
Susan terus berusaha meyakinkan tomy tentang apa yang di rasakanya. Tapi tomy terus saja mengabaikanya. Tomy bahkan selalu mengalihkan topik pembicaraanya.
“Bagaimana kabar om dan tante?”
Susan tidak langsung menjawabnya. Wanita itu melirik pada jeny dengan tatapan tajam dan tidak sukanya. Susan benar benar merasa tersisihkan dari kasih sayang tomy. Jeny berhasil memiliki dan menguasai tomy. Dan susan juga merasa jeny telah merebut tomy darinya.
“Mommy dan daddy baik.” Jawab susan kemudian.
“Kapan kakak main ke london? Mommy dan daddy sangat menantikan itu..” Lanjut susan.
Tomy tertawa mendengarnya. Adiknya benar benar berubah. Semenjak menjadi model susan menjadi seperti orang lain. Susan bahkan berani mencintainya dan berusaha menyingkirkan siapapun yang ada di sampingnya. Rachel salah satu wanita yang hampir menjadi korbanya.
“Untuk apa aku kesana? Mereka sudah mengubahmu menjadi kurang ajar seperti ini. Aku bahkan enggan menganggapnya sebagai keluarga lagi.”
Susan terdiam. Namun diam diam susan tersenyum mendengar apa yang di katakan tomy.
“Kakak tidak boleh seperti itu.. Mommy dan daddy adalah orang tuaku.. Mereka berdua sangat menyayangiku juga memanjakanku.. Mereka tidak seperti tuan dan nyonya bagaskara yang hanya bisa mengaku sebagai orang tuaku tapi tega menelantarkanku..”
“Susan cukup !” Bentak tomy marah.
Jeny terkejut mendengarnya. Tidak hanya jeny, bahkan faraz yang saat itu sedang terlelap di gendongan jeny pun sampai terbangun dan menangis. Merasa tidak tega karna tidur lelap putranya terganggu jeny pun memilih untuk menyingkir dan kembali menyusui putranya di ruang tengah.
Sedangkan tomy, pria tampan itu menatap tajam pada susan yang sepertinya juga terkejut karna bentakanya.
“Jangan pernah kamu menjelekan mamah dan papah atau aku..”
“Atau apa kak? Bukanya memang benar? mereka berdua menelantarkanku. Mereka tidak menginginkanku. Tapi setelah aku besar mereka baru mengakuiku.”
Tomy mengeryit bingung. Orang tuanya selalu mendatangi susan di saat hari libur. Dan dari susan kecil mereka selalu berharap susan mau tinggal kembali bersamanya. Tapi susan selalu menolaknya dengan alasan sudah menyayangi om dan tantenya dan tidak mau meninggalkan kedua orang yang sudah susan anggap sebagai orang tuanya sendiri. Tapi tomy masih sangat mengingat dengan jelas meskipun susan tidak mau kembali tinggal bersamanya juga kedua orang tuanya susan tidak bersikap kasar. Susan tetap bersikap manis.
“Keluar sekarang !”
Susan menggelengkan kepalanya tidak menyangka jika tomy mengusirnya.
“Kak tapi..”
__ADS_1
“Keluar atau aku lempar kamu keluar sekarang.” Sela tomy tegas.
Susan langsung bungkam. Berbagai cara telah susan lakukan. Mulai dari mencelakai rachel sampai dirinya harus rela di penjara sampai hampir satu tahun. Dan akibat di penjara karirnya sekarang sebagai model meredup.
“Kak aku..”
“Keluar susan !” Tatap tomy tajam pada susan.
Susan berdecak sebal. Wanita itu kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah dengan menghentak hentakan kakinya berlalu dari ruang tamu meninggalkan tomy yang sedang di kuasai oleh amarahnya.
Tomy benar benar merasa bingung sekarang. Susan pernah sangat menghormati kedua orang tuanya. Meskipun susan memang tidak mau tinggal bersama. Tapi semenjak susan menjadi seorang model sikap kasarnya mulai terlihat. Susan berubah dan selalu menolak mengakui kedua orang tuanya dengan berbagai alasan yang menurut tomy tidak masuk akal.
“Ya tuhan..” Gumam tomy mengusap kasar rambut hitam pekatnya.
Sampai malam tomy terus memikirkan sikap susan. Tomy merasa susan seperti bukan adiknya. Susan seperti orang lain.
“By..” Panggil jeny pelan.
Tomy menolehkan kepalanya dan menemukan istrinya yang sedang tersenyum menatapnya di ambang pintu balkon. Tomy menghela nafas kemudian tersenyum.
Pelan pelan jeny melangkah mendekat pada suaminya. Jeny tau tomy sedang memikirkan adiknya.
Jeny menganggukan kepalanya. Wanita itu tau bagaimana sikap suaminya. Tomy adalah pria yang penuh dengan kasih sayang pada keluarganya. Dan jeny yakin meskipun tomy terkesan galak pada susan tetapi tomy juga menyayangi susan.
“Masih mikirin susan?” Tanya jeny lembut.
Tomy memejamkan kedua matanya sesaat kemudian menganggukan kepalanya. Sikap susan benar benar membuatnya khawatir juga selalu terbakar amarah.
Jeny tetap mempertahankan senyuman di bibirnya. Wanita itu dengan lembut membelai pipi tirus tomy.
“Jangan terlalu di pikirkan. Ada aku disini. Kamu tidak sendiri by.. Aku siap membantu kamu..” Kata jeny.
Tomy meraih tangan jeny yang berada di pipinya. Tomy menggenggam tangan jeny dan mengecupnya lama. Tomy tau jeny tidak akan membiarkanya pusing memikirkan susan seorang diri.
“Aku hanya khawatir sama mamah apa lagi sama papah yang gampang sekali drop. Aku takut papah kenapa napa sayang..” Lirih tomy.
__ADS_1
Jeny faham dan jeny juga mengerti. Papah mertuanya memang tidak bisa memikirkan sesuatu yang berat. Penyakit jantung yang di deritanya mudah sekali kambuh jika banyak memikirkan sesuatu yang berat.
“Apa susan tau papah sakit?” Tanya jeny.
“Ya. Susan tau sejak dulu. Tapi mamah sama papah tidak pernah mengatakan apapun tentang itu.” Jawab tomy.
“Termasuk alasan mereka memberikan susan pada om dan tante?” Tanya jeny lagi.
“Ya..” Angguk tomy.
Jeny menghela nafas. Untuk sekarang memberitahu susan tentang yang sebenarnya hanya akan membuat mereka terbakar emosi sendiri.
“Sayang.. Tapi susan pernah sangat bersikap manis dan menghormati mamah papah. Susan juga mau mengakui mamah papah meskipun tidak pernah mau tinggal bersama lagi. Tapi anehnya beberapa tahun setelah kululusanya dari sekolah menengah atas susan mulai berubah dan sampe sekarang.”
Jeny mengeryit bingung. Susan tidak mungkin berubah tanpa alasan.
“Kamu sudah pernah bertanya kenapa dia berubah?”
Tomy menggelengkan kepalanya. Tomy tidak pernah menanyakan apapun setelah susan bersikap keterlaluan dengan tidak mau mengakui kedua orang tuanya. Apa lagi setelah susan mengatakan mencintainya.
“Ini aneh by.. Aku merasa susan bukanlah susan yang sebenarnya.”
“Apa maksud kamu?” Tanya tomy tidak mengerti.
“Sekarang kamu pikir saja by.. Susan tiba tiba berubah padahal sebelumnya susan mau mengakui mamah sama papah. Tidak mungkin tiba tiba susan berubah pikiran. Kecuali ada orang yang memang mempengaruhinya.” Jawab jeny.
“Maksud kamu om dan tante?” Tanya tomy semakin bingung dan tidak mengerti.
Jeny menggelengkan pelan kepalanya. Jeny tidak bisa langsung menuduh pada om dan tante tomy. Tapi pemikiran jeny tentang susan benar benar tidak bisa di bendung. Jeny merasa susan bukanlah susan yang sebenarnya.
“Lebih baik kamu suruh orang untuk menyelidiki semuanya sementara susan disini by.. Kita tidak bisa menyalahkan om dan tante tanpa bukti. Dan lagi kamu juga tidak pernah bukan menemui om dan tante untuk menanyakan semuanya.”
Tomy menelan ludahnya. Apa yang di katakan jeny memang benar. Perubahan susan terlalu derastis dan patut untuk di selidiki.
“Bagaimana dengan susan? Dia pasti akan menghalalkan segala cara untuk mencegah aku menyelidikinya.”
__ADS_1
Jeny menghela nafas. Entah kemana hilangnya kecerdasan suaminya saat ini. Dengan gemas jeny mencubit kedua pipi tirus suaminya membuat tomy meringis merasakan sakit.
“Jangan sampai susan tau kita sedang menyelidikinya suamiku..”