
Suara keras yang diucapkan Dewa mengisi ruangan. Dewa sangat terkejut dengan ucapan Viola yang mengatakan bahwa Viola yang telah menabrak Dewa.
"APA KATAMU?" tanya Dewa sekali lagi dengan suara cukup keras. "Bagaimana bisa?" Tanya Dewa.
"Aku minta maaf aku tidak sengaja melakukan itu semua aku benar-benar tak tahu jika ada orang yang lewat di depan mobil ku dan ternyata itu adalah dirimu aku mohon maaf kan aku" kata Viola yang lalu melihat ke arah Dewa.
"Tidak, aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari mu... Sampai kapan pun aku tidak akan bisa memaafkan mu! Segera urus dia untuk sampai ke kantor polisi saya ingin dia segera menjalani proses hukum yang ada tidak ada jalan damai untuknya" ucap Dewa yang merasa marah pada Viola.
Viola pun memohon maaf dengan cara mencium tangan Dewa.
"Aku mohon maafkan aku" kata Viola.
Dengan cepat Dewa pun menarik tangan Viola cepat.
"Tidak ada kata maaf untuk mu" kata Dewa.
Viola pun menatap dengan sedih dengan apa yang ia terima, Viola bukan tak mau mempertanggungjawabkan kesalahannya. Hanya saja Viola tak siap jika dirinya harus hidup di penjara Viola ingin ada jalan damai dan kekeluargaan diantara Dewa dan dirinya meski dirasa sulit
__ADS_1
Lalu Viola mendekati Zainal bapak dari Dewa.
"Pa tolong bicara pada Dewa aku akan bertanggung jawab aku mohon jangan bawa aku ke penjara pak" kata Viola.
Zainal pun terdiam dan memandang Viola.
"Pak saya ini anak pak Rahmat, saya mohon pak berilah saya pintu maaf" kata Viola.
"Oh jadi kamu anak pak Rahmat, yang sudah tega menolak perjodohan itu" ucap Zainal malah tambah marah setelah tahu bahwa Viola adalah wanita yang menolak perjodohan itu. Selama ini memang Zainal belum pernah melihat Viola.
"Viola anak saya cacat dan tak bisa berjalan lagi itu penyebabnya kamu. Kamu adalah sebab dari keburukan yang terjadi pada anak saya, tidak tahu kedepannya anak saya selamanya akan seperti ini. Kamu enak sudah menikah punya keluarga, anak saya bagaimana nasibnya!!!! Jangan mentang-mentang kamu cantik semena mena pada anak saya. Menolak anak saya!"
"Pak mohon pak kasihanilah saya"
"Baiklah saya minta kamu mampu membiayai anak saya untuk pengobatannya, saya akan membawa anak saya keluar negri dan kamu tahu biaya nya tidak lah sedikit"
"Berapa pak?"
__ADS_1
"5 milyar" ucap pak Zainal lantang.
"Itu duit pak, ya ampun pak besar sekali. Apakah ini tidak seperti memeras saya pak" kata Viola.
"Viola itu tidak sebanding dengan derita anak saya yang lumpuh karena ulah mu" kata Zainal masih marah.
"Saya tidak bisa janji akan memberikan uang sebanyak itu, tapi yang pasti saya akan saya usahakan memberikan uang sebagai biaya pengobatan anak bapak. Tapi beri kan saya waktu paling tidak satu atau dua bulan, karena uang segitu cukuplah banyak terlebih lagi saya sedang ada masalah keuangan" kata Viola meminta keringanan.
"Saya tunggu sampai satu bulan, ingat Viola jika kamu tdiak dapat memenuhi itu, siap-siap semua akan saya proses hukum"
"Baik pak saya akan mengusahakan semua yang bapak mau"
Lalu Viola pun pergi meninggalkan rumah sakit di mana Dewa di rawat.
Viola pun berjalan dengan langkah kaki yang terasa gontai tak pernah menyangka hal buruk dalam hidupnya harus ia rasakan begitu dalam dan menyulitkan.
Bisakah dirinya benapas lega, belum saja masalah satu selesai kini di timpa masalah yang sangat lah berat.
__ADS_1
Ya Allah semoga Dewa cepat kembali pulih, tidak cukupkah rasa bersalah ini hadir. Kenapa harus lumpuh, oh dewa sungguh aku tak sengaja melakukan itu. Aku hanya bimbang pada saat itu, Aku terlalu takut pada very yang jahat kepada ku. Andai kan saja aku tidak berada di posisi sulit. Semua takan terjadi, dan ini semua karena Very pria kurang ajar itu, andai saja membunuh tidak dosa sungguh aku ingin sekali membunuh Very dan membuatnya menderita.batin Viola kesal mengingat kisah kelam yang dulu pernah terjadi soal very yang hampir memperkosa viola sehingga Viola yang kabur malah menabrak Dewa.