarah memiliki hubungan dekat dengan dokter malik. Dan jeny berpikir mungkin tidak salah jika dirinya menanyakan langsung pada sarah tentang hubunganya dengan dokter malik.


“Halo kak..” Sapa jeny mengangkat telephone dari sarah.


“Halo jen.. Kamu dimana? Udah berangkat senam?” Tanya sarah dengan ramah.


Jeny terdiam sesaat. Jeny harus bisa menutupi rencana suaminya dari siapapun termasuk pada sarah.


“Aku hari ini nggak berangkat kak. Agak sedikit kurang enak badan.” Jawab jeny beralasan.


“Ya tuhan.. Aku lagi jalan keluar kota sekarang. Aku cuma mau nanya makanan khas manado yang kamu suka apa.. Nanti aku belikan.” Kata sarah.


Jeny tersenyum. Tidak mungkin jika memang sarah yang berada di balik kegilaan angel. Sarah wanita yang baik dan pengertian. Sarah bahkan bisa memahami jeny yang selalu di kejar kejar oleh lorenzo.


“Eemm.. Maaf kak tapi aku nggak terlalu suka makanan khas manado. Jadi kakak nggak perlu repot repot.”


“Ooh.. Begitu ya? Ya udah.”


Terdengar helaan nafas berat dari sarah. Jeny yakin wanita itu pasti sangat sedih dengan keadaanya yang sekarang.


“Elo selalu memanggil manggil papahnya jen. Tapi syukur oma sama opanya bisa kasih dia pengertian.” Jawab sarah dengan nada sedih.


Jeny menelan ludahnya. Meskipun jeny tidak merasakan tapi jeny bisa membayangkan bagaimana sakitnya menjadi seorang sarah.


“Kak.. Boleh aku tanya sesuatu?” Tanya jeny pelan.


“Why not? Tanyakan apapun yang kamu ingin tau. Aku siap menjawab.” Jawab sarah dengan suara cerianya.


Jeny tersenyum mendengarnya. Jeny berharap sarah tidak curiga dengan pertanyaanya.


“Kemarin aku lagi jalan sama tomy kak. Aku liat kakak cukup akrab dengan dokter malik. Apa kakak ada hubungan keluarga dengan dokter malik?” Tanya jeny hati hati.


Sarah tertawa mendengar pertanyaan jeny.


“Jen memangnya kamu nggak tau siapa dokter malik?” Tanya nya masih dengan sisa tawanya.

__ADS_1


“Nggak kak.” Jawab jeny bingung.


“Oke oke.. Mungkin lorenzo tidak memberitahu kamu atau mungkin belum sempat.”


“Kak lorenzo. Memangnya apa hubunganya?” Tanya jeny semakin bingung.


“Ya ampun.. Jadi kamu benar benar belum tau ya? Dokter malik itu kan adiknya momy nya lorenzo jen. Dia omnya lorenzo.”


Kedua mata jeny membulat sempurna.


“Apa?” Lirihnya.


“Ah ya jen aku sudah sampai bandara nih. Nanti aku telephone lagi.”


“Ah ya kak.. Hati hati.”


“Ya..”


Sambungan telephone terputus. Jeny tidak menyangka jika dokter malik adalah om dari lorenzo.


“Aku harus kasih tau tomy..” Gumam jeny penuh tekad.


Ketika hendak menelephone tomy jeny terdiam. Tomy pasti akan langsung tidak tenang jika mendengarnya dari telephone.


“Nanti siang saja lah aku kasih tau.” Gumam jeny kemudian memasukan ponselnya ke dalam saku dress pink yang di kenakanya.


Tiin tiiinnn


Suara klakson mobil dari depan membuat jeny urung melangkahkan kakinya. Wanita cantik itu tersenyum. Tomy mengatakan sudah menelephone mamah jeny untuk menemaninya hari ini. Jeny melangkah cepat keluar kembali dari rumahnya. Wanita cantik itu tidak sabar ingin memeluk mamahnya yang baru pulang dari luar kota bersama papahnya.


“Mamah...”


Jeny berlari dan langsung memeluk tubuh tinggi mamahnya. Wanita itu tersenyum bahagia karna akhirnya bisa kembali merasakan hangatnya pelukan sang mamah.


“Sayang mamah.. Mamah kangen banget sama kamu.” Senyum mamah jeny melepaskan lembut pelukan jeny kemudian menciumi seluruh wajah jeny penuh rasa rindu.


“Jeny juga mah... Kangen banget sama mamah..”


“Eemm.. Makin gendut kamu yah..” Tawa mamah jeny merasa lucu melihat tubuh jeny yang membengkak.


Jeny mengerucutkan bibirnya. Tomy tidak pernah mengatakan dirinya gendut. Tomy selalu memujinya sexy dan cantik.

__ADS_1


“Oya sayang, mamah minta maaf banget yah pas tomy kecelakaan mamah nggak bisa jenguk. Mamah sama papah nggak bisa pulang saat itu.”


“Iya mah. Nggak papa..” Senyum jeny mengerti.


__ADS_2