Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 250


__ADS_3

Tomy terus membujuk jeny agar mau menerima susan di rumahnya. Pria itu tidak mau egois dengan memasukan susan begitu saja tanpa izin dari istrinya yang nota benenya adalah sumber keceriaan di dalam rumah mewah tersebut.


Sampai larut tomy tidak berhenti memohon pada istrinya. Tomy tidak pernah merasa harga dirinya di rendahkan meskipun harus memohon pada istrinya. Bagi tomy kenyamanan jeny adalah segalanya.


“Kenapa harus tinggal disini? Kenapa tidak di apartemen saja? Kamu bisa kan belikan dia apartemen?” Tanya jeny dengan kedua mata berkaca kaca menatap wajah tampan suaminya.


Tomy menatap wajah sedih jeny sendu. Niatnya memberi tempat pada susan bukan karna tomy ingin dekat apa lagi memberi ruang pada susan untuk berulah dalam kehidupan rumah tangganya dan jeny.


“Sayang.. Kalau susan di apartemen kita akan susah buat ngawasin dia.. Kita juga nggak bakal bisa tau apa yang akan dia lakukan..” Jawab tomy.


“Tapi kalau dia disini itu juga tidak baik untuk hubungan kita.. Untuk faraz juga..”


Tomy menghela nafas. Tomy meraih kedua tangan jeny yang berdiri menghadapnya. Di genggam dan di kecupnya bergantian dua punggung tangan istri tercintanya.


“Sayang.. Kita hanya harus saling percaya. Saling menguatkan juga saling bekerja sama.. Dengan begitu kita bisa menghadapi susan.. Percaya sama aku.. Ini demi kebaikan kita semua..”


Jeny memejamkan kedua matanya. Jeny tidak tau bagaimana dan seperti apa sosok susan. Tapi yang pasti susan pasti adalah wanita cantik yang tentu saja tidak akan mencintainya.


“Sayang.. Ayolah..”


Apa yang di katakan tomy memang benar. Hanya dengan susan tinggal di rumahnya mereka bisa mengawasi setiap pergerakan yang di lakukan susan. Tapi sebagai seorang wanita juga seorang ibu jeny benar benar tidak bisa mengabaikan perasaanya. Tomy mengatakan susan mencintainya. Susan bahkan sempat mencelakai rachel yang artinya wanita itu bukan wanita lemah juga bodoh. Susan pasti lebih licik dan banyak akal dari lorenzo. Susan juga pasti sangat pintar dan penuh taktik.


“Bagaimana kalau susan berniat mencelakaiku juga?” Tanya jeny dengan suara bergetar.


Jeny benar benar merasa kesal juga sakit sekarang. Tomy seakan tidak memikirkanya.


“Kamu bilang susan pernah mau mencelakai rachel yang jelas jelas hanya teman kamu. Lalu bagaimana dengan aku yang jelas jelas adalah istri kamu tomy.. Apa kamu tidak takut susan berbuat sesuatu yang buruk sama aku..? Apa kamu tidak takut itu terjadi?” Lirih jeny yang akhirnya tidak bisa lagi menahan air matanya.


“Itu tidak akan terjadi sayang.. Aku tidak akan membiarkan seujung kuku saja susan menyentuh kamu..”

__ADS_1


Jeny menggelengkan kepalanya. Tidak ada yang tidak mungkin jika seorang sudah nekat. Apa lagi jika menyangkut tentang cinta. Baik pria ataupun wanita pasti akan melakukan segala cara demi bisa memiliki seorang yang sangat di cintainya.


“Dia mencintai kamu bukan?” Tanya jeny dengan suara yang hampir tidak terdengar.


“Ya tuhan.. Ayolah jeny.. Dia adik kandung aku.. Aku masih waras.. Dan meskipun dia juga bukan adik kandung aku, aku tidak akan membalas perasaanya. Aku hanya mencintai kamu jeny. Hanya kamu.”


“Kalau memang begitu jangan biarkan dia tinggal seatap denganku tomy.. Atau..”


“Atau apa?” Tanya tomy menyela.


“Atau aku yang keluar saja dari rumah ini..” Jawab jeny dengan suara lirih namun masih dengan jelas bisa di dengar oleh tomy.


“Ya tuhan...”


Tomy menggelengkan kepalanya mendengar jawaban istrinya. Jeny tidak bisa memahaminya kali ini.


“Nggak. Aku nggak bisa mengerti kamu kali ini tomy.. Aku nggak mau mengambil resiko. Dan aku nggak mau menyesal. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada anakku..” Geleng jeny dengan air mata berderai.


Tomy menelan ludahnya. Tomy tidak ingin jeny menjauh darinya. Tapi tomy juga tidak bisa membiarkan susan tinggal seatap dengan papahnya. Susan pasti akan berulah dan sangat membahayakan kesehatan papahnya.


“Jeny...”


“Tomy maaf.. Aku seorang ibu sekarang. Kebahagiaan dan keselamatan anakku adalah segalanya. Apapun akan aku lakukan tomy demi faraz..” Sela jeny menatap wajah tampan suaminya.


Tomy tidak bisa berkata apapun. Tomy juga sangat menyayangi anaknya. Tomy juga tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada putranya juga istrinya.


Jeny mengusap air matanya. Jeny tau tomy sangat menyayangi papahnya. Jeny juga tau tomy mencintai dirinya juga anaknya. Tapi menurut jeny cara tomy sangat beresiko. Apa lagi jeny tidak tau seperti apa sosok dan sikap susan yang sebenarnya.


Jeny menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya pelan lewat mulut. Jeny kemudian memutar tubuhnya dan hendak melangkah menjauh dari suaminya namun tomy dengan lembut menahanya dengan memeluk tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


“Baiklah.. Aku tidak akan membawa susan ke rumah kita..” Lirih tomy.


Jeny terdiam dan menelan ludahnya. Jika boleh meminta jeny sebenarnya juga menginginkan agar susan tidak perlu datang ke indonesia. Tapi jeny tau dia tidak bisa seegois itu. Bagaimanapun juga susan adalah adik kandung suaminya.


“Aku akan menyuruh reyhan untuk mencarikan apartemen untuk susan.. Aku juga tidak akan menjemputnya besok.”


Mendengar itu jeny merasa sangat lega. Wanita itu kemudian mengusap lembut lengan kekar tomy yang melingkari perutnya.


“Terimakasih..” Lirihnya.


Tomy menganggukan kepalanya. Pria itu mencium beberapa kali bahu jeny. Tomy tidak menyangka jika ternyata jeny tidak bisa mengerti dengan maksud dan tujuanya. Namun meskipun begitu tomy tetap tidak akan menyerah. Susan adalah adiknya. Dan tidak sepantasnya susan memiliki perasaan cinta padanya. Tomy akan mencari jalan keluar lain untuk bisa menyadarkan adik satu satunya itu.


“Lalu siapa yang akan menjemput susan di bandara besok?” Tanya jeny pelan.


“Itu akan aku pikirkan nanti. Yang paling penting kamu jangan pergi selangkahpun dari rumah kita. Tetap disini sayang. Aku tidak bisa tanpa kamu..”


Jeny sangat senang mendengarnya. Katakanlah dirinya egois. Tapi jeny tidak perduli. Jeny hanya ingin putranya aman. Meskipun tomy mengatakan susan penyuka anak kecil tapi jeny yakin susan tidak akan suka pada faraz.


“Iya by...” Angguk jeny mengiyakan.


Tomy menghela nafas lega. Hampir saja dirinya menyakiti jeny tanpa di sadari.


“Baiklah.. Sekarang lebih baik kita istirahat.. Sudah larut.”


Jeny menganggukan kepalanya lagi. Wanita cantik itu diam saja saat tomy mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju ranjang king zise mereka.


Setelah membaringkan jeny di atas ranjang, tomy kemudian mengambil tubuh gempal putranya dan membaringkanya tepat di samping jeny. Tomy tersenyum menatap wajah tampan putranya yang begitu sangat menggemaskan. Tomy hampir saja mendatangkan malapetaka di dalam rumah tangganya yang bahagia dengan memasukan susan ke dalam rumahnya dan jeny.


“Tidak boleh ada seorangpun yang merusak kebahagiaan ini. Siapapun itu.” Batin tomy.

__ADS_1


__ADS_2