
Maya melangkahkan kaki menuju Loby Hotel dan sudah di sambut oleh sang kekasih Matteuw dengan senyuman yang paling manis kepadanya, pria itu membuka lebar tangannya dan menyambut Maya di dalam pelukannya...
''Kau sangat cantik malam ini sayang...''bisik Matteuw sambil mengecup dahi Maya dengan sangat sopan hingga membuat gadis itu tersipu malu.
Hari ini Maya sangat cantik dengan gaun malamnya berwarna putih tanpa lengan menjuntai panjang menutupi mata kakinya, rambutnya di biarkan tergerai panjang, ia sangat manis malam ini dan Matteuw sadar jika Maya seperti seorang putri..yah..gadis yang sempurna..
''Aku penasaran dengan pestanya aku membawa hadiah.''ucap Maya dengan polos sambil memperlihatkan sebuah kotak kado kecil..
Matteuw sedikit mengerutkan keningnya, apa yang di pikirkan kekasih polosnya ini, membawa kado seperti seorang remaja yang sedang berulang tahun, pria itu tak tahan untuk tertawa namun ia memilih untuk membiarkannya biarkan Maya berpikir jika ini adalah pesta ulang tahun karna ketika mereka sudah masuk ke kamar Hotel maka tak ada jalan untuk pulang selain mengikuti pesta sampai berakhir..
''Bagus..temanku akan menyukai hadiah darimu sayang.''
Maya lalu mengangguk senang, keduanya melangkah menuju lift, dan masuk ke dalamnya.. Matteuw menekan lantai 50, sementara Maya hanya diam saja...mengapa mengadakan pesta di lantai paling atas...bukankah disana hanya ada dua kamar..?
Yah...sebelum kemari Maya sudah melihat-lihat profile Hotel ini dan menyadari Hotel ini mempunyai lantai sampai 50 yang dimana di lantai paling atas ada terdapat dua kamar, biasanya kamar ini di pakai oleh para pengusaha elit..
Lama mereka berada di dalam lift karna memang sampai lantai 50 membutuhkan sedikit waktu, Maya melirik Matteuw yang tak ingin melepaskan genggaman mereka,...
''Ehm..bukankah di lantai 50 hanya ada dua kamar, apakah temanmu memakai dua kamar itu untuk pesta...''?
Matteuw menoleh dan tersenyum...
''Tidak kami memakai satu kamar tapi percayalah kamart itu sangat luas, sebenarnya kami ingin memakai dua kamar namun...kamar sebelah sudah lebih dahulu di boking oleh seorang Mafia...''
''Mafia...'' ulang Maya dengan tatapan beku...
''Yah...Mafia..aku tak tau namanya namun, Mafia itu terkenal sangat kejam..''
Keringat mulai membanjiri wajah Maya...ia sangat takut mendengar nama Mafia, kepalanya mendadak pusing karna ia terlalu gugup.
''Akku....''
''Jangan takut..kita tidak mengganggu mereka bukan, lagi pula setelah pesta selesai maka aku akan mengantarmu pulang Maya...''
Maya melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah, otaknya terlanjur tercemar dengan kata Mafia dan May sama sekali tak bisa menyingkirkan kegelisahan itu dari kepalanya...
Ting!!
Pintu lift terbuka dan keduanya keluar dari sana..Matteuw menggenggam jemari Maya menuju kamar 5001, Matteuw lalu menempelkan kartunya dan pintu terbuka, ia segera membawa tubuh Maya ke dalam dan tak lupa menguncinya...
Maya membeku ketika melihat ruangan yang di isi dengan pasangan pria dan wanita berpakaian minim, beberapa dari mereka bercumbu mesra, ada yang berciuman sampai membuka setengah pakaian mereka untuk bercumbu..Maya sedikit terkejut..pesta apakah ini..? mengapa mereka bertingkah seperti ini di Bar..Maya memalingkan wajahnya karna adegan liar mereka sungguh mengganggunya, Matteuw hanya diam saja dan terus membawa tubuh Maya ke tengah ruangan, sesekali Matteuw mengecup bibir para gadis yang melewati mereka, sontak Maya semakin merasa ada yang tidak beres...
__ADS_1
''Matteuw....''
''Aku ingin memperkenalkanmu dengan temanku yang mengundang kita...''ucap Matteuw memutus ucapan Maya dengan dramatis...
Dan....
Mata Maya nyaris buta melihat adegan yang sangat liar di hadapannya, seorang gadis tanpa memakai atasan, dadanya terlihat membusung dan berukuran besar. duduk di atas pangkuan seorang pria yang cukup tampan, sementara ia sedang berciuman bibir dengan pria yang sedang memangku tubuhnya...
Maya gemetar hingga tubuhnya menegang...ia menoleh protes pada sosok kekasihnya...matanya memerah dan mulai ketakutan...
''Pesta apa ini...Matteuw...''
''Sayang...setelah memperkenalkanmu kepadanya maka kita akan pulang.''janji Matteuw kepada Maya..
Matteuw akhirnya membawa tubuh Maya mendekati pasangan liar itu, sontak gadis itu menghentikan ciumannya dan menoleh...
''Matteuw....siapa dia..apakah barang baru.'' desis gadis itu mengedipkan mata..
''Dia kekasihku Hera...''
''Yah...aku bisa melihatnya kalau dia sangat cantik.''
Gadis itu lalu mendorong kepala pria yang menggerayangi dadanya dan meraih jubahnya dan berdiri mendekati Maya yang mulai gemetar....
Maya hanya menghela nafas,.....
''Matteuw...mana minumannya, biarkan Maya minum dulu setelah itu kita akan memulai pestanya..''lirik Hera dengan mata berbinar penuh siasat..
Matteuw menganggukan kepalanya dan melangkah membawa tubuh Maya menjauh, sesekali Maya masih menoleh pada gadis itu dan apa yang ia liat adalah gadis itu kembali membuka jubahnya dan membiarkan para pria itu melahap tubuhnya..
Maya merinding...sesekali ia menatap Matteuw, apakah dia sudah salah mengenal kekasihnya..?
''Duduklah sayang dan minumlah..setelah ini kita akan pulang.''
''Benarkah...kau berjanji kepadaku.''
''Tentu sayang...''
Maya akhirnya menerima gelas berisi minuman berwarna merah darah itu dan meneguknya sampai habis...ia bisa melihat senyum puas di wajah Matteuw...
Maya lalu berdiri....
__ADS_1
''Ayo kita pulang Matteuw....''ucap Maya tak ingin menunda waktu lagi..
Sementara.......
Matteuw menarik tangan Maya ke dalam pelukannya hingga wajah mereka begitu dekat...tatapan Matteuw berubah menjadi dingin...
''Kita bahkan belum memulainya sayang...''
Tangan Matteuw dengan lancang menelusuri punggung Maya dengan menggoda, gadis itu memekik ketika ia tak ingin di sentuh...
''Matteuw apa yang kau lakukan...''
''Aku ingin kita melakukannya seperti temanku yang tadi kau lihat..percayalah akan sangat nikmat sayang........''
''Tidak..kau sudah gila Matteuw...lepaskan aku..'' jerit Maya mulai panik...
Ketika di ruangan ini sama sekali tak perduli teriakannya, mereka asik bercumbu bahkan ada yang bercinta tanpa perduli waktu..
Matteuw melepaskan Maya..ia suka Maya yang meronta, ia menyukai pemaksaan, dan malam ini..Maya akan menjadi miliknya kemudian akan menjadi salah satu dari kelompoknya...
''Matteuw...antarkan aku pulang...''
Suara Maya terputus ketika ia merasakan tubuhnya mulai panas,...ia merasa sangat aneh...
''Apa yang terjadi..apa yang kau lakukan padaku...''isak Maya dengan suara yang gemetar sungguh ketakutan..
''Hhahahaha...sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana kebutuhan itu akan memintamu untuk di puaskan..''
''Tidak...'' jerit Maya sungguh ketakutan..
''Obat perangsang itu akan membuatmu menyerah kepadaku, sayang...hahahah...''
Matteuw lalu melepas kemejanya...dengan sinar mata membara ia mendekati Maya...
Maya yang tau dirinya dalam bahaya lalu berdiri sekuat tenaga melawan keinginan kuat dalam dirinya yang mulai menguasainya..
Tidak...tidak...tidak, ia harus pergi.,.ya Tuhan......jerit Maya dalam hati...gadis itu berlari ke arah pintu,
Sementara teman-teman Matteuw ingin menangkapnya agar memudahkan pria itu, namun, Matteuw melarangnya...ia ingin melihat bagaimana Maya menyerah di bawah kendalinya..
Maya sampai di pintu dan hendak membukanya, namun Matteuw menjambak rambutnya dengan keras.....
__ADS_1
''Arrggghh...'' jerit Maya dengan suara tangisan yang pecah...