Cintai Aku

Cintai Aku
Ceraikan


__ADS_3

Setelah seminggu berlalu dengan hal terburuk dalam hidup bagi Viola kini tepat nya sudah seminggu lebih Viola tinggal di tempat yang hina.


Menunggu suaminya terlalu lama membuat Viola nyaris bosan menunggu dalam keadaan sepi dan sunyi.


Akhirnya hal paling tak terduga yang paling di nanti pun hadir. Dari kejauhan Viola melihat sosok wajah yang paling ia rindukan yakni suaminya sendiri.


Deg ..


Ada perasaan bergetar ingin rasanya Viola memeluk erat sang suami nya.


Akhirnya dia sampai batin Viola yang sangat merindukan suaminya.


"Mas..." Kata Viola menatap Randy lekat yang pada akhirnya ia mampu bertemu kembali. "Aku tahu kamu datang ingin menjemput ku kan" Kata Viola.


"Menurut mu"


"Iya aku tahu kamu datang untuk menjemput ku membawa ku pulang untuk tinggal bersama mu. Mas tebus aku dengan uang mu, aku tak mau ada disini" kata Viola yang tersenyum senang.


Akhirnya sang suami memberikan sebuah amplop kepada Viola.


"Apa ini mas?" Tanya Viola.


"Bukalah"


Lalu Viola pun membuka saat Viola membuka mata Viola langsung menatap tajam ke arah kertas yang ia pernah.


Yakni....


Surat cerai....


"Kamu menceraikan ku mas?" Tanya Viola tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh sang suami.


"Iya kenapa?"


"Mas, aku mohon aku meminta untuk menjemput ku bukan menceraikan ku seperti ini" kata Viola tak habis pikir.


"Viola!!!!! Ini cara mu ini keinginan mu, aku tak mau"


"Kenapa mas? Aku tak pernah menginginkan untuk tinggal di sini aku ingin dengan mu mas"


"Maaf Viola kita bercerai dan aku sadar jika Jane adalah wanita terbaik yang punya segalanya. Aku sadar diri mu tak lagi baik untuk nya. Dirimu yang pernah menjadi wanita murahan membuat ku berfikir ulang apakah aku bisa hidup dengan wanita murahan seperti mu. Aku tersadar kamu tak layak lagi untuk ku, aku ingin yang setara dengan ku"


"Mas kenapa kamu katakan itu"


"Viola kita tak saling cinta, aku salah mencintai mu. Dan aku sadar meninggalkan mu adalah cara kita. Dan sudah cukup sampai di sini"


"Mas baiklah jika dirimu mungkin sudah tak mau lagi dengan ku tapi jemput lah aku dari sini. Aku akan mengganti uang mu" kata Viola yang memang saat itu harus membayar jika ingin menebus Viola.


"Maaf aku tak bisa"


Viola pun menangis tersedu saat dirinya tak lagi dihiraukan suaminya.


" Mas lalu bagaimana dengan aku" kata Viola.


"Aku tak bisa, aku tak bisa. Dan kamu Viola aku ceraikan kamu talak tiga" Kata Randy tanpa berpikir panjang.


Talak tiga...


sebuah kata yang paling menyakitkan kan yang Viola dapatkan. Menunggu suami di tempat hina itu, suaminya tak mau menjemput. Hingga Viola menyadari jika rumah tangganya telah selesai.

__ADS_1


Randy mengapa dirimu tega kepada Ku. Batin Viola.


Akhirnya Randy pergi dengan langkah kaki penuh keyakinan, meninggalkan Viola begitu saja di dalam sana.


"Mas lalu bagaimana dengan aku" kata Viola berlari mengejar suaminya memegang lalu kedua kaki suaminya agar suaminya tak meninggalkan viola begitu saja.


"Aku tak bisa, sudah jelas dirimu aku ceraikan masih saja kamu merasa kamu ini istri ku. Aku dan kamu Viola telah selesai..." Kata Randy.


"Lalu aku bagaimana mas" kata Viola sambil menangis memegang kedua kaki suaminya.


"Kamu tetap di sini!!!!!" Kata Randy.


Akhirnya kedua boduguard Eflin memegang tangan Viola agar Viola tak bisa pergi.


Sementara Randy pergi tanpa ragu dan membiarkan Viola di tempat prostitusi itu.


.


.


.


Setelah kejadian itu Viola semakin pupus sudah harapan hancur berkeping tanpa tersisa. Semakin sakit dan perih yang kini Viola tengah rasakan.


Sampai pada akhirnya...


Viola pun melayani lagi pria yang tak ia kenal, bagi Viola memejamkan mata tak perlu mengingat adalah cara terbaik untuk dirinya mengobati luka, dengan rasa lupa yang ada.


Meski rasa lupa itu tak bisa hadir jika di inginkan itu terjadi malah semakin sakit terasa.


Saat itu Viola pun tengah kembali melayani pria hidung belang dengan pakaian seksi.


Viola terlihat dingin dan wajah yang sangat datar, hingga pria itu menayakan Viola.


Viola sama sekali tak menjawab. Viola terdiam dalam lamunannya.


Viola tak banyak bergeming..


"Ayo layani aku" kata pria itu mendorong tubuh Viola ke tembok dan menggigit bibir Viola. Memberikan sebuah awalan untuk melancarkan serangan hingga pada puncaknya sebuah kenikmatan pria dan wanita.


"Kamu lebih suka di atas atau dibawah" tanya pria itu lagi.


Viola tak tampak menjawab, hingga akhirnya dengan cara yang kasar pria itu mendorong Viola merasakan betapa perkasa dan gagahnya pria itu saat Viola dalam gengaman.


"Jangan lari dari ku karena ini akan membuat mu kelelahan"


Viola terdiam dalam kebekuan dihatinya.


Hingga permainan usai pria itu menatap Viola lekat.


Pria itu mencium punggung viola dalam.


"Apakah kamu kurang liburan sehingga kamu diam seperti ini" tanya seorang pria itu pada Viola. "Kamu haus?" Tanya seorang pria itu lagi.


Lalu Viola pun menggelengkan kepalanya.


"Kamu mau makan di luar?" Tanya pria itu.


Viola hanya masih terdiam dan tak menjawab.

__ADS_1


Pria itu seolah tahu jika Viola sedang tak baik-baik saja. Dan lebih mengira jika diam Viola adalah rasa jenuh dan bosan.


Hingga akhirnya pria yang tak di ketahui namanya mengajak Viola keluar untuk membeli sesuatu yang Viola inginkan. Tapi sebelum pria itu mengajak Viola dia harus ijin dulu pada Eflin.


"Eflin" ucapnya mendekati Eflin.


"Kenapa?"


"Seperti nya Viola butuh refreshing wajahnya lemah dan memar tidak baik untuk nya dalam keadaan seperti itu, bagaimana kalau dia gila karena dia butuh hiburan aku ingin mengajak nya keluar sebentar"


"Tidak boleh bagaimana kalau dia kabur" tolak Eflin.


"Hanya sebentar saja ke mini market membeli makanan"


"Suruh saja asisten mu untuk membelinya"


" Sebentar saja" kata pria itu.


"Baiklah aku akan menyuruh dua body guard ku mengikuti mu dari belakang" kata Eflin.


Hingga saat itu Viola sendiri tak mengerti kenapa untuk jajan di luar saja Viola harus di ikuti oleh dua pria berbadan besar.


Pria itu memberikan uang kepada viola.


Pria itu mengajak Viola berbelanja jajanan yang Viola.


"Kamu boleh memilih apa yang paling kamu sukai" kata pria itu.


Hingga Viola membeli banyak cemilan dan makanan yang ia mau.


Namun saat Viola memilih beberapa makanan pria itu pergi begitu saja dan memberikan uang satu juta rupiah untuk viola.


"Maaf aku harus pergi karena ada tugas kantor" kata pria itu pergi dan memberikan uang kepada Viola.


Meski pria itu telah pergi tapi tak membuat Viola bebas, tetap ada pria di belakang Viola yang bertubuh tegap mengikuti Viola.


Hingga saat Viola sedang melakukan pembayaran seseorang telah menjatuhkan dompetnya dan Viola segera memberikan dompet itu pada seorang pria di depannya


"Maaf apakah ini dompet mu" kata Viola memberikan sebuah dompet kepada pria di depannya.


Pria itu pun menatap lekat wanita yang sedang mengantri di belakangnya hingga dirinya termenung dan menatap Viola dalam.


"Kenapa itu dompet mu kan?" Tanya Viola yang melihat pria itu menatap dalam tanp berkedip.


"Kamu yang sudah menemukan dompet ku" kata pria itu.


"Iya"


"Terimakasih jika tak ada kamu mungkin aku sudah malu saat membayar" ucap pria yang sedang di meja kasir.


Seketika pria itu menatap Viola lekat dan menyadari jika wanita cantik yang telah ia temui.


Pria itu menyelesaikan pembayaran namun ia tak lantas pergi begitu saja dan ingin sekali berkenalan dengan wanita yang saat itu menemukan dompetnya.


"Sebelumnya bisa kita bisa berkenalan, nama ku Daniel" kata pria itu memberikan tangannya untuk berjabat tangan.


Viola tak menjawab iya dan tidak, tanga pria yang sedang ingin berkenalan dengannya pun tak Viola hiraukan.


Viola lalu pergi bersama dua pria bertubuh tegap dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Pria itu pun langsung menatap Viola yang tak pernah ia kenali itu. Menyadari jika ada hal ganjal saat Viola di gandeng oleh dua orang pria yang menariknya kasar.


Viola memang mudah untuk di sukai. Hingga saat pertama kali pertemuan biasnya seorang pria langsung menatap nya lebih dalam dan lebih dari satu kali, wajah Viola cantik dan ayu membuat siapa saja terkesima saat melihat dirinya. Termasuk pria yang baru saja ia temui saat itu.


__ADS_2