
Berbeda dengan Azka yang kini tengah asik mengobrol di kantor milik nya dengan seorang gadis cantik .
"Azka apa ada meeting sekarang?"ucap nya dengan memajukan tubuhnya agar lebih dekat dengan Azka.
Azka mengelus puncak rambut milik gadis itu dengan tersenyum "Meeting? kayanya gak deh , emang nya kamu mau apa hmmm...!"Azka terus tersenyum ke arah nya dengan penuh kasih sayang.
"Wah benarkah! jadi boleh gak aku minta sesuatu ke kamu ?"ucap gadis itu yang bernama Lisfi dengan manja nya menyenderkan tubuhnya ke bahu milik Azka.
"Tentu boleh ! Emang nya kamu mau apa ?"Azka melirik gadis itu ,iya mencubit hidung mancung milik gadis itu dengan pelan .
"Yess"Lisfi bersorak " Gimana kalau kita ke Mall ,soalnya ada hal yang ingin aku beli ."
"Boleh "Azka berdiri lalu ia mengambil dompet dan handphone nya di meja ,tak lupa ia juga membenarkan dasi terlebih dahulu.
"Yuu"Azka mengulurkan tangannya ke arah Lisfi yang sedari tadi memperhatikan nya , Lisfi menyambut uluran tangan Azka ia memegang tangan Azka . Azka tersenyum saat uluran tangan nya telah di sambut.
Mereka berjalan beriringan Lisfi terus bermanja-manja ke Azka . Bahkan Lisfi tidak pernah melepaskan genggaman dari tangan Azka.Bahkan tatapan para karyawan disana seakan menjelaskan ke heranan dan ke tidak sukaan ketika ada seseorang gadis yang merebut boss incaran mereka.
Bahkan Azka meminta kunci mobil nya ke supir pribadinya,dia berencana untuk mengendarai mobil sendiri.Azka dan Lisfi sekarang sudah berada di dalam mobil , Lisfi terus mengajak ngobrol Azka.
"Azka kamu tau jika kamu minta aku untuk jadi wanita simpanan mu aku mau kok "Lisfi melirik ke arah Azka yang tengah fokus menyetir.
Azka hanya tersenyum dia tidak tau harus jawab apa sekarang.
Lisfi hanya menarik nafasnya secara kasar , karena Azka selalu tidak menjawab jika ia menawarkan diri untuk menjadi wanita simpanannya.
Padahal hubungan nya sudah semakin dekat , tapi selalu tidak ada kejelasan dari Azka.Bahkan Azka selalu menuruti permintaan darinya tapi anehnya ketika ia menawarkan diri untuk menjadi simpanan nya Azka selalu terdiam.
Ada rasa kesal saat Azka tidak memberikan kejelasan kepada nya . Kadang ia berpikir secantik itu kah istrinya hingga membuat Azka menolak nya secara mentah-mentah.Tapi kalau wanita itu sangat cantik sekali tidak mungkin Azka akan melayani nya ataupun mengikuti permintaan nya.
"Azka ...aku ingin ada status dari hubungan ini ! kamu gak usah khawatir ,aku pastikan istri kamu tidak akan tau "Lisfi masih tetap memujuk Azka.
Azka masih terdiam dia seakan enggan menjawab pertanyaan ini.
"Kita mau ke Mall yang mana?"bukan menjawab pertanyaan dari Lisfi Azka malah mengalihkan pembicaraan.
"Hah !"Lisfi hanya menarik nafasnya " Terserah kamu aja "Lisfi jadi bete saat Azka tidak menanggapi nya .
...----------------...
"Kay kamu tidur?"
"Tidak ..aku cuman merem aja "Kayla membuka matanya dan melirik ke Septian.
"Apa masih lama?"
"Hahaha itu di depan udah mau nyampe"Septian memarkirkan mobilnya .
"Kay yu kita sudah sampai "Septian mengajak Kayla untuk turun dari mobilnya.
"Yuu"Kayla membuka sabuk pengaman nya lalu ia turun dari mobilnya.
__ADS_1
Kayla mengusap perut nya ,dia bernafas lega karena bisa berdiri .
"Kay kamu jadi gemuk ya "Septian tertawa saat melihat Kayla mengusap perutnya.
Kayla hanya menyipitkan matanya , saat mendengar perkataan dari mulut Septian.
"Aku bercanda Kay gak usah masang wajah gitu"Septian menepuk puncak rambut milik Kayla dengan tersenyum.
"Kamu selalu menyebalkan ya !"sedikit melotot saat menatap Septian.
"Hahaha"
"Yuu"saat Septian mau memegang tangan Kayla , namun Kayla menghindarinya .
"hehehe aku lupa kamu kan udah punya suami ya " Septian menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan senyum yang kikuk .
Kayla hanya menanggapi dengan senyuman.
"Kay "Mereka mulai berjalan beriringan
"hmmm"
"Jika kamu udah jadi janda hubungi aku ya "ucap Septian sambil tertawa.
Kayla melotot saat mendengar pertuturan dari Septian yang asal bicara.
"Yak ! kamu doain aku jadi janda ya "Kayla menyenggol lengan Septian yang menyumpahinya.
"Iiih aku gak mau jadi janda ya "Kayla cemberut saat di goda seperti itu .
Mereka tertawa bersama saat berjalan , tanpa melihat orang yang memandang mereka.
"Kamu mau nonton apa kay ?"mereka telah sampai di kasir tiket bioskop.
"terserah kamu deh "
"kalau jeritan dalam kubur mau gak ?"
"boleh deh "
Saat mendengar itu , Septian langsung memesan tiket dan kursi . Mereka berjalan dan membeli popcorn dan minuman.
Mereka telah menonton bioskop sekarang , Kayla sekarang fokus menonton kedepan . Berbeda dengan Septian yang malah fokus memandangi wajah kayla .
"Aaaaaa"Kayla menjerit saat ada hantu di layar ,dan tanpa sadar memeluk Septian di samping.
Deg deg
Septian yang mendapati Kayla yang tiba-tiba memeluk nya membuat jantung nya jadi berdetak kencang .
"Apa hantu ya masih ada ?"Kayla masih setia memeluk Septian.
__ADS_1
Septian tersenyum evil saat mendengar nya "Masih ada Kay !"ucap Septian tersenyum ia berbohong kepada Kayla sekarang.
Bahkan tangan Septian menaik ke atas pundak Kayla ,ia menarik Kayla agar memeluk nya dengan erat.
"Aaaa kenapa masih ada sih "Kayla memeluk erat tubuh Septian.
Septian tersenyum kemenangan saat Kayla memeluk nya erat.Bahkan andai Kayla tahu kalau di layar bioskop itu sudah tidak ada hantu.
"Wah Kayla semakin banyak hantunya "Septian terus menakuti Kayla.
"Iiih ayo kita udah aja nonton ya "
"Nangung Kay kamu peluk aku aja "
Kayla langsung melepaskan pelukannya , saat sadar kalau ia sedang memeluk Septian.
"Maaf "ucap Kayla merasa bersalah.
Yah di lepas pelukannya
Septian sedikit tidak lela ketika , pelukan Kayla berakhir . Padahal dia sudah senang sekali saat tadi ,tapi sekarang malah di lepas.
"Ayo kita keluar aja yu "Kayla menarik tangan Septian tanpa melihat ke layar bioskop.
"Baiklah "Septian hanya bernafas berat , saat Kayla menarik nya .
Akhirnya mereka keluar dari bioskop , padahal mereka baru nonton bioskop baru setengah jam .
"Septian aku mau pulang saja ya "
"Yah padahal aku masih ingin lama-lama sama kamu "Septian menjawab dengan cemberut karena Kayla sudah minta pulang.
"Soalnya aku belum izin sama suami aku "ucap Kayla .
"Haaa baiklah "Septian hanya pasrah saat melihat Kayla sudah minta untuk pulang.
Tapi langkah Kayla terhenti saat melihat pemandangan yang menyakitkan untuk hatinya.
"Kay kenapa?"Septian sedikit heran karena Kayla tidak mengikuti langkahnya.
Septian mengikuti arah pandang Kayla.Septian sedikit mengyikit kan matanya, saat melihat apa yang kayla lihat ,ada pria dan wanita yang sedang bercanda ria di salah satu toko.
Septian sedikit panik saat melihat Kayla tiba-tiba menangis.
"Hei kamu kenapa?"Septian menghampiri Kayla yang jadi menangis.
"hiks ...hiks ..."Kayla malah semakin kencang menangis saat di tanya seperti itu.
"Hei kamu kenapa sih "Septian memeluk Kayla dia tidak tahu apa yang Kayla tangisin.
...Author mau bilang jangan lupa untuk like dan komen , subscribe ya dan kalau kalian bisa tolong vote nya agar author semangat buat cerita nya dan kalau banyak waktu kalian juga bisa kasih nilai bintang di cerita ini ๐ผ๐๐ป๐๐ป๐ผ...
__ADS_1