
Maya mematikan mesin mobil sejenak menatap ke gedung pernikahan Hani...ia dikawal oleh anak buah Alex dari belakang yang sekaligus memastikan agar ia tidak melawan arus dan datang ke pernikahan, mereka memaksanya masuk dalam satu mobil namun...tentu saja Maya menolak..ia punya rencana sendiri dan tentu tak ingin siapapu tau termasuk para anak buah Alex..
Gadis itu lalu membuka kotak penyimpanan di mobil yang telah ia sembunyikan, membukanya dan mengambil sebuah pistol yang telah ia sembunyikan sebelumnya karna mereka menggeledahnya tadi..beruntung Maya sangat pintar..
Maya menunduk hari ini dia menggunakan gaun pesta yang mengembang di bagian pinggang ke bawah agar memudahkannya menyimpan pistol itu karna ketika masuk ke dalam gedung maka mereka akan di periksa kembali....
Maya tersenyum ketika menyembunyikan pistol kecil itu di balik gaunnya dan memperbaiki penampilannya...lalu ia pun keluar dari sana dengan tatapan beku...
Langkah Maya lebar dan percaya diri sekarang, ia cantik dan ia layak menjadi pusat perhatian...
Maya akhirnya sampai di pintu masuk dan menemukan kak Steve disana tersenyum kepadanya...yah Ana pasti tidak menceritakan semuanya dan Maya sungguh lega...
''Maya.....adikku.'' bisik Steve memeluk Maya dengan sangat erat...
''Aku juga merindukanmu kakak...''bisik Maya dengan penuh senyum...
Pelukan terlepas....
''Mengapa kau yang paling terlmbat datang sayang...kami semua menunggumu termasuk kakakmu Ana..''
''Ana....''ulang Maya dengan sedikit sinis...
Wanita sok baik itu pasti sedang menebar pesona pada Alea, dia bahkan tak ingin kehilangan perhatian....
Sial.....gerutu Maya kesal...
''Aku akan masuk kedalam gedung kakak..jadi...kita akan bertemu lagi..'' bisik Maya lalu melangkah masuk meninggalkan Steve yang tertegun...ia heran, mengapa sikap Maya sangat dingin....???
Maya masuk ke dalam gedung utama, dan menemukan Hani sedang berdiri di samping Arkana yang menjadi pendampingnya..rasa iri kemudian muncul begitu saja dan menguasainya hingga Maya membuang muka tepat pada sasaran yang ia cari....
Ana duduk disana di sebelah Alex yang sedang menggendong anaknya..mau tak mau rasa muak kembali hadir dan mengganggu Maya...
Ana......wanita murahan....desis Maya penuh dendam....
******************************************************
Ana mengerutkan kening ketika melihat tatapan tajam Maya kepadanya sementara ponselnya bergetar ketika ia tak juga menjawab telp...ada sebuah pesan masuk setelah bunyi dering itu..
Ana memutus kontak matanya dengan maya lalu menurunkan pandangan pada layar ponselnya...
Malam ini juga...temui aku di belakang gedung....aku menunggumu, aku membawa bukti tentang penghianatan Maya yang keji....juga rahasia Alex....apa kau yakin kau tidak tertarik...??
Ana menghela nafas....
__ADS_1
Mengapa ia menjadi dilema sendiri, ia sudah susah payah mengabaikan ponsel ini dengan sengaja meninggalkannya namun mengapa justru ia malah membaca pesan ini...?
Ana memalingkan wajahnya pada sosok Maya yang sedang menatap ke altar, gadis itu tampak tenang dan tidak memegang ponselnya kalau bukan Maya lalu siapa yang mengirim pesan padanya...??
Ana lalu menundukan kepala dan membalas pesan.
Ana
Siapa kau...jangan mencoba mempengaruhiku..siapa kau sebenarnya...?
Mr.x
Aku adalah penyelamatmu..apakah kau mau percaya kepadaku..?
Ana
Kau terlalu berteka-teki dan membuatku muak...aku tak akan pernah menemuimu..
Mr.x
Kau akan datang,...aku tak akan kemanapun dan menunggumu
Ana
Ana memutuskan kembali mematikan ponselnya dan meletakan di dalam tasnya...
Ia pun kembali menatap ke arah Arkana yang mendampingi Hani di menuju ke altar..
Hani tersenyum ke arah Danar yang menunggunya, sementara Arkana juga melemparkan senyum tulus pada Danar..
''Apa kau gugup..'' bisik Arkana pelan ketika mereka sudah mendekat ke arah altar dimana Pendeta dan juga Danar telah menunggu..
Hani mengangguk dan menatap mata Arkana, seperti tatapan seorang kakak yang mendukungnya...
''Sebelum melangkah tadi aku sangat gugup dan takut tapi...aku punya banyak kakak yang mencintaiku termasuk kak Arkana..terimakasih sudah mewakili ayahku...aku sangat terharu...'' bisik Hani penuh rasa hormat..
''Yah...kau telah mendampingi istriku sangat lama..kau juga adalah adikku sekarang...berbahagialah Hani...kau pantas mendapatkannya....''balas Arkana tersenyum...
''Aku sangat bahagia...'' ucap Hani lalu tersenyum ketika melewati Ana dan Alex yang sedang menatapnya...Hani mengangguk menerima dukungan lewat mata keduanya...
Kini...Danar sedang menunggunya disana...menjadi suami dan pemiliknya....Hani tersenyum...
Arkana menyerahkan tangan Hani di genggaman Danar...
__ADS_1
''Terimakasih tuan Arkana...''ucap Danar tersenyum....
''Tentu...berbahagialah....''ucap Arkana tersenyum..
Arkana merasa bangga ketika ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik lalu melangkah turun dari altar dan menemui Alex dan Ana...lalu mereka mengikuti rangakaian upacara yang di lakukan sore itu...
Pendeta menatap kedua mempelai dengan senyuman....
''Silahkan mengucapkan sumpah pernikahan...''
Danar mengangguk lalu menatap Hani yang sangat cantik hari ini, menggenggam kedua tangannya sembari menatapnya...
''Aku Danar Lois menjadikan kau Hanira sebagai istriku yang sah dihadapan Tuhan, aku akan setia dan menjagamu dalam keadaan sehat ataupun sakit, saling mencintai sampai mau memisahkan...inilah janjiku di hadapan Tuhan yang memberkati pernikahan kudus ini....''ucap Danar dengan tegas dan penuh wibawa...
Sementara ruangan menjadi hening dan penuh haru,....
Hani menatap mata Danar yang menatapnya tajam sambil berkata...
''Aku Hanira...menerima engkau sebagai suamiku yang sah di hadapan Tuhan, aku akan setia dan menjagamu dalam keadaan sehat ataupun sakit, saling mencintai di hadapan Tuhan yang memberkati pernikahan kudus ini...'' jawab Hani tanpa kesalahan.....
Pendeta tersenyum dan menganggukan kepalanya...
''Demikianlah aku menyatakan kalian sebagai pasangan suami istri yang sah di hadapan Tuhan dan negara, apa yang telah di persatukan Tuhan tidak dapat di ceraikan manusia....''
Ucap Pendeta di iringi tawa semua tamu yang hadir disana...
Semua bahagia menyadari bahwa acara pernikahan Hani berjalan dengan sangat lancar...riuh tepuk tangan melengkapi kebahagiaan mereka, Ana menatap dengan Haru ketika menyadari Hani sudah mendapatkan kebahagiaannya....
''Saatnya melakukan ciuman pernikahan,.....'' sahut seorang Mc yang bertugas,....
Danar menatap Hani yang sangat gugup keduanya saling meleparkan senyuman lega..karna mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri...
Danar lalu mendekat dan mencium dahi Hani dengan lembut hingga tepuk tangan kembali terdengar pecah dengan senyuman dan doa yang tulus.....
Di antara para tamu yang hadir sosok Dave muncul dengan gagah, ia sangat tampan dalam balutan jass yang sangat mahal..pria itu mengedarkan pandangan mencari seseorang sementara matanya menatap ke arah Maya dan menaikan sebelah alisnya....
Maya mengerti isyarat itu dan melangkah keluar dari gedung sedangkan Dave melangkah menuju sosok Ana yang berdiri dengan keanggunan yang membius...Ana sangat cantik dan mampu menggetarkan hati Dave.
Dave menaikan sudut bibirnya...
Permainan di mulai......aku sudah tidak sabar lagi...,
Dave tersenyum dingin...
__ADS_1