
''Selamat malam tuan Arkana mantan sahabatku.''
Arkana mengeraskan rahangnya, melihat sosok Alex membuat emosinya naik dengan cepat, Arkana sungguh tak tahan untuk berada lama di dekat pria ini, naluri pembunuhnya bangkit tak terkendali...
Alex tersenyum dingin melihat kemarahan Arkana yang terlihat jelas di wajahnya, sementara Ana merasa sedikit pusing, berada di antara Alex dan Arkana masih saling menatap dengan aura membunuh yang kentara.
Bisakah dia lari dari situasi menegangkan ini..? rasanya bernafas saja sulit baginya.
''Tempat si mantan ada di tempat sampah bahkan aku tak pernah mengingat kembali jika ia pernah hidup di sekitarku.''
Sambil berkata, lengan kokoh Arkana memeluk punggung Ana dengan posesif seolah menegaskan jika Ana adalah mutlak miliknya, hingga Alex terpengaruh ia melihat kemesraaan itu dan mulai panas....
''Aku hanya ingin menegaskan kepadamu jika apa yang di dapatkan dengan cara yang salah maka siap saja, suatu saat kau mungkin akan kehilangannya..''
Tanpa malu, Alex menatap ke dalam mata Ana yang cemas, Ana memberi isyarat lewat tatapan mereka agar Alex berhenti dan pergi saja, namun pria itu mengabaikan dirinya, di banding pergi, Alex lebih suka membuat Arkana kesal, jika beruntung ia bisa melihat ini terkena serangan jantung atau apapun...Alex bahkan tak ragu untuk menyumpahinya.
''Kau mungkin melupakan sesuatu Alex, aku selalu mendapatkan semua yang aku mau dan perlu kau ingat jika apa yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku..kau dengar itu.''
Alex terbakar...
''Benarkah kau yakin sekali jika........''
''Ehmm.........''
Ana memutuskan ikut campur dengan menengahi mereka, bahkan beberapa tamu yang lain sudah berbisik tentang mereka, jika ia tidak segera bersikpa maka Alex dan Arkana akan saling mengarahkan pistol saat ini.
''Bisakah kalian berhenti,...jika mau saling membunuh bukan di tempat ini...'' lirik Ana tegas..
Aksana dan Alex spontan menatap ke arahnya dan Ana menjadi gugup, dua orang Mafia sedang menatap kepadanya. dan rasanya sangat menakutkan..
''Ana........''
''Ana Sayang......''
Arkana dan Alex sama-sama memanggilnya dengan nada tegas,dan ia pun menjadi bingung sendiri..
''Tolong berhenti, jangan bersikap seperti anak berusia 5 tahun..'' pinta Ana pelan.
__ADS_1
Dan ajaibnya, kedua pria itu langsung diam walau masih mengirimkan tatapan tajam..
''Berhati-hatilah Alex, aku tak akan melepaskanmu..'' ucap Arkana dengan pandangan tajam..
Alex bersedekap tak mau kalah..
''Aku bahkan tak pernah takut mati jadi, pastikan kau juga mempersiapkan dirimu, kemungkinan bisa terjadi.''lirik Alex tegas..
''Apa maksudmu.'' Arkana tak mampu untuk menahan emosinya, lalu mendekati Alex dan keduanya bertatapan tajam.
Melihat kebersamaan Alex dan Arkana yang langka seorang teman bisnis bernama David mendekati mereka, meski ia tak pernah tau mengapa persahabatan dua Mafia yang paling kejam itu renggang namun sosok Alex dan Arkana sangat menarik ketika mereka tampak terlibat pembicaraan yang penuh ketegangan, pria itu tak sabar untuk bergabung...
''Selamat malam...apakah aku mengganggu.'' sapa David menundukan kepalanya dengan hormat, tatapannya tak lepas dari sosok Ana yang memang menjadi bintangnya malam ini. dia sangat bersinar dan mampu menghipnotis para tamu beruntung Arkana mendapatkan istri secantik ini.
Alex tersenyum dingin menjauhkan tubuhnya dari Arkana dan tersenyum kepada David dengan senyuman penuh arti...
''Kau datang tepat waktu aku dan tuan Arkana sedang sedikit reuni..''
Alex tersenyum kepada Arkana yang masih di liputi kemarahan, bahkan ia tak merubah nada bicaranya apalagi wajahnya..
''Kalian saja yang bicara sekarang, karna aku adalah pria beristri sekarang..kami harus pulang karna aku tak sabar menghabiskan malam panjang bersama istriku..''
David merasa bingung dengan sikap Arkana yang mengandung kemarahan sementara Alex juga sudah mengepalkan tangannya, David semakin tertarik...
''Tunggu sebentar tuan Arkana...bukankah ini masih belum terlalu malam, kita bisa berbincang sementara..........''
Kata-kata David terputus dengan dramatis ketika melihat wajah Arkana yang jauh dari kata ramah..
''David, bisakah kau membawa Alex pergi dari pesta ini, bawa dia ke club malam, atau ajak dia berkencan, jika mungkin kau bisa memanggil wanita malam untuk menemaninya, sebagai sahabat aku sangat prihatin dengan kesendiriannya..aku sudah menikah dan bahagia bersama istriku sementara sahabatku masih merana..aku sangat sedih..'' pandangan Arkana meredup..
David hanya membeku di tempat....apa yang sedang terjadi disini..? menyadari aura ketegangan di sini begitu kuat pria itu lebih memilih menutup mulutnya...
Arkana tersenyum kejam, menikmati tatapan Alex yang tersiksa sungguh suatu kepuasan bagi hatinya melihat pria yang putus asa ini tak berdaya, Arkana sangat senang dengan usulan Ana ketika lebih memilih membiarkan Alex menderita sampai kematiannya.
Arkana kemudian merengkuh punggung istrinya dan melangkah pergi dari antara Alex dan David yang berdiam diri..
Alex sungguh tak terima dengan semua perlakuan Arkana yang dominan kepada Ana,...
__ADS_1
Ana adalah miliknya dan ia tak akan menyerah, mari saling menghancurkan dan biarkan Tuhan yang menentukan siapa pemenangnya,....
Alex hendak melangkah pergi dari tempat itu namun David menahannya..
''Tuan Alex, apakah benar tuan ingin mengunjungi Club atau mungkin berkencan, aku punya beberapa kenalan.......
David terus saja berbicara dan tidak memperhatikan wajah Alex yang mengeras pria yang sudah di kuasai minuman beralkohol itu mengeluarkan sebuah pistol kecil yang selalu berada di dalam saku jasnya, yang selalu menemani kesendirian dan kesepiannya...dan pistol itu kini mengarah di perut David, pria itu membeku lebih tepatnya gemetar..bahkan nafasnya mulai tidak teratur karna ketakutannya..
''Tuan Alex...''
''Jangan mencoba mendekatiku atau mencoba akrab, aku tak butuh teman sepertimu David. lain kali jika kita bertemu maka menyingkirlah yang jauh atau aku akan menembak kepalamu tanpa berpikir dua kali..'' lirik Alex dengan tegas..
David menghela nafasnya dengan berat lalu buru-buru menganggukan kepalanya dengan cepat..lalu meninggalkan Alex sendiri..
Alex lalu buru-buru keluar dari sana dan sialnya jejak Arkana sudah tidak ada lagi..
Sial.....Arkana, aku tidak akan menyerah.......gumam Arkana dalam hati...
*************************************
Sepanjang perjalanan pulang Arkana tak berhenti untuk tertawa ia merasa puas karna bisa membuat Alex tersiksa sementara Ana hanya terdiam, menyadari betapa terlukanya Alex membuat Ana merasa hancur......
''Kau benar sayangku...dengan membiarkan Alex tersiksa aku sudah merasa bahagia..''
Arkana mengecup punggung tangan Ana berkali-kali hingga wanita itu ikut tersenyum...
''Aku senang jika kau merasa bahagia Arkana.''
Arkana kemudian menghentikan mobilnya tiba-tiba, ia menatap ke arah Ana dan menyipitkan matanya...
''Sayang..aku ingin melakukan sesuatu pada Alex....''
Arkana menatap dengan sinar mata tajam,
Ana mengerutkan keningnya.......
''Apa yang kau ingin lakukan Arkana...''
__ADS_1