Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 207


__ADS_3

Jeny menatap sendu tomy yang sedang mengenakan jaket kulit warna hitamnya. Pagi ini pria tampanya itu terlihat berlipat lipat lebih tampan dari biasanya karna pakaian serba hitam yang dia kenakan. Jeny menatap suaminya dari atas sampai bawah. Pria itu masih tampak seperti remaja saat terlepas dari pakaian formalnya.


“By.. Kamu yakin? Kamu kan punya roy, bisma, sama yang lainya. Apa harus kamu turun tangan sendiri untuk menangkap lorenzo?” Tanya jeny menatap suaminya.


Jeny merasa tidak setuju dengan keputusan suaminya yang akan bergerak sendiri menangani lorenzo yang kini sudah di ketahui tempat persembunyianya.


Tomy tersenyum mendengarnya. Tomy tau jeny sedang mengkhawatirkanya. Tapi tomy tidak bisa menahan keinginanya untuk menangkap lorenzo dengan tanganya sendiri. Meskipun memang tomy tidak sendirian karna ada leo dan dokter axel yang akan membantunya.


Tomy melangkah pelan menuju ranjang kemudian mendudukan dirinya di samping jeny di tepi ranjang. Di sentuhnya lembut pinggang istrinya yang sedari tadi terus berusaha menahanya.


“Kamu meragukan kemampuan suamimu ini hem?” Tanya tomy lembut.


Jeny menggelengkan kepalanya. Jeny tau tomy memang hebat. Tapi jeny takut lorenzo sampai melukai suaminya. Jeny takut sesuatu yang buruk menimpa suaminya.


“Aku takut kamu kenapa napa by..” Lirih jeny dengan kedua mata berkaca kaca menatap tomy.


Tomy menghela nafas pelan. Di rengkuhnya tubuh jeny dan di peluknya dengan lembut. Kecupan lembut dari bibir hangat tomy beberapa kali mendarat di kening jeny yang menangis dalam diam di dada bidang pria tampanya itu.


“Aku takut lorenzo melukai kamu by.. Aku nggak mau kamu kenapa napa by..” Lirih jeny dengan suara bergetar.


Tomy memejamkan kedua matanya. Setelah semua yang terjadi tomy ingin benar benar bisa menghantam wajah memuakan lorenzo dengan kepalanya. Tomy ingin melampiaskan amarah dan kebencianya pada pria bermata sipit itu. Dan tomy ingin membalas air mata yang telah di jatuhkan jeny saat lorenzo menghinanya dengan mengatakan bahwa anak yang berada di kandungan jeny adalah anaknya.


“Kamu nggak perlu takut sayang.. Yang kamu harus tau adalah aku akan baik baik saja. Do'akan aku yah..” Senyum tomy sambil mengusap usap lembut punggung jeny sampai pinggang.


“By tapi..”


“Ssstt.. Kamu harus percaya aku akan baik baik saja. Aku akan menangkap lorenzo dan memasukanya ke dalam penjara. Aku juga akan menuntut dia dengan pasal berlapis atas rencana pembunuhan.” Sela tomy penuh tekad.


Jeny melepaskan diri dari pelukan suaminya. Di tatapnya lekat lekat kedua mata suaminya berharap pria itu luluh dan mengurungkan niatnya untuk pergi.


“Jangan menangis sayang.. Kamu harus yakin bahwa suami kamu ini bisa mengalahkan lorenzo.” Senyum tomy sambil mengusap lembut pipi basah jeny.


“By aku...”

__ADS_1


“Do'ain suami kamu ini..” Sela tomy lembut.


Jeny menelan ludahnya. Do'anya tidak putus untuk suaminya. Tapi sekarang jeny benar benar takut karna yang di hadapi suaminya adalah lorenzo. Pria licik yang sangat kejam dan tidak berperasaan.


“Aku janji sayang. Sebelum hari gelap aku sudah kembali lagi untuk kamu.. Untuk anak kita. Dan untuk masa depan kita.”


Jeny menggelengkan kepalanya lagi. Saat ini jeny benar benar takut. Dan jeny tidak bisa menutupi perasaan takutnya itu.


“By...”


“Aku janji sayang.. Aku akan baik baik saja..” Sela tomy terus berusaha meyakinkan istrinya.


“By aku..”


Cup


Tomy mencium lembut bibir jeny sebentar. Tomy bisa mengerti perasaan jeny yang takut akan kehilanganya. Tapi tomy tidak bisa mengulur waktu lagi. Tekadnya sudah bulat untuk menangkap lorenzo menggunakan tanganya sendiri.


Tok tok tok


”Angel sudah datang sayang..” Katanya.


Jeny menganggukan kepalanya. Tenggorokanya terasa pegal akibat perasaan sesak di dadanya. Jeny sudah sangat berusaha bahkan memohon agar tomy mengurungkan niatnya. Tapi nyatanya pria tampan itu sama sekali tidak goyah dan tetap ingin menangani lorenzo sendiri.


“Ada dokter axel juga leo yang menemani aku sayang. Jangan khawatir. Mereka orang yang hebat. Mereka akan membantu aku.”


Jeny kembali menganggukan kepalanya. Wanita cantik itu kemudian memeluk tubuh kekar suaminya lagi.


“Janji yah sebelum hari gelap kamu harus sudah kembali untuk aku dan anak kita.” Kata jeny memeluk erat tubuh kekar suaminya.


“Ya sayang. Aku janji.” Saut tomy memebalas pelukan istrinya lembut.


Tomy kemudian mengajak istrinya untuk keluar dari kamarnya. Kebetulan saat membuka pintu bibi sudah berada di depan pintu dan memberitahu bahwa leo dan dokter axel juga angel sudah ada di bawah menunggu tomy dan jeny. Dan benar saja, begitu sampai di lantai 1 rumahnya sudah ada angel, dokter axel, dan leo di ruang tamu.

__ADS_1


Jeny menelan ludahnya. Wanita itu menghirup oksigen di sekitarnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan. Jeny mencoba untuk berpikir positif. Jeny mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa suaminya pasti bisa dan akan kembali untuknya.


“Dokter, pak leo. Tolong saya titip suami saya. Pastikan dia baik baik saja.” Katanya.


Leo dan dokter axel yang mendengarnya ingin sekali tertawa. Mereka berpikir mungkin jeny tidak tau betapa licik dan penuh tak tiknya seorang tomy bagaskara.


“Ya. Jeny kami pastikan pak tomy akan baik baik saja dan kembali dengan utuh.” Jawab dokter axel tersenyum.


Jeny kembali menoleh pada suaminya. Meskipun jeny sudah mencoba untuk yakin namun rasa takut itu tetap saja merayapi hatinya.


Tomy tersenyum dan menganggukan kepalanya. Pria itu juga mengecup lembut kening jeny. Tomy mungkin tidak membawa banyak senjata untuk menangkap lorenzo. Tapi tomy membawa tekad dan keyakinan yang kuat demi keamanan istri dan anaknya.


“Em.. Kita berangkat sekarang pak tomy..” Kata leo.


Tomy menoleh pada leo dan dokter axel kemudian menganggukan kepalanya.


“Aku berangkat sayang.”


Angel yang berada di samping dokter axel tersenyum. Meskipun angel tidak mengingat apapun. Tapi angel bisa melihat ketulusan cinta tomy pada jeny. Wanita itu bisa merasakan besarnya cinta tomy pada jeny hanya dengan menatapnya saja.


“Angel. Kamu baik baik disini. Jangan kemana mana apapun yang terjadi.”


Ucapan dokter axel membuat angel menoleh kemudian menganggukan kepalanya dengan senyuman manis yang terukir di bibir merahnya. Dokter axel memang sengaja menitipkan angel di rumah tomy agar bisa di jaga dengan ketat oleh 4 body guard kepercayaan tomy.


Jeny terus memeluk tomy hingga mereka sampai di depan mobil leo. Wanita itu terus melingkarkan erat kedua tanganya di pinggang tomy yang sama sekali tidak merasa malu meskipun jeny terus menempel padanya.


Tidak jauh berbeda dengan jeny angelpun terus memegang lengan dokter axel. Wanita itu seakan tidak rela dokter axel pergi.


“Kita berangkat sayang.” Lirih tomy menangkup kedua pipi jeny dan mengecup kening wanita itu lagi.


“Ya. Hati hati. Dan cepat kembali.” Angguk jeny.


Leo menatap sendu angel yang terus memegang erat lengan dokter axel. Tidak mau lama lama melihatnya leo pun masuk ke dalam mobilnya. Leo tidak bisa memungkiri perasaanya yang masih mengharapkan angel kembali padanya. Meskipun semua itu terasa sangat mustahil.

__ADS_1


“Kalian semua jaga istri saya dan angel dengan baik. Jangan sampai lengah sedikitpun.” Kata tomy pada ke 4 body guardnya.


“Baik bos.”


__ADS_2