
Mark mulai menyentuh lapisan dalam gaun dan melepaskannya dengan tidak sabar walau ia masih memenjara mata Diza melalui pantulan cermin...
Diza sama sekali tak bisa menghindar ketika lapisan gaun tipis yang menghalangi tubuhnya itu terlepas dan menyisakan bra yang menutup pa yu da ra nya yang penuh.....
''Katakan kepadaku apa alasanmu Mark, untuk apa kau menikahiku jika kau sama sekali tak menginginkan anak kandungmu sendiri...aku sama sekali tidak mengerti...''
Mark tersenyum tipis sembari jemari besarnya naik dan menyentuh pengait bra dan membukanya dengan segera, membuat kedua pa yu da ra itu menggantung bebas dan langsung di genggamnya dengan kedua tangannya..meremasnya dengan lembut,...
''Aku benci anak-anak dan aku tak ingin mereka menguasaiku, makluk kecil itu hanyalah pembawa petaka untuk hidupku Diza...''
Kali ini Mark membalikan tubuh Diza untuk menatap matanya dengan tajam....sorot mata Mark menjadi dingin..
''Diza....aku hanya membutuhkanmu, kita akan bahagia tanpa adanya anak di dalam kehidupan kita...apa kau mengerti...??''
Diza begitu terkejut......
''Ba,..bagaimana kalau aku bisa hamil....'' mata Diza sungguh terlihat tersiksa..
''Kau tinggal melepaskannya....kau harus menggugurkannya karna aku sama sekali tidak membutuhkannya Diza...jangan pernah menanyakan hal yang sama lagi.....''
Diza merasa sesak nafas mendengar ucapan dingin dari seorang Mark, pria itu tam membutuhkan waktu lama...sudah sejak tadi ia menahan gairahnya..apalagi kini Diza sudah menjadi milikknya jadi ia tak akan pernah menunda untuk memasuki Diza....
Pria itu membawa Diza ke atas ranjang dan membaringkannya tubuh Diza yang sudah polos sembari melepas pakaiannya dengan cepat...bahkan tak membutuhkan waktu yang lama...kej*ntanan Mark sudah mengeras di bawah sana...
Hati Diza benar-benar hancur, itu artinya Mark hanya membutuhkan tubuhnya untuk bercinta..menikahinya hanya karna nafsu saja...?
Diza mengerang ketiika..
Bibir Mark menyambar bibir Diza dan melum**nya dengan begitu dalam, separuh tubuhnya sudah menindih tubuh Diza hingga ia tak bisa menghindar,...Mark sudah terbakar dan tak membutuhkan waktu lama, ia segera menjelajahi permukaan bibir Diza dan menjalar masuk, menerobos bibir Diza yang terbuka, lidahnya segera menjelajahi dan beradu....
Nafas Diza mulai terengah-engah, ciumannya tidak bisa di bandingkan dengan Mark, bahkan ia tak bisa mengimbangi ciuman Mark yang terlalu ahli...
Erangan lolos dari bibir Diza dan membuatnya pusing,...bibirnya di lum*t habis-habisan dan membuat bibirnya bengkak..
__ADS_1
Bibir Mark lalu bergerak turun, menjelajahi leher jenjang Diza meninggalkan jejak yang basah, disana...mengecupnya dan meninggalkan tanda merah disana....
Tubuh Diza bergetar..menerima sengatan gairah yang di berikan Mark dengan sentuhannya...selain pasrah Diza tak bisa melakukan apapun,
Lalu bibir Mark kembali bergerak turun, menyesap permukaan dada Diza yang putih mulus...meninggalkan jejak basah yang panas,...
Sinar mata Mark membara ketika matanya berbinar menangkap kedua pa yu da ra Diza yang menggodanya dengan begitu kuat....
Mark tersenyum mendekatkan bibirnya bersiap menikmati keindahan bukit kembar itu yang seolah menantangnya...
''Aarrrrggghhh.....'' desah Diza mengerang...
Pria itu kembali melum** pa yu da ra nya dengan his*pan yang menggetarkan...mengul*nya sedikit kasar dan memberi kecupan di permukaan put*ng pa yu da ra yang menegang...membuat tubuh Diza menggelinjang hebat, cumbuan Mark begitu panas...dan nikmat....kedua tangan Diza cekal dengan kedua tangan Mark hingga ia terus menikmati pa yu da ra Diza sedikit lama...
Lidahnya kembali menj*lati p*ting pa yu da ra Diza dan mencecapnya lagi, kemudian menghis*-nya dengan sedikit kasar hingga Diza mulai meronta merasa gila dengan sentuhan Mark yang terlalu kuat....namun sekali lagi, Mark mampu mengunci tubuhnya hingga Diza tidak bisa meronta..
Sementara bibirnya menghis*p kasar put*ng pa yu da ra Diza...kej*ntanan milik Mark yang mengeras sudah mengarah pada milik Diza yang sudah siap untukkya...
Keduanya bertatapan dari atas....di sela nafas yang masih memburu Mark tersenyum puas menyadari Diza saat ini sudah menjadi milikknya hanya milikknya....
Mark mulai menggerakan tubuhnya dan menyatukan dirinya dalam-dalam menembus milik DIza yang langsung mencengkram milikknya dengan begitu kuat...menimbulkan kenikmatan yang selalu membuat Mark melayang,...sepanjang percintaannya dengan banyak wanita..hanya bersama Diza ia memakai perasaannya entah mengapa...rasanya berbeda ketika tubuh mereka bersatu kedekatan yang intim menghadirkan perasaan yang tak bisa di mengerti Mark..yang pasti,..ini pertama kali dia merasakan ini dan sungguh ia hanya ingin menyentuh Diza dan hanya Diza......karna itulah ia menikahi Diza..karna dia membutuhkan Diza..seperti obat..dia tergantung kepada Diza seorang dan ia tak ingin siapapun merebut perhatian Diza darinya termasuk anak...jika Diza hamil maka ia tak segan akan melenyapkan anak itu...
Diza hanya milikknya..hanya milikknya.''
Mark tersenyum dan menatap istrinya yang juga menatapnya dengan tatapan pasrah.....
''Lihatlah...tubuhmu sudah menerimaku dan memberiku kenikmatan yang luar biasa sayang...kita tak perlu anak...atau siapapun hanya kita berdua..kau dan aku dan kita akan bahagia....''
Mark berbisik dan kembali menciumi Diza sembari tubuhnya bergerak mencari kenikmatan yang bertubi-tubi menghantam tubuhnya..
Sementara....
Diza hanya memejamkan matanya, ia sudah tak bisa berpikir lagi...bagaimana kehidupan selanjutnya...
__ADS_1
Diza mulai pasrah........
+++++++++++++++++++
Hani menatap sang putra Dilan hari ini pulang dengan mabuk, bahkan putranya juga memutuskan pertungan sepihak dengan Elena, betapa malunya Hani dan Danar...bahkan mereka pulang dengan wajah tertunduk....
''Dilan.......''
Dilan mengusap wajahnya dengan kasar dan menatap asal pada sosok wanita yang telah melahirkannya itu...Hani mendekat..matanya berkaca-kaca tak sanggup menatap putranya yang seolah kehilangan jiwa..
''Kau kembali pada kebiasaanmu dulu Dilan....''
Dilan menoleh ddan tersenyum walau matanya basah...
''Apakah bunda akan mengirimku ke luar negri, panti rehabilitasi atau mengabaikan aku.....aku pasrah...''
''Katakan apa maumu Dilan...kau membuat bunda seakan gila..kau satu-satunya putra keluarga Lois dan hari ini kau telah mempermalukan aku bundamu di hadapan orangtua Elena...''
Dilan tertawa kesal....ia menatap ibunda dengan pandangan tajam...
''Apakah aku yang menginginkan pertunangan, aku bahkan tidak mencintai Elena tapi bunda dan ayah memaksaku...kalian memaksaku atas hasutan Mark...aku muak...aku sangat muak...''
Hani kehilangan kesabaran..tak bisakah Dilan menjadi penurut..tak bisakah putranya membuatnya tenang untuk sesaat...? Hani selalu di buat pusing oleh banyak wanita Dilan..ia seakan gila dengan tindakan putranya yang di luar kendali...
Danar juga sangat marah dan gemas dengan tindakan Dilan..
''Kau...tak bisakah kau menjadi seperti Mark, dia seorang dokter yang trkenal, dia sopan dan selalu menurut,...aku benar-benar kecewa...kau bahkan tidak bisa menandingi Mark..jadi jangan menggunakan Mark untuk menjadi senjatamu..kau sama sekali tidak pantas Dilan....justru Mark menjodohkanmu dengan Elena dia gadis yang manis dan baik...ayah juga setuju kau tidak pernah bersyukur Dilan...'' hardik Hani marah...
Mata Dilan basah sungguh teramat kecewa ia menatap sang bunda dengan sakit hati...
''Aku muak selalu bunda bandingkan dengan Mark.....aku benci berada di rumah ini..'' desis Dilan kesal.....
Hani hanya menghela nafas....mengepalkan tangannya dengan kuat.....
__ADS_1