Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Ancaman Indah


__ADS_3

Suara Maya yang melengking tajam membuat Dave terbangun dengan terkejutnya, mereka saling menatap dalam keheningan, Maya melebarkan matanya sungguh tak menyangka jika mereka berada di dalam satu kamar apalagi di satu ranjang yang sama..bagaimana mungkin, apa yang telah Dave lakukan kepadanya mengapa tubuh atasnya polos di bawah selimut, Maya mengerang bisa-bisanya dia tidak sadar apapun ketika pria ini membawanya..?


''Mengapa aku ada disini Dave...mengapa......''


Dave menghela nafas, masih mengumpulkan kesadarannya ketika ia di bangunkan tiba-tiba, pria itu memejamkan matanya sebentar, baru saja ia ingin tidur dan merasakan kehangatan ketika tubuh mereka saling memeluk walau tidak melakukan apapun, karna jika ia memaksa maka Maya akan terbangun dan marah, Dave tak mau mengambil resiko jika anaknya merasakan kemarahan yang sama...Dave mengangkat wajahnya menatap Maya..


''Maya.....''


''Mengapa kau bisa membawaku, bagaimana bisa apakah.....apakah kakakku dan.......''


Dave menyerah untuk jujur...


''Mereka mengijinkan aku untuk membawamu Maya...''


''Hah......''


Maya berseru panik lalu turun dari ranjang tak perduli tubuh atasnya polos, pemandangan itupun tak luput dari tatapan Dave yang panas....


Tubuh Maya sangat indah apalagi dengan kehamilannya sekarang, gundukan di perutnya membuat May terlihat lebih sexy...Dave hanya melonggarkan tenggorokannya dengan susah paya berusaha menahan gairahnya yang bangkit...Maya sangat keras kepala jadi Dave harus benar-benar mempersiapkan mentalnya...


Maya melangkah menuju jendela besar dan menemukan hanya gedung tinggi di hadapannya, wajahnya berubah pucat ketika ia menurunkan pandangan, dan pemandangan lalu lintas yang berukuran sangat kecil di bawah sana membuat Maya panik..Dave membawanya ke apartemen....yang entah dimana...Maya menoleh tidak terima..


''Apa yang kau lakukan Dave, dimana ini...mengapa kau membawaku, apakah..kau..melukai keluargaku, aku benar-benar tidak.......''


''Maya..tenanglah dulu...''


Maya bersedekap dia belum juga sadar bahwa sedari tadi dia mondar-mandir tanpa atasan dan setiap gerakan tubuhnya membuat Dave mengutuk pikiran liarnya...


''Bagaimana bisa aku tenang, kau pasti menembak salah satu kakakku...kau harus ingat aku tidak akan memaafkan mu aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka...'' jerit Maya tak terima..


Dave memutuskan ia harus menghentikan Maya, pria itu bangkit dari ranjang juga hanya mengenakan boxernya, sementara sesuatu di baliknya terasa sesak dan membesar seolah ia terhimpit dan ingin bebas...


Dave mendekati Maya dan memegang bahunya, keduanya saling menatap....


''Mereka baik-baik saja....yang harus kau tau adalah mereka masih hidup dan bernafas sekarang,....'' tatap Dave dengan tajam..


Maya menghela nafas, memegang dadanya yang bergetar karna terlalu terkejut...tidak..ia tak bisa menerima, bagaimana kalau Dave berbohong...


''Jika kau tidak melukai mereka mana mungkin kau bisa membawaku, mereka tak akan diam saja ketika tau kau mau membawaku pergi, Maya menggertakan giginya...katakan dengan jujur Dave..'' Maya masih tidak percaya kepada Dave

__ADS_1


Dave mengangguk...


''Kau mau aku benar-benar jujur malam ini...''


''Yah...tentu saja...aku tau pasti bahwa kau..pasti berbuat sesuatu yang jahat...''


Dave mengerang kesal...


''Kau selalu berbicara sesukamu...Maya, kau tidak pernah berhenti curiga kepadaku.''


''Karna aku mengenalmu jadi tak ada alasan lagi aku tau semua tentangmu Dave...''


Dave tersenyum dingin.....


''Silahkan telp kakakmu untuk memastikan mereka masih hidup atau sudah mati...''tantang Dave yang tentu saja di terima Maya...


Maya melangkah melewati Dave dan meraih ponselnya..namun sebelum Maya menelfon, ponselnya direbut oleh Dave dan membuatnya bertanya...


''Dave apa maksudmu...''


''Aku harus jujur bahwa aku...tetap kejam Maya...''desis Dave mendekat...


''Apakah aku boleh jujur kepadamu bahwa...aku sedang ingin bercinta denganmu Maya...''


''Dave..aku tidak akan pernah mengijinkanmu....''


Dave tersenyum dingin....


''Pilihan ada di tanganmu Maya, layani aku atau kau mungkin tak akan pernah menemui kakak-kakakmu lagi bahkan kau akan tinggal selamanya di gedung ini..''ancam Dave yang semakin membuat Maya geram.


''Kau sedang menjebakku...'' jerit Maya tidak terima..


''Seperti biasa Maya..kau sangat pintar...''


''Aku tidak mau.....''


''Apa kau yakin tidak ingin tau kabar kakak-kakakmu...kau tau bukan kalau aku kejam..tentukan pilihanmu...''


Maya menggeleng menolak...

__ADS_1


''Aku akan membalasmu Dave....''


''Silahkan saja karna kita berdua akan tinggal di apartement ini suka atau tidak suka....aku akan menahanmu sampai kau menerimaku jadi...aku akan siap dengan semua bentuk balas dendammu..''


Maya akhirnya tidak punya pilihan dengan menyetujui keinginan Dave untuk menyentuhnya...


ketika Dave ingin menciumnya...Maya menahannya....


''Biarkan aku menelfon mereka dulu tolonglah.....'' rintih Maya dengan sikap manis..


Untuk sejenak Dave meredupkan pandangannya dan mendekatkan wajahnya....


''Sayangnya aku sama sekali tidak percaya dengan wajah memelasmu Maya, bukankah kita saling mengenal....''


Maya terkejut ketika ponselnya di rebut dan Dave mengedipkan matanya..ia menatap Maya dengan tajam...


''Masih banyak waktu untuk menelfon....bagaimana kalau setelah kita bercinta saja kau menelfon mereka...lagi pula aku sudah tak tahan...tubuhku akan meledak jika aku menunggu lama...''


''Kaauu....''


Kata-kata Maya terputus, ia ingin membuka mulutnya untuk mengumpat namun, kesempatan itu di gunakan Dave untuk melum** bibirnya, Maya mengerang ketika bibir Dave menjalar masuk menerobos kenikmatan yang segera membakarnya dengan cepat..


Maya bahkan tak sempat menghindar ketika tubuhnya tiba-tiba saja berpindah tempat di atas ranjang yang empuk, Dave telah menindih setengah tubuhnya pria itu tampak lebih berhati-hati menyadari Maya sedang hamil...gundukan kecil di perut Maya membuat Dave jatuh cinta...pria itu menunduk mengecup permukaan perut Maya,..


''Papa akan berhati-hati dan tidak melukaimu sayang...'' bisik Dave sangat lembut hingga untuk sesaat Maya terpana mendengar Dave berbicara sangat lembut kepada anak mereka yang bahkan terlalu kecil untuk mendengar dan merasakan....


Maya merasa sedikit hangat..........


Sebelum ia menyesal beberapa detik kemudian ketika Dave usai mencium perutnya, pria itu lantas menatapnya dengan tajam...


''Aku merindukanmu sayang.....''


Maya tak mampu menghindar ketika Dave mendaratkan lum***nya di pa yu da ra Maya yang terlihat lebih berisi dari biasanya tentu saja karna ia sedang hamil..dan kenyataan itu semakin membuat Dave gemas...


Kedua tangan kokohnya meremas dengan posesif bukit kembar milik Maya dan menghis*pnya dengan rasa haus seolah dia sedang berada di padang gurun..


Erangan nikmat itu lolos dari bibir Maya, meski ia menyesal namun...ia tak dapat mengontrol tubuhnya ketika mendapat sentuhan dari Dave...


Pria itu tersenyum ketika menyadari Maya tak berdaya di bawahnya.......

__ADS_1


''Kau adalah milikku Maya.....''


__ADS_2