Cintai Aku

Cintai Aku
Episode 6


__ADS_3

Leo merasa bahagia melihat keadaan adiknya saat ini karna dia menemukan orang yang menyayangi anisa dengan tulus., memberikan perhatian pada anisa yang selama ini tidak pernah anisa rasakan dari kedua orang tuanya “kamu bahagia diaini” ujar leo, anisa mengangguk i pertanyaan leo. “dia satu satunya orang yang menyayangiku didunia ini, dia memperlakukanku seperti putrinya sendiri”ujar anisa dengan senyum dibibirnya , namun matanya berkaca kaca saat mengingat perlakuan ke2 orang tua kandungnya sendiri. Leo memeluk tubuh anisa mencoba menenangkan adiknya dengan pelukan, cukup lama leo berpelukan sampai mata leo melihat kearah beberapa foto yang berapa di atas lemari kecil yang tertata rapi disana, loe berjalab learah foto itu melihat satu persatu foto yang terbingkai rapi disana, foto yang memperlihatkan sosok gadis kecil dan wanita.yang berbegronkan pemandangan kota bali, nampak foto itu terlihat senyum kebahagiaan di kedua wajah waniata dan gadis kecil itu, leo mengusap air matanya karna terharu sekaligus bahagia melihat foto itu dan beberapa foto yang ada dimeja


Anisa merasa cemas karna dia lupa dengan keberadaan fotonya yang diambil pas dia di america, dia berjalan kearah leo, mata leo terbelalak saat mendapati foto seorang gadis dewasa yang duduk dikursi roda , dan beberapa dokter disampingnya ada juga ratna dan juga pria tia yang mirip dengan wajah ratna, wajah leo pucat pasi saat melihat dengan dekat foto itu, dia yakin kalau gadis dalam foto itu anisa,, leo membalikkan tubuhnya dan mendapati anisa sudah ada dibelakangnya dengan wajah takut , “ adek kamu bisa jelasin foto itu” ujar leo menunjuk kearah foto yang baru saja dia lihat, anisa mulai gugup “ itu ,, it” ucap anksa terbata , ratna melihat kegelisaahan diwajah anisa dia berjalan mendekati anisa, “ ohh itu foto anisa pas selesai oprasi amandel beberapa tahun lalu” ujar ranta, anisa bernafar lega mendengar alasan yang di ucapkan ratna “ohh , kok jauh jauh oprasi di amecia mam” tanya leo yang masih tak percaya dengan jawaban ratna, pasalnya loe yakin orang yang menangani anisa adalah para ahli, bukan dokter dokter amatir, “ ohh itu pas kita kerumah kakek anisa mengalami demam tinggi dan tidak bisa menelan makanan, jadi anisa menjalani oprasi disana”ujar ratna meyakinkan leo., ratna yakin kalau leo belim percaya dengan alasannya, dan dia  mengajak mereka makan dengan alasan masakannya hampir dingin, tampa curiga leo meng iyakan ucapan ratna dan makan siang bersama mereka, setelah makan leo berpamit pulang dan dia juga akan menjenguk anisa lagi,


>>>


Kakinya masuk ke dalam rumah dia mendapati kedua orang tuanya ada di di ruang tamu dan Daniel dan orang tuanya pun ada di rumah Leo,


Kamu dari mana saja Leo tanya serli


Aku baru saja dari rumah adik” ujar leo kemudian duduk di salah satu kursi kosong


Maksud kamu Anisa? tanya serli penasaran


Emang siapa lagi adikku” sahut leo


“ pas sekali jadi aku gak perlu repot repot cari dia”gumam serli dalam hati .


Jadi bagai mana pendapat kamu jeng?”tanya wanita paruh baya bernam ratih

__ADS_1


Saya mau tanya anaknya dulu jeng, takutnya dia gak mau, soalnya dia shdah lama gak tinggal disini”ujar serli


Benar itu kita harus menanyakan pendapat anisa, jika anisa mau menikah dengan daniel itu akan membuat kita tenang” ujar handoko pria paruh baya ayah daniel.


Apa maksud kalian?”tanya daniel tidak percapa apa yang dia dengar,


Kami akan.menikahkan anisa dan daniel.agar kekuarga kita tetap besanan, dan ini keinhjnan daniel sendiri”ujar serli, menjelaskan pada leo.


Apa apa an ini bahkan kuburan alisa saja belum kering kalian sudah mau mengadakan pernikahan”ujar leo pergi meninggalkan mereka yang ada diruang tamu,


>>


Keesokan harinya sekitar jam 3.30 sore serli mendatangi café anisa , serli mendapatkan alamat café anisa dari leo , awalnya leo tidak mau memberi alamatnya pada serli tapi serli tidak mau mengalah dan mendesaknya agar dia memberikan  alamat anisa ,


Serli melihat anisa dari kejauhan yanh sedang melayani beberapa pelanggan cafenya yang cukuo ramai, serli melihat dari ujung kaki sampai rambut anisa dengan seksama, memperhatikan pakaian yang anisa kenakan beserta sepatu, membuat serli menggeleng kepala pasalnya pakainan yang anisa pakai  pakai bermerk , serli mengetahui kalau anisa di angkat menjadi putri pemilik prusahaan yang bergerak dibidang otomotif, setelah para mengunjung café sudah berkurang serli melangkahkan kaki masuh ke café itu, dan duduk di salah satu bangku yang ada di café


Anisa berjalan menghampiri wanita yang membelakanginya untuk menanyakan apa yang akan dipesan wanita itu, “selamat sore, anda mau pesan apa?”tanya anisa sambil menunduk memengan kertas untuk menulis pesana


“sudah lama gak ketemu bagai mana kabarmu”sapa serli, mendongakkan wajahnya melihat ke arah anisa

__ADS_1


Anisa melihat kearah yang orang yang menyapanya, tangan anisa gemetar dan menjatuhkan kertas yang dia pegang dengan cepat ia mengambil kertas yang jatuh dan meredam emosinya“ mama eh nyonya, sebuah kehormatan Anda datang ke tempat seperti ini” sindir anisa


Serli menatap lekat mata anisa “aku keaini karna ada perlu dengan mu, Saya tidak perlu basa-basi lagi kau tahu kan Lisa meninggal, Aku ingin kamu menggantikannya menikah dengan tunangan Alisa” ujar serli dengan wajah angkuh , yang selalu terpapar saat melihat Anisa


Apa maksud anda Bukankah saya bukan siapa-siapa anda” tanya Anisa dengan cara dia menggenggam tangannya


Nggak tahu aku aku telah melahirkan muka dunia ini Dan kuharap kau mau berbalas Budi padaku Menikahlah dengan Daniel” ujar serli


“ Tak bisakah kau bicara baik-baik dengan ku seperti seorang ibu” ujar Anisa dalam hati, “baik aku akan balas budi seperti yang kau mau” ujar anisa penuh emosi “ tidak bisakah kau berpura-pura memelukku, seperti kau memeluk alisa”ujar anisa dalam hati.


Baiklah kalau begitu karena kamu sudah menyetujuinya, pernikahannya akan dilaksanakan minggu depan di rumah kuharap kau tidak menarik kata-katamu barusan” ujar serli pergi meninggalkan Anisa yang masih berdiri  melihatnya.


Anisa duduk dilantai lemas setelah kepergian serli, “ kenapa aku meng iya kan ucapannya” gumam anisa menyesal anisa menarik nafasnya dalam dalam “ setidaknya aku bisa berbakti padanya hanya dengan cara ini” ucap anisa lirih


Bersambung


Baca terus yaa, jangan lupa komen dan like


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2