Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Titah Hani


__ADS_3

Divara menatap Dilan dengan tatapan protes..sementara Kiara mulai takut akan di tinggalkan sendirian oleh kakaknya...


Hani menatap putranya dengan tatapan tajam...Dilan..dia sangat mengela putranya mungkin dia akan mengancam Divara atau memaksakan kehendak...


''Sayangku Dilan...kau tidak boleh membawa Divara pergi dari rumah ini sebelum pernikahan kalian...ibu mau kau memilih rumah di dekat kompleks kita...disini keluarga besar kita berkumpul dan ibu akan dekat dengan cucu ibu jika kalian punya anak nanti,....untuk seminggu ini biarkan Divara menemani adiknya karna Kiara pasti akan canggung...lagi pula dia akan menemani ibu berbelanja......'' titah Hani kepada Dilan dengan nada penekanan..


Dilan tak bisa melawan dia selalu kehilangan taringnya di depan ibunya...


''Tapi ibu dia bekerja di kantorku..bagaimana kalau.......'' Dilan masih mencoba membujuk sang ibu...


Namun mata Hani melebar tak terima....


''Dilan....calon istrimu tidak akan bekerja di kantor untuk apa ada dirimu...mulai sekarang Divara akan tinggal dirumah dan mengurusmu...jika dia bosan dia akan shoping bersama ibu atau saudara-saudaranya seperti Aley, Diza, Dayse,...ibu yakin mereka akan akrab dan saling menyayangi...''


Dilan mengangkat bahu...ibunya adalah ratu di dalam rumah, bahkan ayah saja takut membantah sang ibu,..apalagi Dilan..


''Baik...baiklah ibu...aku harus pergi....'' ucap Dilan..


''Dilan....sayang, tunggu ibu nak..''


Hani melangkah mendakati Dilan dan tersenyum..

__ADS_1


''Mulai besok kau juga harus tinggal dirumah dan mengakrabkan diri dengan calon istrimu dan adik iparmu..karna yang ibu liat kalian seperti orang asing.....jadi Dilan...bisakah kau tidak mempermalukan ibumu..''


Senyuman sang ibu seperti ini yang sangat menakutkan di mata Dilan, jika sang ibunda sudah tersenyum maka itu artinya tak ada bantahan....atau ibu akan murka dan itu tidak akan baik.......


Dilan mengangguk...


''Baiklah ibu,....aku mengerti...tapi bisakah malam ini aku menikmati kebebasanku...''


''Berhentilah bermain-main dengan para wanita...jika kau melakukannya maka kau tidak ingat ibumu....''


''Aku hanya ingin bertemu temanku astaga ibu pikir aku akan melakukan apa.......''


Hani memejamkan matanya, anaknya hanya satu orang namun rasanya seperti ia punya 1000 anak, Dilan selalu membuatnya kesal..


''Ibu.....udara di luar sangat dingin bagaimana kalau kita masuk saja...'' ucap Divara lembut...


Hani menoleh dengan senyuman..


''Divara.....terimakasih sayang..''


Hani mengulurkan tangannya kepada Kiara yang tampak kaku...

__ADS_1


''Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan ibu...bagaimana Kiara..''


Kiara mengangguk masih kaku..


''Akan ku coba nanti..'' balas Kiara masih sangat segan...


Malam itu mereka mulai saling bercerita dan menjadi akrab dengan cepat..Kiara yang awalnya kaku sudah mulai terbuka dan tersenyum..ternyata apa yang ia pikirkan sangat berbeda dengan kenyataan...Kiara tak berhenti untuk tersenyum....


Dan ketika malam tiba....


Divara dan Hani mengantar Kiara ke kamar barunya yang luas dan besar...Kiara tentu saja menyukainya hingga rasa haru memeluhi wajah Divara dan Kiara..


''Ibu.....terimakasih untuk segalanya, aku akan mencoba yang terbaik seumur hidupku....aku dan Kiara sangat bahagia....''bisik Divara menundukan kepalanya dalam-dalam..


Hani tersenyum...


''Kau tau apa impianku dulu Divara dan kau Kiara....aku ingin anak perempuam dan Tuhan mengirimkan dua sekaligus....mari kita saling menyayangi....'' ucap Hani lalu membuka kedua tangannya dan menerima Divara dan Kiara yang memeluknya...


Divara meneteskan airmatanya...


Terimakasih Tuhan.......

__ADS_1


__ADS_2