
Maya begitu terkejut melihat sosok Alex berada di hadapannya dan menatapnya dengan sangat tajam..tubuhnya merosot lemah di kursinya...seiring wajahnya yang memucat karna ketakutan yah...dari wajah Alex ia sudah menebak jika pria ini pasti sudah tau apa yang terjadi...
''Alex....'' gumam Maya dengan nada lemah....
''Well...setelah apa yang kau lakukan aku akui kau hebat karna bisa makan dengan tenang sementara kau menimbulkan kekacauan di dalam keluarga...''
Maya menguatkan hatinya sembari menatap Alex dengan dingin...lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan Alex yang menjadi kesal..
Pria itu mengepalkan tangannya dan mengikuti langkah Maya yang setengah berlari menjauhi pria itu, namun Alex yang memiliki tinggi yang jauh di atas Maya..tentu saja ia juga punya kaki yang panjang dan dengan gampangnya menggapai Maya.
Ketika gadis itu menggapai pintu mobilnya dengan maksud ingin melarikan diri namun terlambat karna ALex menutup pintu mobil dan mencekal tangannya..keduianya menatap dengan tajam..
''Jangan harap kau bisa pergi dariku setelah apa yang kau lakukan Maya..'' Alex menggertakan giginya,....
Maya tak punya pilihan dan menyerah ketika pria itu membawanya menuju mobil miliknya dan memasukan tubuh Maya ke dalam mobil dan menutupnya...
Segera Alex masuk kedalam mobil dan membawa gadis itu pergi dari sana..lokasi yang sama seperti kemarin ia dan Arkana bicara..pria itu mengeluarkan tubuh Maya dengan kasar dan menghempaskannya ke pinggir jurang lalu meraih pistol lalu mengarahkannya lurus pada sosok Maya yang begitu pucat....
''Alex....''
''Mengapa...? bukankah kau sudah siap mati ketika kau mulai merencanakan penghianatan...? bukankah kau harus siap menghadapi kemarahan dari orang-orang yang kau sakiti,....''
Airmata Maya menetes jatuh, ketika ALex mengangkat pistol dan ingin membunuhnya Maya begitu terluka,...seakan seluruh harapannya musnah seketika..tidak pernah di bayangkannya kalau hari ini Alex akan memandangnya penuh kebencian, dan menginginkan kematiannya...
''Jadi kau sudah tau segalanya...''
''Mengapa kau melakukannya Maya..bukankah Ana sangat menyayangimu...? bukankah dia yang membawamu dari panti dan ingin memberimu kesempatan untuk hidup layak? bukankah kau sangat keterlaluan ketika kau berusaha membunuhnya di ruang perawatan...?kau pantas mati...''
Maya bangkit berdiri dengan tegak...harapannya hancur...dan menjadi debu ketika Alex membencinya..jadi ia tak perlu berpura-pura lagi..ia sangat lelah...
''Yah...aku mengakuinya Alex....aku memang melakukannya...sesungguhnya aku sangat iri pada kakak...''jerit Maya frustasi...
''Kau iri...'' ulang Alex semakin geram...
''Yah...Ana mendapatkan segalanya, cinta darimu dan Arkana...meski dia telah mencampakanmu dan memilih Arkana tapi kau tetap mencintainya..bahkan maafmu akan selalu ada untuknya jika dia melakukan kesalahan....aku pikir itu sangat tidak adil Alex...........''
''Karna keserakahanmu dan rasa iri, kau ingin melenyapkannya begitu...? mengenai cinta...semua mengalir begitu saja May..bukankah aku memintamu bersabar..mengapa kau malah menjadi mata-mata musuhku Dave lalu ingin membunuh Ana...aku tidak akan mengampunimu...''teriak Alex dengan sangat murka...
__ADS_1
Hingga tubuh Maya menjadi lemah...ia tersungkur di padang rumput di pinggir tebing lalu menangis keras....menutup wajahnya dengan tangan...
''Aku hanya ingin di cintai seperti kak Ana...aku..hanya ingin mendapat perhatian sepertinya...tapi apa yang kudapat...? semua hanya memberikan cinta yang palsu untuk aku....semua hanya mempermainkan aku..'' balas Maya tak mau kalah...
Alex mendekat meraih Maya dengan satu tangannya yang kokoh....
''Kali ini aku tak bisa memaafkanmu Maya..hubungan kita berakhir dan jangan pernah berharap kau...akan mendapat kesempatan dariku karna..kesempatan itu telah lenyap....aku membencimu..dan tak pernah ingin lagi berurusan denganmu....'' desis Alex dengan tegas..
Maya menggeleng...
''Aku mencintaimu Alex...tolonglah...aku akan minta maaf pada Ana..aku akan berubah....Alex...'' jerit Maya memohon..
Gadis itu ingin memeluk Alex namun ia kehilangan kesempatan lagi, Alex mendorong tubuhnya mnenghindar tak ingin di sentuh..hingga Maya semakin hancur.....
''Kau tetap harus minta maaf pada Ana tentang semua kejahatanmu namun tentang kita itu sudah selesai...jangan pernah berharap apapun karna itu tak mungkin Maya...apa kau mengerti...''
Maya kehilangan kata..yang pasti rasa marah dan dendam semakin mengakar dan tumbuh subur di hatinya saat ini...
ia semakin membenci Ana....
Maya menganggukan kepalanya.......
Alex mendekatkan wajahnya dan semakin membuat Maya sedih...wajah itu yang begitu ia rindukan setiap malam...tidak..mengapa semua jadi hancur seperti ini...?
''Jika Ana mengampunimu maka aku akan mengikutnya tapi sebaliknya jika dia tetap membencimu maka jangan salahkan aku.....Maya..aku bahkan tak segan melenyapkan dirimu,...''ucap Alex menggertakan giginya...
Tubuh Maya bergetar melihat tatapan kebencian yang di alamatkan Alex kepadanya....bibirnya bergetar ketika mengucapkan kata maaf...
''Baiklah...aku minta maaf padamu Alex...aku akan meminta maaf pada Ana dan mari kita liat nasibku,...''ucap Maya tajam..
Alex menganggukan kepalanya dengan puas...
*****************************************************
Ana sudah kembali dari rumah sakit dan selesai menidurkan Baby Alesya...saat ia turun tangga Arkana dan Hani menatapnya dengan tatapan berbeda....hingga Ana menjadi heran..ada apa dengan mereka,...
''Kami ingin bicara kepadamu Ana..''ucap Arkana dengan tatapan serius hingga Ana menjadi gugup sendiri...
__ADS_1
''Bicara...baiklah tapi ada apa dengan wajah kalian berdua..''
''Kakak duduklah dulu....kami akan memberitahunya...''
Ana mengangguk lalu melangkah ke tempat duduk di ikuti Arkana dan Hani yang saling menatap dengan cemas...inilah saatnya memberitahu Ana...mereka tak mau mengambil resiko jika Maya mungkin akan menghasut Ana...
''Ada apa...'' tanya Ana tak sabar menatap bergantian mata Arkana dan Hani...
''Aku ingin mengatakan suatu hal mengenai Maya...''
''Maya...'' ulang Ana...
Hani menganggukan kepala...
''Ada sesuatu yang harus kakak tau mengenai Maya, bahwa dia tidak seperti dulu lagi...bahwa dia sudah berubah,..''
Ana terdiam sebentar....apa yang sedang terjadi ini...?
Arkana mengambil jemari Ana dan menggenggamnya erat...
''Kau harus tau jika selama ini Maya terlah menghianati kita...bahkan dia melakukan percobaan pembunuhan padamu sewaktu di rumah sakit....''ucap Arkana hati-hati.....
Ana membeku....
Hening.....
Hening........
Mata Ana berkaca-kaca seketika....Maya berhianat adalah hal yang mustahil yang ia dengar...wanita itu menggelng tak ingin percaya..,mengangkat wajahnya ia menatap mata Arkana dan Hani bergantian,...
''Apa maksud kalian berdua....aaaku..tidak mengerti...''
Hani lalu meraih remot televisi dan menghidupkan rekaman cctv yang di putar ulang di hadapan Ana....
Hening lagi....
Ana merasa seperti sebuah mimpi ketika melihat Maya masuk ke kamarnya dan menyumpahinya...lalu mengangkat selang oksigen dan membiarkan ia kejang karna susah berbafas,....
__ADS_1
Dada Ana bergemuruh melihat pemandangan menyakitkan itu di hadapannya hingga Arkana memeluknya dan menenangkan dirinya..
''Oh...Maya....'' desah Ana dengan kesedihan yang begitu dalam..