Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Damian Yang Mengaku


__ADS_3

Alesysa sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada pria di sampingnya ini. bukankah lebih baik mereka berdua yang tau saja tentang ini, lagi pula mereka akan menikah, mengapa Damian malah mau mengaku...lantas apa yang akan terjadi, bagaimana reaksi dua keluarga mereka,bukankah para orangtua akan menjadi kecewa...?


Aley menutup wajahnya dengan tangan menyadari, Damian akan di pukul jika mengaku..mengapa pria ini nekat....Aley menoleh...


''Damian, jangan melakukannya..ayah dan papa akan marah....mengapa kau mau mengaku, kita bisa merahasiakannya dulu sampai pernikahan, orangtua kita tidak akan tau Damian...'' ketakutan itu terlihat jelas di mata Aley hingga dia menjadi gemetar...


Damian menggelengkan kepala pelan, sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil, ia menatap mata Aley dan menggenggam tangan gadisnya...


''Apakah kau lupa sejak kecil, kita selalu di ajarkan untuk saling jujur, orang tua kita begitu percaya kepadaku kalau aku harus menjagamu dengan baik....namun aku menghianati kepercayaan mereka Aley, aku terlalu cemburu dan begitu takut kehilanganmu...aku sungguh tak bisa Aley...''


''Aku mengerti, aku pun marah pada awalnya tapi Damian....papa dan ayah akan sangat marah...aku mohon pikirkan lagi hum...bagaimana kalau mereka menghajarmu...''


Entah mengapa suara Aley menjadi serak, dan sontak membuat Damian sedikit terkejut...


''Aley....''


''Aku tak bisa melihatmu mungkin akan babak belur di pukul ayah dan papa....aku sedih sekali, mengapa kau nekat Damian...'' jerit Aley dengan mata yang merah..


Damian tertegun melihat sekali lagi Aley mengkhawatirkan dirinya, gadis itu mulai meneteskan airmata...hingga Damian tak tahan...


Damian menarik Aley ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat...


''Mengapa kau menangis sayang, kau membuatku ingin sekali menciummu..'' bisik Damian sengaja menggoda..


Akibatnya Aley mencubit dadanya dengan kesal...


''Awww....'' Damian pura-pura merintih..


''Papa dan ayah akan marah Damian jadi...aku mohon padamu jangan bicara apapun,....aku tak bisa melihatmu di pukul....aku tak bisa Damian...''


Damian menjauhkan tubuhnya dan menatap kedua mata Aley dengan senyuman....


''Aku seorang pria, aku di ajarkan papa dan juga ayah untuk selalu bertanggung jawab dalam hal sekecil apapun Aley....aku tau kejujuranku akan membuat mereka marah, namun...aku tak bisa membiarkan kebohongan terus berkembang di dalam diriku Aley...aku mencintaimu dan aku akan bertanggung jawab, setidaknya mereka tidak akan membunuhku bukan..aku anak dan menantu para mafia itu..''


Kata-kata Damian begitu tajam dan tegas, hingga Aleysa tak bisa mengatakan apapun, gadis itu mengangguk pasrah meski ia terus berjanji akan selalu mendampingi Damian nanti...


''Baiklah...kalau kau di pukul aku akan mengobatimu.'' janji Aleysa cemas.


Damian terkekeh....


''Bagaimana dengan percintaan saja..itu adalah obat yang paling manjur untukku..''


Mendengar kata-kata fulgar yang di ucapkan Damian, gadis itu kembali mencubit Damian dengan gemas...


''Aku masih merasakan sakit Damian...astaga,...'' Aley tak bisa menahan senyumnya..

__ADS_1


Damian tersenyum walau tak lama, ia kembali menatap ke arah rumah besar dan sedikit segan, ayah dan papa....apa reaksi mereka nanti...?


*********************************


''Kuenya enak sekali kakak, kau tetap yang terbaik..'' puji Aira yang mencoba kue buatan Ana...


Ana tersenyum tentu saja...menantunya akan datang dan ingin bicara, ia pasti melakukan yang terbaik dong...


''Kue ini kesukaan Damian dan Aley,...kau ingat dulu mereka saling berebut kue ini.'' tatap Ana mengingatkan...


Aira menganggukan kepala...


''Mereka bahkan saling memukul...astaga, aku sampai kewalahan kakak...'' ucap Aira dengan tawa yang renyah....


Ana menganggukan kepala...


''Waktu berputar dengan sangat cepat, tanpa terasa kita sedang mempersiapkan pernikahan anak-anak kita....'' ucap Ana menerawang...ia bahagia dan haru,...ia tau betul Alex begitu menyayangi Aley jadi pernikahan ini akan membuat Alex amat sangat bahagia, dia bahkan begitu protektif kepada Aley sejak lahir,...


''Aku tak sabar menggendong cucu...''ucap Aira dengan polos...


Ana seketika tertawa....


''Aira...mereka bahkan belum menikah, kita harus bersabar...setidaknya mungkin 5 atau 6 bulan lagi...'' ucap Ana dengan wajah yang sedih...


Ana tersenyum, mereka adalah dua kutub berbeda yang akan di satukan...karna itu dimana ada Aley maka disitu harus ada Damian, mereka memang sengaja menempatkan calon pasangan itu bersama agar Aley dan Damian menjadi biasa dengan keadaan mereka yang sudah di jodohkan...


''Kakak......'' bisik Aira mengejutkan Ana, ia menoleh...


''Yah....''


''Kak Arkana dan Alex meminta kita turun sekarang....anak-anak sudah sampai..'' ucap Aira tak sabar...


Ana mengangguk, membiarkan Aira mengalungkan tangannya di lengannya, kebiasaan Aira adalah dia selalu menggandeng Ana ketika berjalan bersama..walau kadang mereka berjalan bersama suami masing-masing namun Aira tetap memegang Ana hingga membuat Alex dan Arkana pasrah karna mereka akan sering di abaikan, tak mungkin bukan jika Arkana dan Alex juga saling menggandeng...maka dunia akan gempar saat itu juga...


Di bawah tangga, Alex dan Arkana sedang duduk bersantai di ruang tamu...


''Jadi mengapa kau setuju untuk pernikahan mereka 3 bulan lagi Alex...seharusnya kau menekannya agar mereka menikah dalam bukan ini...Ana dan Aira sudah tak sabar lagi melihat pernikahan mereka,....


Alex menggeleng...


''Aley memohon padaku Arkana jadi aku...melemah...''


Arkana kehilangan kata, sudah menjadi rahasia umum jika Alex akan patuh dengan kata-kata Aleysa...setiap kata-kata Aley akan menjadi perintah bagi Alex...dan Arkana sudah tau...kelemahan lex ada di Aleysa putrinya...dulu ketika masih kecil,....Aleysa dan Damian sering bertukar tempat tidur..Aleysa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Aira dan Alex...sementara Arkana dan Ana lebih sering menghabiskan waktu bersama Damian..jadi sifat Damian sekarang sedikit banyak ada pengaruh dari seorang Arkana...


Alex dan Aira begitu menginginkan anak perempuan, meski saat itu ada Diza...dan Arkana dan Ana begitu mendambakan anak lelaki....

__ADS_1


''Seharusnya kau bersikap tegas Alex...kau lihat Ana dan Aira sudah tak sabar lagi....''ucap Arkana pelan...


Alex hanya menggeleng....


''Kau tau kan jika Aleysa sudah merajuk, aku sama sekali tak bisa berkata tidak...''


Keduanya sontak tertawa....ketika Ana dan Aira sampai dan masing-masing duduk di samping suami mereka...


Pintu terbuka dan menampilkan sosok Damian dan Aley yang melangkah bersama...


''Sayang.....kalian sudah pulang...'' jerit Aira tersenyum...


Namun...Damian tampak serius sehingga menimbulkan berjuta pertanyaan di benak mereka..


Apa yang terjadi...?


Damian menghela nafas, sejenak menatap ke empat orangtua yang begitu di hormatinya...melangkah ke tengah ruangan...Damian tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya dengan posisi berlutut..


Hal itu membuat mereka begitu terkejut....


''Damian...mengapa kau berlutut...'' tanya Alex mengerutkan kening...


''Aku minta maaf pada kalian semua sebagai orangtua kami...''


''Damian...katakan...'' tanya Arkana tak sabar....


Damian menatap ke arah Aleysa yang menatapnya dengan wajah pucat...


''Aku dan Aleysa...sudah tidur bersama....'' ucap Damian menundukan kepala...


Hening yang mencekam................


Mereka tampak syok......hingga kehilangan kata....Aira tampak sangat malu...dan tak percaya..putra kebanggannya melakukan hal itu pada tunangannya sendiri.


Damian terkejut ketika tiba-tiba Alex maju dan memberikan pukulan telak di wajah sang putra...


Bugghhh!!!!!


Damian tersungkur dengan sudut bibir yang pecah....


''Kau pikir apa yang kau lakukan.......''teriak Alex dengan sangat murka.....


Arkana hanya mampu menghela nafas..menatap Damian dengan tajam.....


Sedangkan Aley menggeleng, airmatanya jatuh melihat Damian menanggung hukuman.....

__ADS_1


__ADS_2