Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kau Tak Bisa Pergi


__ADS_3

Tubuh Diza di paku di tempat mendengar ucapan Dokter Mark yang begitu mengejutkan,...


''Apa maksudmu dokter Mark..'' desah Diza dengan wajah yang pucat..


''Kau akan keluar dari sini ketika kau sudah berhasil menjadi milikku Diza Rule...


''Apa.......''


Mark tersenyum tajam...


Pria itu menaikan sudut bibirnya dengan tatapan dingin yang menekan, jelas terlihat di wajahnya kalau ia benar-benar tidak terima gadis yang di incarnya nyatanya berciuman dengan pria lain meski dia dan Dilan bersaudara..


Mark butuh Diza untuk membungkam pertanyaan orangtuanya dan keluarganya bahkan teman-temannya tentang pernikahan..


Mark adalah pria yang benci dengan pernikahan, apalagi komitmen yang mengikat, ia menjunjung tinggi kebebasan bahkan berniat untuk membujang selamanya...Mark tidak menyukai anak-anak dan bahkan membencinya entah mengapa...


Mark lebih menyukai kesendiriannya....


Tentu saja, Mark selama ini menyembunyikan sisi gelapnya ini dari siapapun termasuk keluarga, sebagai seorang dokter yang terhormat, punya nama, menjadi kebanggaan keluarga dan menjadi sumber puja-puji nyatanya Mark menyembunyikan fakta bahwa ia punya rahasia gelap sendiri, ia tidak menyukai komitmen dan mempunyai masalah kepribadian yang aneh jika dunia tau, karna itu selama ini Mark selalu menutup dirinya. bersembunyi di balik jubah dokternya yang identik dengan image Malaikat penyelamat.


Sebagai seorang pria dewasa sudah seharusnya Mark menikah, dulu sang ibu Fera menjodohkannya dengan Aleysa Arkana namun nyatanya tidak berhasil, ibunya menjadi putus asa apalagi melihat Damian dan Aley sudah menikah, kini ia telah di langkahi dan berulang kali sang ibu, mengultimatum dirinya untuk menikah..


Menikah..untuk apa menikah, kadang Mark berpikir mengapa orang mau menikah padahal ujung-unjungnya ada pernikahan yang tidak berhasil dan kemudian mereka berpisah, beberapa dari temannya mengalami hal itu, beberapa juga dari keluarganya mengalami hal yang sama meski memang kejadian itu tidak menimpa keluarga intinya..mengapa status sosial itu penting dan di elu-elukan, di dalam perkumpulan apapun yang di bahas tak jauh dari hubungan, padahal bagi Mark ia benci sebuah hubungan apalagi pernikahan yang mengikat, tapi tetap saja ia adalah anak tunggal tentu menjadi beban tersendiri..sang ibu selalu memintanya menikah karna alasan usia padahal baginya tak masalah...


Mark hanya butuh wanita ketika ia sedang ingin melepaskan hasrat biologisnya lalu menyelesaikan dengan sejumlah uang dan memutuskan hubungan ketika keluar dari kamar..


Mark punya akses sendiri dengan wanita-wanitanya.....tak ada seorangpun yang tau sisi liarnya..Mark berniat hidup melajang selamanya..sampai ia bertemu dengan Diza di rumah sakit..


Mark merasa tatapan Diza begitu memikatnya dan berbeda..pria itu bahkan tak bisa melupakan wajah Diza mulai saat itu..


dan perburuanpun di mulai ia tau benar bahwa Dilan pun mengincar Diza namun ia lebih dewasa dan sangat pintar..lalu Mark pun meminta paman Danar mengatur pertunangan Dilan dan Diza..lalu dengan sabar ia membawa Diza ke sarangnya dimana di tempat inilah Mark meletakan semua topengnya..di ketinggian lantai 50 apartemennya yang sepi...


Mark mendekati Diza yang bergerak mundur dan menghindarinya..wajah Diza begitu pucat,....


''Dokter Mark..aa..aapa yang kau akan lakukan..to..tolong biarkan aku pergi...aku mohon..''


Mark tertawa...

__ADS_1


''Melepaskan kau pergi...kau pikir aku segila itu Diza...kau pikir aku akan membiarkanmu menemui Dilan...yah...kau akan menemuinya tapi ketika kau sudah menjadi milikku..''


''Tidak....kau sudah gila,.....aku dan Dilan kami saling mencintai mengapa kau sangat kejam...''


''Diam.......cinta..tak ada cinta Diza...kau bodoh jika percaya itu..'' teriak Mark dengan tajam..


Diza merasa sudah gila dengan percaya kepada Mark bagaimana mungkin Mark ingin melakukan itu kepadanya bagaimana mungkin...??


Diza kemudian mendorong tubuh Mark menjauh lalu dengan cepat gadis itu berlari menuju pintu utama walau harus melewati beberapa kamar, namun Diza tidak putus asa dengan berlari sekencang mungkin dan akhirnya ia pun sampai di pintu yang tertutup rapat itu..


Diza menjadi gusar..apa yang harus ia lakukan, bagaimana caranya keluar....


Sementara Mark melepas Jassnya berikut dasinya, lalu melangkah mengikuti Diza yang masih terus membuka pintu dengan sekuat tenaga....


Suara langkah kaki Mark mendekat hingga airmata ketakutan menetes di wajah Diza...ia menoleh beberapa kali namun sialnya Mark sudah menguncinya...


Sekarang bagaimana..apa yang harus Diza lakukan...??


Tepat di saat yang sama........


Diza menoleh ke dalam tasnya, hatinya berdebar senang...karna tau ia bisa lolos jika menerima telp itu.....secepat kilat, Diza membuka tasnya dengan jemari yang gemetar...


Sial sekali..


Mengapa Diza harus memiliki tas yang rumit...?? karna terlalu gugup tasnya tak bisa terbuka,


''Aaaarrrrggghhhtt....aku mohon.......''


Diza kembali mencoba dan akhirnya terbuka....


Segera...Diza meraih ponsel yang berdering itu lalu akan mengangkatnya namun....


Sebuah suntikan membuat lengannya seolah mati rasa....ponsel itu jatuh dari genggamannya dan sudah bisa di pastikan jika Mark yang menangkap ponselnya dan menerima telp...


Sembari terus menancapkan suntikan itu ke tubuh Diza yang mulai melemah...Mark tersenyum..melihat nama penelfon..


''Papa.......'' ucap Mark lalu berdehem sebelum mengangkat telp..

__ADS_1


Alex : Hallo..putriku,.....


Mark : Paman Alex, maaf..ini dengan dokter Mark...aku minta maaf harus memberitahu kalau aku dan Diza kami sedang makan malam aku... namun dia sedang ke toilet..aku pikir paman akan khawatir jika menunggu lama..


Alex : Dokter Mark, baiklah...aku menjadi tenang jika Diza bersama denganmu..kami akan pulang seminggu lagi aku khawatir..


Mark : Aku akan menjaganya paman, lagi pula dengan ini aku juga ingin mengatakan satu hal kepadamu paman Alex...


Alex : Katakan saja Alex


Mark : Aku dan Diza saling mencintai...jadi aku akan berbicara serius jika paman sudah pulang nanti,....


Alex : (Sedikit terkejut ) Baiklah...aku senang mendengarnya, jaga dia Mark..sampaikan salamku kepadanya.


Mark : Akan aku sampaikan paman Alex, salah hormatku pada bibi dan ibu Ana dan ayah Arkana..


Alex : Baik....tentu saja, sampai jumpa Mark...


Mark : Sampai jumpa paman...


Telp di putus...dan Mark tersenyum menurunkan pandangan pada sosok Diza yang sedang merintih..


Mark tersenyum dingin lalu menundukan tubuhnya sejajar dengan tubuh Diza..


''Kau kejam..apa yang kau lakukan padaku...''


''Aku ingin kau menyerah kepadaku Diza..aku ingin kau menikmati percintaan kita dan memuaskanku, aku tidak suka dengan penolakan sayang...''


Diza mendorong tubuh Mark menjauh lalu berdiri dengan tubuhnya yang goyah..sementara Mark mendekatinya tak sabar...


''Mark....apa yang kau lakukan ini..mengapa tubuhku terasa panas...panas sekali.....'' desah Disa dengan airmata yang menetes..


''Aku menyuntikan obat perangsang pada tubuhmu sayang....kita akan saling memuaskan sampai pagi..''


''Tidak.........tidak.....''


Diza menggeleng histeris..tubuhnya terjatuh di sofa dan Mark langsung mendekatinya dengan tatapan lapar.....

__ADS_1


__ADS_2