Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kesalahan Fatal


__ADS_3

Ana langsung berdiri dan Dave pun ikut berdiri..


''Aku harus pulang tuan Dave, terimakasih untuk hari ini...''


''Tentu saja nyonya Ana.........''


Dave mengikuti langkah Ana sampai di pintu...


''Bagaimana kalau aku mengantarmu saja nyonya Ana..''


Ana menoleh dan menggeleng menutup kemungkinan yang ia tangkap di mata Dave. hidupnya sudah terlalu rumit jadi Ana tak akan membiarkan ia terlena dan semakin terjebak,,


''Aku harus mengunjungi suamiku tuan Dave, jadi rasanya tidak enak jika kau mengantarku..kita tak punya hubungan apapun....''ucap Ana tersenyum skptis...


''Ana.......''


''Maaf aku harus pergi..''


Ana kemudian keluar dari sana dengan cepat, bahkan ia merinding melihat tatapan Dave kepadanya...mungkin kata-kata Hani benar...ia seharusnya datang bersama Hani..


Wanita itu terus melangkah meninggalkan Hotel megah itu...


***************************************


Butik Diamond


Arkana dan Alex mencoba jass yang akan mereka pakai di pesta pernikahan Hani nanti dan sudah tidak sabar lagi...Alex menatap cermin dan menghela nafas...


''Aku ingin sekali menemukan seseorang disana nanti..''bisiknya sendiri yang di dengar oleh Arkana...


''Kau akan menemukannya bahkan mungkin kau tidak akan percaya jika kau telah menemukannya....'' sambung Arkana juga menatap cermin...


''Doa yang baik..terimakasih sahabatku..''ucap Alex menatap dirinya di cermin..ia sangat tampan...setidaknya ia bisa memuji diri sendiri bukan...?


Pintu terbuka lebar dan sosok Ana muncul disana dan mendapat tatapan tajam dari kedua pria yang mencintainya...


''Ehm...jass itu terlihat sangat keren..'' puji Ana bertepuk tangan..


Arkana dan Alex menoleh...


''Kau dari mana sayang...''tanya Arkana basa basi...


Ana meletakan tas di atas meja dan menghampiri Arkana memperbaiki jassnya yang terlipat dan tersenyum sementara Alex sibuk memasang dasinya, tapi ia juga penasaran darimana Ana..karna Arkana sibuk menelfonnya namun ponselnya tidak aktif...

__ADS_1


Ana tak menjawab namun sibuk memperhatikan tampilan keduanya hingga Arkana menjadi gemas...


''Sayang...''


''Baiklah aku akan juju tapi jangan marah kepadaku,....''tatap Ana pada Arkana dan Alex yang menatapnya tajam..


''Tergantung...''ucap Arkana mulai tak sabar...


Ana menghela nafas,..bergerak sedikit mundur dari kedua pria itu, karna ia memperhitungkan kalau mereka akan marah kepadanya...


''Ehm.......aku menemui tuan Dave...''


''Apa.....'' seru Arkana dan Alex bersamaan...


Ana mengangkat bahu..


''Jangan marah padaku...aku hanya pergi untuk merevisi perjanjian kami...''


Arkana benar-benar kehilangan kata..ia mendekati Ana dan menatapnya tajam...


''Dia sangat kejam Ana..dan kau nekat menemuinya..''


''Dia tidak melakukan apapun dan menerimaku dengan baik...sayang dengarkan aku..aku terikat kontrak dengannya jadi aku tak bisa meninggalkannya begitu saja...karna itu aku menemuinya untukl merevisi perjanjian kontrak itu...''


Alex yang merasa gerah ikut mendekat...


Arkana juga mengangguk setuju...


''Berhenti menemuinya Ana..''


''Baiklah,...maafkan aku..'' Ana mengatupkan kedua tangannya memohon...


Alex hanya tersenyum dan menggeleng..ia melangkah ke arah cermin, Ana selalu bersikap begitu ketika ia bersalah...dasar wanita...


''Baiklah...kami akan memaafkanmu..lagi pula kalian tidak akan bertemu lagi...aku atau Alex akan menemui Dave untuk membayar pinaltynya jadi kau...tak perlu lagi kesana..jangan menemuinya di belakangku atau kau akan mendapatkan akibatnya Ana..''geram Arkana lalu ikut melangkah menjauh...


Ana menghela nafas lagi...sialan dia sudah terlanjur mengundang Dave di acara pernikahan........apa yang harus ia lakukan..


Ana menjadi takut sendiri...


''Ada apa dengan wajahmu Ana..'' goda Alex yang melirik Arkana...


Ana mengigit bibirnya ragu, apakah harus mengatakannya...? ya.. jika dia akan mengatakannya mereka akan lebih marah ketika Dave ada di pesta..

__ADS_1


''Sebenarnya kita masih akan bertemu sekali lagi dengannya...maafkan aku...''


''Apa lagi Ana.....'' seru Arkana dan Alex serempak...


Ana tersenyum pasrah,...


''Aku mengundangnya ke pesta pernikahan Hani....''


Hening......


Arkana dan Alex terlihat sangat marah....Alex membuka jassnya dan melepaskan dasinya dengan kasar, ia mendekati Ana....


''Yah,...kau pikir ini main-main Ana...pria itu bahkan bisa membunuh tanpa menyentuh..dan kesempatan di pesta akan dia gunakan untuk menghancurkan aku atau Arkana...bagaimana bisa kau melakukan sesuatu tanpa bertanya...'' teriak ALex sungguh kecewa..


Airmata Ana menetes....yang mana ia tau jika ia bisa menyebabkan masalah besar, dan menyebabkan kemarahan Alex..sementara Arkana juga tak kalah kecewa...


''Mengapa kau mulai melakukan sesuatunya sendiri Ana...?kau tau ini bukan negara kita, dan satu hal yang harus kau tau jika Dave memiliki kekuasaan yang besar disini...aku dan Alex susah payah memikirkan cara bagaimana melindungi keluarga ini...belum selesai masalah Maya,..lalu sekarang kau malah mengundang Dave,...dan apa yang akan terjadi di pesta sungguh kita tak tau...'' bentak Arkana murka...


Ana menutup wajahnya dengan tangan..ia tak pernah membayangkan akan menyebabkan kekacauan antara mereka...tapi semua sudah terlanjur terjadi...ia tak bisa menarik kata-katanya kembali....menghadapi kemarahan kedua pria ini membuatnya sedih...


''Yah...maafkan aku....aku sungguh tak sengaja..aku pikir aku bisa bicara dengan baik-baik...'' desah Ana memohon maaf...


Arkana menggelengkan kepalanya...lalu melangkah meninggalkan ruangan itu dengan kegeraman di belakangnya...sementara Alex juga melakukan hal yang sama..melepas dasinya dan melangkah melewati Ana...


''Alex tunggu...''


Alex yang masih kesal terus melangkah....


''Alex.....ku mohon...'' jerit Ana mengepalkan tangannya dan membuat Alex akhirnya lemah dan menghentikan langkanya...Ana melangkah mendekat...


''Katakan apa yang harus aku lakukan Alex...apakah aku harus membatalkan undangan itu hah..katkan kumohon..kalian berdua marah padaku dan aku merasa akan menjadi gila.,...''


Alex mengusap wajahnya dengan kasar dan memegang kedua bahu Ana yang rapuh....seperti biasa ia selalu lemah di hadapan Ana...ada seribu maaf untuk wanita ini..ia tak tau mengapa..mungkin memang benar ia sudah gila...


''Kau tak bisa merubah apapun lagi Ana..yang harus kau lakukan hanyalah berdoa..agar pesta itu berjalan dengan lancar dan tidak ada yang akan terjadi...nanti.'' ucap Alex menjauhkan tangannya dan ingin melangkah...


Ana meraih lengannya...Alex menoleh lagi...


''Aku sungguh menyesal Alex...aku sangat menyesal...aku harus apa sekarang...yah..betapa bodohnya aku..''isak Ana mulai cemas...


Alex tak tahan lalu meraih Ana untuk memeluknya lama...keduanya saling berpelukan erat...


''Kau yang paling tau suamimu..pergilah..redakan amarahnya...tenang saja..semua akan baik-baik saja..kau punya aku...untuk selalu melindungimu Ana...''

__ADS_1


Ana memejamkan matanya lega..kata-kata Alex menenangkan dirinya.......


Sementara Alex tau semua tak akan baik-baik saja..Dave datang dengan membawa dendam karna itu...Dave tak akan bermain-main...


__ADS_2