
Mike dan Divara akhirnya bersepakat untuk saling menjauh sampai Divara melahirkan anaknya...
Di sebuah rumah sakit mahal...telah lahir seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, dan yang lebih membuat kagum adalah wajahnya menyerupai Dilan....
Hingga Hani dan Danar tak mampu menahan rasa bahagianya ketika Divara berhasil melahirkan anaknya dan Dilan...
Suasana haru menguasai orang tua Dilan, mereka begitu bahagia menyambut kelahiran Dilan kecil..
mereka bersepakat menamainya Dilan, sebagai pengganti Dilan karna seorang Dilan tak akan terganti di mata Hani dan Danar..namun ini adalah darah dagingnya jadi Hani sungguh bahagia..lebih dari sebelumnya...
6 bulan setelah melahirkan...
Sikecil Dilan memang berada di dalam pengasuhan Hani...dan Danar, sementara Divara memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda...
Dilan kecil membawa cahaya baru dalam hidup Hani dan Danar setiap harinya mereka akan bermain bersama...
Danar juga lebih sering pulang dari kantor untuk bermain bersama Dilan, jika waktu senggang maka Hani dan Kiara akan membawa Dilan ke kantor sang ayah Danar...mereka lalu ke taman bermain dan bermain sampai puas..dulu seorang Danar setgelah kematian Dilan hanya mengurung diri di kamar namun saat ini tidak..seolah mendapat kekuatan baru berkat kelahiran Dilan..
Divara memutuskan tinggal di apartemen dan membiarkan mertuanya menikmati waktu dengan Dilan....yah..melihat senyum ceria di wajah mereka membuat hati Divara menjadi hangat dan tenang...bagaimana pun, ia rindu dengan senyuman di wajah mereka....
Divara memasuki rumah dan langsung tersenyum melihat Dilan yang sedang bermain bersama sang ayah Danar..sebenarnya Divara tak tau mengapa hari ini dia di panggil oleh sang mertua...
Hani menuruni tangga...
''Putriku...'' sambut sang ibu dengan tangan terbuka..
Divara melangkah dan memeluk sang ibu dengan sangat erat....
__ADS_1
''Ibu aku merindukanmu...''
''Sejak kau sibuk kuliah dan memulai bisnis kecantikanmu kau sudah jarang menengok kami...''
Divara tersenyum...
''Kan ada Dilan dan Kiara bu..''ucap Divara tersenyum..
Dilan putranya tidak dekat dengannya bahkan tidak mengenalinya sebagai ibu....karna memang Divara memberikan Dilan kepada orangtua Dilan yang sebenarnya...hatinya tenang ketika sadar hari demi hari Dilan tumbuh dan menyerupai Dilan yang telah tiada...warna matanya juga sama...
''Apa kau sangat sibuk Divara...''
Danar mendekat Divara membiarkan Kiara bermain-main dengan Dilan...
''Parfumku akan launcing minggu depan ayah..'' ucap Divara menundukan kepala dengan homat...
''Bagus,...jiwa bisnis ada di dalam dirimu...jadi ayah tak ragu jika suatu saat...
''Ayah akan membuatku sedih...jangan berkata begitu...siapa yang akan menjaga Dilan...jika ayah dan ibu tak ada...'' ucap Divara dengan mata yang basah.
Deg!!!!
Mereka pun tertawa........
''Ayahmu sengaja mengatakan itu agar mendapatkan cucu lagi darimu..'' ucap Hani sengaja mengoda Divara..
''Ibu.....''
__ADS_1
''Ibu dan ayah akan menjodohkanmu dengan saudara Damian, dia putra tunggal dari adik sepupu ayah Arkana...'' ucap Hani tegas...
Deg!!!!
''Ibu aku tak ingin bu,...jangan memaksaku..'' suara Divara mulai serak...
''Pria ini sangat baik dan ibu ingin kau juga menjalani hidupmu Divara kau bahkan baru berusia 21 tahun....''
''Ibu......''
''Pria itu akan datang kesini..''
Hani berdiri dan tak lupa menarik Divara ikut berdiri dan beberapa saat kemudian mobil memasuki pekarangan rumah....
''Ibu hentikan,....apa maksud ibu...''
''Kau harus menikah lagi dan memberikan aku cucu,.....''ucap Hani tegas..
Sementara Divara hanya mampun menggeleng...menurut ketika Hani dan Danar membawanya ke ruang tamu dan di saat yang sama....
Seorang pria masuk dan menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Selamat malam...''
Divara mengangkat wajahnya dan membeku disana...matanya melebar dengan ekspresi terkejut,....melihat pria itu tersenyum kepadanya....
Deg!!!!
__ADS_1