
Aira membeku ketika pria asing ini menatapnya dengan sangat tajam seakan membela hatinya yang rapuh, matanya menjadi panas menyadari inilah akhir hidupnya, jika ibunya tau dia sudah ternoda maka wanita itu tak akan segan-segan membunuhnya,...
Aira Putri gadis cantik berusia 18 tahun dan baru saja lulus sekolah, ia adalah anak tunggal ayahnya sebelum menikah dengan ibu tirinya, yang membawa anak bawaan bernama Nela usia mereka berdua sama..
Bagai kisah bawang merah bawang putih yang di gambarkan dalam cerita, hidup Aira jauh dari kata bahagia, memang dia tak pernah di siksa untuk mengerjakan pekerjaan seperti pembantu karna mereka kaya raya, punya perusahaan besar dan beberapa Hotel yang tersebar di beberapa kota. namun hidupnya tak pernah mudah, tak ada teman berbagi cerita..tak ada kasih sayang kedua orangtua yang ia dapatkan, ayahnya selalu sibuk di luar sedangkan ibu tirinya, jangan pernah bermimpi untuk memberikan kasih sayang kepadanya, hidup ibu Rosi hanya berada di perkumpulan judi, dan shopping..dan dimanapun ia berada Nela selalu menemaninya..
Aira di biarkan sendirian di rumah besar itu, ia juga tak punya banyak teman dan ia kesulitan untuk bersosialisi karna ia seorang Introvert, yang tidak nyaman dengan orang-orang baru atau keramaian, Aira hanya punya 4 sahabat yang membuatnya nyaman, dan kemarin adalah pertama kali Aira keluar dari sona nyaman dan menikmati dunia malam.
Ibu tirinya bernama Rosi, wanita itu sangat licik dan telah mengatur pernikahan paksa antara Aira dengan anak seorang bandar judi yang kaya raya, pernikahan sudah di tetapkan karna pria itu mau gadis yang masih perawan sementara Nela sudah tidak memilikinya lagi, dan Rosi tak sabar untuk segera menikahkan Aira apapun yang terjadi...
Karna terlalu stres dengan tekanan sang ibu tiri, Aira mengajak beberapa sahabatnya minum-minum di club untuk melepaskan rasa frustasinya menghadapi pernikahan yang ada di depan mata..kini, Aira juga telah kehilangan kesucian ia tak tau bagaimana menghadapi kemarahan ibunya..
Wanita itu tidak akan mengampuninya kali ini..
''Mengapa kau diam saja ketika aku bertanya..'' ucap Alex masih menatap Aira dengan tajam...
''Namaku...''
''Yah...namamu....''ulang Alex penasaran...
''Yuni..namaku Yuni...''ucap Aira berbohong....
''Yuni...'' ulang Alex mengangguk dengan senyuman, meneliti sekali lagi wajah Yuni yang manis namun ia sedikit heran,. bukankah semalam mereka melakukannya, mengapa Aira tida meminta tanggung jawab darinya..dia masih perawan dan ada noda darah di sprei...Alex sungguh menyimpan tanya, karna wajah Yuni sangat datar, seakan tak ada ekpresi apapun disana..
''Aa...aku harus pulang...'' Aira segera menghempaskan pegangan Alex padanya...
Namun sekali lagi Alex menahan tangannya hingga tenggelam di dalam pelukan Ares...ini pertama kalinya ia meniduri gadis perawan, selama ini dia selalu tidur dengan wanita yang sudah ahli dalam percintaan panas namun
Gadis ini berbeda, masih teringat jelas kitka ia mnemui para gadis dan mencoba membaur dengan mentraktir mereka minu, lalu karna sudah mabuk masing-masing gadis itu pulang di jemput oleh kekasih atau keluarga mereka dan hanya gadis ini yang tetap tinggal dan minum sendirian, mengabaikan Alex di sisihnya..dia sungguh gadis yang pendiam...
Lalu ketika tenngah malam gadis itu pun mulai menunjukan sikap aslinya dengan mulai berteriak-teriak dan membuat para pengunjung club risih...
Alex lalu membawanya pergi dengan terpaksa tubuh gadis misterius ini dan menginap di Hotel mengingat tak ada satupun identitas pada gadis ini selain ponselnya yang terkunci, Alex tak bisa membukanya...
Stelah di Hotel, Alex meletakan tubuhnya di ranjang, dan ia memilih tidur di sofa, tapi...entah mengapa gadis ini mulai membuka pakaiannya satu persatu dan bergumam yang tidak di mengerti sementara Alex juga sudah di kuasai gairah, akal sehatnya menghilang entah kemana..
Alex lalu berdiri dan mendekati gadis ini...dan terjadilah apa yang tidak ia pikirkan sama sekali....
''Dimana rumahmu aku akan mengantar...'' ucap Alex membujuk, ia akan menemui orangtua gadis ini dan meminta restu..mereka harus cepat menikah..bagaimana kalau ia hamil...??
Membayangkan itu membuat wajah Alex memerah...ia sungguh berharap pada gadis asing ini, tatapan matanya yang teduh dan misterius membuat jiwa penakluk dalam diri Alex meronta...
__ADS_1
''Tidak...tidak...aku tinggal di dekat club malam, aku...sebenarnya aku bekerja sebagai waittres disana,....malam itu aku off dan aku bersenang-senang..jika kau mau menemuiku maka...pergilah kesana...aku akan menunggumu..''putus Aira dengan mata berkaca-kaca..hatinya sakit sekali seperti ingin berteriak saja, namun ia sudah terlatih untuk menelan rasa sakit dan Aira akan menelannya sekali lagi...
''Baiklah..tapi kau adalah perawan, aku ingin....''
''Anggap saja kau beruntung tuan,....''
''Namaku Alex....''
''Yah ALex...senang bertemu denganmu, aku tak sabar lagi untuk pertemuan kita selanjutnya...''
Aira berdiri dengan senyuman yang manis dan meneduhkan hingga hati Alex bergetar....
Gadis yang cantik, dan ALex akan mengejarnya,....
Aira membersihkan dirinya secepat kilat dan keluar disana masih menemukan Alex duduk di sofa kamar itu, masih menatapnya...Aira mendekati berusaha menelan rasa gugup dan takutnya...
''Aku harus pergi sekarang...''
''Yah..aku akan mengunjungimu di club malam ini...''
''Tentu saja...kebetulan aku bertugas malam ini...''
''Bisakah aku memiliki foto kita berdua...''tanya Alex memaksa...
''Hah...'' Aira sangat terkejut namun ia setuju, lebih cepat lebih baik agar dia bisa keluar dari sini..
Alex mengambil gambar mereka lalu menyimpannya dengan baik,
Aira pun melangkah keluar dari Hotel, sampai si luar kamar gadis itu gemetar memeluk tubuhnya...
Airmatanya menetes ketakutan...
Ya Tuhan...apa yang harus kulakukan...??
*****************************************************
Arkana membuka matanya di pagi hari dan langsung mendapat tatapan tajam dari Ana...wanita itu entah jam berapa bangun dan sudah terlihat sangat cantik, jejak senyum pasrahnya semalam menghilang tanpa jejak di ganti tatapan beku hingga Arkana menghela nafas,...
Jika Ana sudah menatapnya seperti ini maka semuanya tak akan baik-baik saja...
''Bangun dan bersihkan dirimu, lalu...aku menunggumu untuk menjelaskan semuanya..bagaimana...?" tatap Ana bersedekap...
__ADS_1
''Sayang,...bisakah kita...''
'Tidak Arkana..kau harus menjelaskan padaku mengingat begitu banyak aimata dan..kau tau betapa lelahnya aku menangisimu sepanjang hari...kau harus membayarnya dengan mahal..'' desis Ana mengepalkan tangannya./..
Arkana ingin bangkit berdiri dari ranjang dan kemudian menjerit....sial...mengapa gairahnya bangkit lagii???
Ana sungguh akan membunuhnya mengapa sesuatu di bawah sana tak bisa di ajak kompromi...??
''Aarrghhh...'' jerit Arkana berpura-pura...
Karna di otak Ana adalah Arkana sedang sakit maka runtuhlah segala kemarahannya, wanita itu langsung mendekati Arkana dengan pandangan cemas....
''Arkana kau.,....''
''Sakit sekali....aku menderita Ana...''
Mata Ana berkaca-kaca...
''Menderita..apa yang kau rasakan...'' Ana mulai di dera serangan panik...
Arkana kemudian mengambil jemari lentik Ana dan membimbingnya menyentuh sesuatu yang sudah mengeras di bawa sana, tertalu tegang hingga Ana ngeri sendiri...
''Kau...'' Ana begitu kesal..
''Aku akan benar-benar menderita jika kau mengabaikan Aku Ana....setelah ini aku berjanji akan menceritakan semuanya tanpa terlewat dan tentu saja aku siap menanggung hukuman darimu bagaimana...''' janji Arkana meredupkan matanya..
Ana menjadi dilema, dan akhirnya harus menyerah dalam gairah yang sama bersama suaminya..
*********************************************
Dave keluar dari kantornya dan sedikit terkejut ketika melihat beberapa petugas dari kepolisian menndekatinya, pria itu mengepalkan tangannya bersama Rio di belakangnya...
Beberapa hari ini, ia begitu stres menyadari beberapa gudang besar dan hasil penyelundupan barang har*m tertangkap polisi dan mau tak mau hartanya menjadi sangat berkurang...
''Selamat pagi tuan Dave Morgan,...''
'Yah...ada apa ini pak...''
''Maaf, anda kami tangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan dan juga kepemilikan senjata api ilegal, dan penyelundupan Nark*ba dalam jumlah besar...''
''Apa...'' teriak Dave dengan sangat murka.......
__ADS_1