Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Melakukannya Lagi


__ADS_3

Ketika Alex mendekatinya, Aira dengan spontan menahan tubuh Alex dengan tangannya..


''Apa maumu...'' Aira mulai panik ketika pria ini jauh dari kata mundur...


''Aku ingin menyapa anakku...apakah aku salah..'' desah Alex tersenyum aneh...


Wajah Aira merah padam, pria dewasa ini sudah gila...menyapa anaknya, cih...bahkan ia tak tau jika ia hamil atau tidak...


''Yah....anakmu apa..tidak ada yang terjadi padaku...tidak...''


Alex meraih tubuh Aira tanpa mampu perlawanan berarti, mata keduanya bertemu menghasilkan kegugupan yang berbeda...


''Malam itu kita melakukannya tanpa sadar bukan...? maka malam ini aku akan membuatmu mengingat setiap sentuhanku...aku tidak sabar lagi,..'' mata Alex berbinar nekat...


Mungkin selama ini dia selalu bersikap kaku, karna itu dia sedikit tak beruntung...seperti Arkana, yah namun kali ini tidak...selain ia berlomba dengan usia, gadis ini sungguh membuatnya jatuh cinta...


Aira membeku ketika bibir pria ini mendekat, jantungnya berdebar kencang seiring tubuh mereka yang merapat, hoh apa yang terjadi dia sudah gila..melakukannya lagi dengan pria ini...bahkan Aira tak pernah membanyangkan sebelumnya...


''Aku tidak mau..'' desis Aira berusaha berani..


Namun bukannya marah, ALex hanya tersenyum acuh, di banding membalas ucapan Aira pria itu malah mendorong tubuh gadis itu hingga terbanting ke rajang di belakang mereka dan segera menindihnya...


Aira berusaha meronta di bawah tindihan pria tampan di atasnya, namun sia-sia karna Alex mengunci pergerakannya....


''Aku merindukanmu Aira,..kau harus menerimaku, karna aku tidak suka penolakan.....bagaimana jika kita berdua sepakat..''


Mulut AIra ingin sekali mengumpat kasar namun, ia menatap pistol yang tak jauh dari mereka...berulangkali Aira menyadarkan hatinya jika ia sedang berhadapan dengan seorang Mafia kejam...


''Sepakat apa.,..''


Alex tersenyum santai lalu mendekatkan wajahnya, menikmati bibir Aira yang merah muda seolah menantangnya untuk beradu....


namun sekali lagi pria itu menahan dirinya...


''Apa kau melihat pria berbadan tegap ketika datang...''

__ADS_1


Aira menganggukan kepalanya dengan cepat, mereka terlihat mengerikan...


''Aku bukanlah pria baik hati Aira, namun jika kau menolakku maka aku akan melemaprkanmu kepada mereka, dan meminta mereka mengurungmu...lalu menjualmu di pasar gelap, mungkin kau sangat mahal disana....bagaimana dengan oragn tubuhmu..kau masih sangat muda dan sehat..kau akan sangat berguna...''


''Kau sedang mengancamku...''


''Aku memberikan penawaran Aira...''


''Tidak...kau sedang mengancamku...'' jerit Aira dengan suara gemetar, terlihat jelas jika ia sedang ketakutan...


Dan Alex memanfaatkannya dengan baik...


''Anggap kau berada di bawah ancaman dari seorang mafia kejam...lalu apa jawabanmu.'' desis Alex dengan suara yang parau...


Aira tidak punya pilihan selain menyerah...


''Baik...kau tidak menjawab itu artinya kau..lebih memilih di jual..''


Alex hendak beranjak dari tubuh AIra, namun di luar dugaan, gadis itu meraihnya untuk tetap tinggal...


Hingga Alex membeku, menatap mata Aira yang pasrah....


''Bagus...kau memilih yang tepat...''ucap Alex dengan senyuman kemenangan...


Aira memejamkan matanya sial dia dipaksa dan AIra berjanji akan menjadi patung malam ini...


Alex terkekeh melihat perlawanan kecil Aira yang menggelikan, gadis ini sengaja menutup matanya agar tidak tergoda...baiklah..kita liat saja apakah kau bisa bertahan...??


Pertama-tama, jemari kokoh Alex menyentuh kancing atasan AIra dengan hati hati sementara bibirnya mendaarat mulus, dan mengul*m lembut bibir AIra yang terasa hangat dan manis, pria itu semakin mendesak masuk dengan lidahnya menjelajah ke dalam bibir Aira dan melum**nya tanpa jeda...


Aira menggeliat merasakan sensasi aneh namun hangat memenuhi mulutnya...bibir mereka saling beradu meninggalkan erangan yang lolos dari Aira, Alex semakin memperdalam ciumannya...


Sementara itu, jemari Alex berhasil menyingkirkan dres milik Aira yang menempel dan membawanya turun jatuh ke pinggang, berikut pengait penutup dadanya yang cukup besar, dan Alex membeku, melihat keindahan pa yu da ra Aira yang begitu indah dan belum pernah terjamah selain olehnya...ukuran pa yu da ra nya sedang dan penuh dalam genggaman Alex, pria itu bergetar ketika hasratnya naik pada level maksimal..


Masih melum** bibir Aira dengan lapar, jemari Alex bergerak turun dan meremas kedua bukit kembar Aira dengan gerakan sedikit kasar dan menyiksa, dan telunjuk Alex bergerak menyentuh ujung. p*ting pa yu da ra Aira dengan gerakan memutar, menimbulkan sensasi panas dan n*kmat..

__ADS_1


Tubuh Aira melengkung ketika sengatan gairah menyerangnya tiba-tiba....ia tak ingin membuka mata, namun rasa penasarannya membuat Aira tak kuasa, mata Aira terbuka dan bertemu dengan mata Alex yang membara, ketika pria itu melepas ciumannnya...


Nafas mereka masih tak beraturan, Aira menemukan kedua jemari Alex masih menggoda ujung pa yu da ra nya dengan intens...


''Alex......ti..tidak...jangan...'' rintih Aira dengan suara bergetar,gadis itu mengutuki dirinya ketika ia meminta berhenti namun respon tubuh nya menujukan ia menikmati..dan Alex jauh dari kata berhenti menggoda tubuh sensitifnya dan menciptakan ken*kmatan yang membuatnya pusing....


''Yah...manis.. panggil namaku jika aku menyentuhmu aku sangat menyukainya sayang..'' pria itu semakin mempercepat gerakan tangannya...


''Aalex arrhhgghh......''


Aira menjerit ketika, bibir Alex turun melum** leher jenjangnya, lalu bergerak turun mencapai pa yu da ra Aira yang menggantung ranum...


Aira meronta namun tak bisa ketika bibir Alex mendarat mulut di puncak pa yu da ra Aira dan melum**nya dengan rasa haus,...


''Oh..indahnya.....'' desah Alex dengan suara yang serak...


Bibir panasnya kembali menelungkupi put*ng pay yu da ra Aira, sementara lidahnya ******* dengan gemas, permukaan pa yu da ra Aira yang menegang rasa panas membakar seluruh tubuh Aira...dan membuat gadis itu merintih bingung.. dengan gejolak panas yang menyebar di seluruh tubuh sensitifnya...


Tak henti-hentinya Alex mengecup, menghis*p memberi tanda di ujung pa yu da ra Aira, memberi tanda kemerahan di sekujur dada Aira yang putih mulus...


''Oh....Alex....hentikan..'' rintih Aira gemetar, ia melebarkan matanya ketika pandangannya turun dan menyadari Alex masih me nyu su padanya, sementara jemarinya bergerak turun dan menyentuh inti Aira dan memutar pelan disana...


Aira gemetar ketika sensasi panas itu semakin kuat menyerangnya...sengatan gairah itu membakar Aira dengan kuat, Alex tersenyum ketika menyadari Aira sudah basah dan siap untuknya...


Pria itu segera menarik dirinya, dan melum** bibir Aira sesaat, lalu memperkenalkan keja*ntanannya hingga tubuh Aira bergetar ngilu melihatnya...


''Tidak...Alex...'' Aira menggeleng menghindar...


Menyadari betapa besar dan kerasnya kej*ntanan itu mengarah pada tubuhnya...


Namun Alex menahan Aira, bagaimana mungkin ia melepaskan Aira di saat tubuhnya kesakitan meminta kepuasan..


''Aira.......kau lihat betapa ia merindukanmu..'' bisik Alex di kuasai gairah yang menyala-nyala...


''Tidak...''

__ADS_1


Aira hanya memejamkan matanya pasrah ketika Alex mendesak tubuhnya, memasukinya dengan hentakan kuat, rasa sesak penuh membuat tubuh Aira bergetar, Aira menjerit...namun Alex mengambil kesempatan itu dan segera melum** bibirnya mengalihkan perhatian Aira...


Tubuh mereka bersatu sepenuhnya......


__ADS_2