Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Misterius


__ADS_3

Sebuah mobil memasuki sebuah gerbang yang sudah di penuhi asap tebal dari jauh tampak pemadam kebakaran dan semua anak buahnya bahu membahu memadamkan api yang berkobar, tatapan Dave mengeras....hancur sudah bisnis yang menjadi kebanggannya selama bertahun-tahun, Dave melakukan bisnis ilegal ini sudah sangat lama dan tentu saja menjadi sumber pemasukan paling besar di antara bisnisnya yang lain...


Namun...kini semuanya lenyap seiring kabut hitam tebal yang membumbung ke langit,...


Jemarinya terkepal dengan kuat, bagaimana mungkin gudang dengan penjagaan yang begitu ketat, mampu kecolongan bahkan seorang pekerja yang sudah lama menjadi anak buahnya, dia berkhianat lalu dengan sengaja membakar gudang itu lewat sambungan arus pendek listrik. Dave sangat geram karna ingin sekali ia mendapatkan si penghianat itu namun, mantan anak buahnya itu menghilang dengan cepat bahkan ia dan seluruh keluarganya lenyap begitu saja...Dave sama sekali tidak bisa melacaknya bahkan dengan kekuatannya,....


Melihat semua ladang uangnya habis terbakar membuat Dave tak bisa menyembunyikan amarahnya...siapa di balik ini semua..mengapa pekerjaan mereka sangat rapi dan tidak dapat di selidiki...


Apakah Alex...? namun...Alex tak mampu bekerja sendiri lagi pula Arkana masih terbaring koma jadi Dve harus melepaskan kecurigaan terhadap mereka...


Namun Dave tak akan membiarkannya begitu saja..ia akan mampu mendapatkan informasi tentang siapa di balik kejadian ini...


Rio menghampiri mobil dan menundukan kepalanya...


''Sebaiknya tuan Dave pergi dari sini....kami akan menghilangkan jejak, polisi akan tiba sebentar lagi dan akan menjadi pertanyaan besar jika tuan terlihat oleh mereka bukan...''


Dave menganggukan kepala...ia menatap Rio.....


''Cari bukti sekecil apapun Rio...aku harus mendapatkan identitas siapapun yang sudah berani menghancurkan gudang kebanggaanku...


''Aku akan mencari pelakun ya tuan Dave.,..percayalah kepadaku.''ucap Rio dengan tatapan serius...


************************************************


Alex membuka pintu ruangan Ana dan membawa Aleysa di dalam gendongannya...Ana yang melihat kedatangan putrinya langsung bangkit dari sofa dan bersemangad melihat Aleysa yang tertawa dan berceloteh lucu...


''Anak ibu...'' jerit Ana langsung mengambil Aleysa di dalam pelukan Alex dan membawanya ke dalam gendongannya dan mulai mencium wajah kecil itu dengan gemas.


Alex hanya tersenyum dan meletakan semua peralatan si kecil Aleysa karna hari ini dia akan menginap...


Ana tersenyum dan membawa Aleysa ke arah dinding kaca dan memperlihatkan pemandangan sang ayah yang masih terbaring tak sadar..sementara Alex hanya memandang mereka dengan senyuman bahagia di wajahnya..namun senyumnya menguap dengan cepat ketika melihat sebuiah bingkisan yang di letakan di atas meja...dan Alex langsung mengenali bingkisan itu..


''Apakah Dave datang kesini..''serunya dengan penasaran..


Ana membeku, seketika menghentikan tawanya dan menoleh kepada Alex yang tampak kesal...


Ana lalu melangkah mendekati Alex dan duduk di hadapannya..


''Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu...duduklah dulu Alex..'' pinta Ana dengan lembut...


Alex terpaksa duduk karna ia ingin tau apa maksud kedatangan Dave, lalu bagaimana reaksi Ana...apakah Ana sudah bersikap tegas padanya atau justru sebaliknya...?Alex sungguh tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

__ADS_1


''Katakan.....'' ucap Alex menunggu...


"Ehm....yah...kau benar tentang Dave yang datang kesini..." Ana mengaku...


"Biar ku tebak kau bersikap manis lagi kepadanya Ana...." tuduh Alex tak suka...


Bukan dia cemburu namun, ia tau benar jika Dave mengincar Ana dan ia tak ragu untuk memakai cara licik dan Alex ingin Ana bisa tegas mengatakan tidak untuk pertemuan selanjutnya...agar pria itu berhenti bersikap percaya diri, Ana terlalu baik dan Alex tak ingin ia salah melangkah....


"Alex...jangan marah dulu dan biarkan aku menjelaskannya kepadamu..." pinta Ana dengan wajah yang memelas...


Dan Alex akhirnya berusaha tenang....


"Dia datang pagi ini dan memberiku sarapan, aku bahkan tidak memakannya Alex...tadinya aku ingin mengusirnya pergi namun dia mengatakan sesuatu tentang Maya...." ucap Ana menyipitkan matanya..


"Maya...." ulang Alex...


"Yah Maya...dia bilang Maya menembaknya di bahu...jadi mau tak mau aku bersikap manis demi informasi yang akan aku dapat...dia percaya kepadaku Alex..."


''Kau sangat licik..'' Alex tersenyum..


''Aku anggap itu pujian..'' Ana tersenyum malu...


Alex ikut tersenyum lalun berpikir sebentar, rencana mereka demi menghancurkan Dave secara perlahan berhasil, Alex bertekad kalau ia akan membuat Dave kehilangan segalanya dan jatuh miskin dan mereka akan mengirimnya ke penjara dalam waktu yang lama akan membuat Dave tersiksa...


"Hani bilang dia melapor pada polisi dan para pria muncul mengaku kalau mereka polisi, jadi Hani tidak punya pilihan selain memberikan Maya kepada mereka..." Ana menjelaskan...


"Jadi Dave bekerja sama dengan polisi, aku yakin dia pasti ingin melenyapkan Maya namun Maya lolos..." desis Alex mengepalkan tangannya


Ana sangat terkejut....


"Aku yakin jika penembakan Arkana yang di lakukan Maya ada hubungannya dengan Dave." ucap Alex tajam...


Ana merasa lemah mendengarnya.....


"Lalu bagaimana dengan cctv Hotel, apakah kau tidak mendapatkaan rekaman yang menunjukan sesuatu..'' tatap Ana penuh harap...


Alex menggeleng......


''Cctv di bagian belakang gedung tidak terpasang, Dave benar-benar merencanakan ini dengan matang...''


''Lalu.....apa yang harus kita lakukan Alex...bagaimana menghukumnya kalau dia punya pengaruh di kota ini..aku sangat takut dia mencelakai Arkana...''

__ADS_1


''Kau tenang saja...lalu apa lagi yang dia katkan kepadamu Ana..''


Ana mengerutkan kening sembari mengingat...


''Sebenarnya dia ingin duduk lebih lama disini namun, ada telp yang mampu membuat wajahnya sangat pucat Alex...''


''Katakan...''


''Dia menyebut kata gudang dan segera pamit dari sini, dan ia pergi begitu saja..''


Alex membeku....lalu menatap ke arah dinding kaca dan menganggukan kepalanya...mereka akan melumpuhkan semua sumber uang Dave...dia akan berpikir seribu kali untuk melawan mereka....


Alex tersenyum......


''Hey...mengapa kau malah tersenyum...'' tanya Ana penasaran.


Alex lantas memajukan tubuhnya......


''Kami akan menghancurkan pria itu dan membuat dia mengaku Ana...aku akan mencari Maya...mereka berdua tidak akan pernah lolos....''


''Kami...apa maksud kata-katamu, kau bersama siapa Alex....''tanya Ana penasaran...


Alex langsung berdehem dan menutup senyumnya, ia menjadi gugup..pandangan matanya turun dan menatap Aleysa yang sedang bermain sendiri...


''Seorang teman Ana, dia memiliki ide yang luar biasa dan aku mengakuinya dia sangat hebat.''


''Seorang teman...''


''Yah...aku akan mempertemukanmu dengan dirinya...''ucap Alex misterius..


Ana hanya mengangguk, seorang teman..? pasti dia hebat sekali... Ana hanya menganggukan kepalanya ikut tersenyum...


*************************************************


Maya membuka mata dan begitu terkejut ketika menyadari jika ia berada di sebuah ruangan berwarna putih, ada jarum infus di tangannya...Maya merintih ketika kakinya terasa sakit.....


Matanya berkeliling sesaat dan mengerutkan kening...ingatan terakhirnya adalah ia jatuh ke dalam jurang lalu tidak mengingat apapun lagi...


Siapa yang menyelamatkan dirinya....??


Maya menjadi gemetar ketika pintu terbuka dan seseorang yang tidak ia sangka masuk dan mengejutkan dirinya.....

__ADS_1


''Tuan.....''


__ADS_2