
Sepanjang jalan Aley hanya diam saja ia tidak sedikitpun melihat ke arah Damian, kepalanya mendadak pusing, bagaimana caranya melepaskan diri dari pernikahan ini bagaimana..ia tak akan sudi menjadi tumbal pria sakit di sampingnya tidak...
Alea tak akan pernah mau menikah dengan Damian apapun caranya ia tak bisa menerima cara orangtuanya berbohong, bisa-bisanya mereka menipunya tanpa rasa kasihan..dan hanya memikirkan kepentingan Damian...Damian hanya Damian..lalu bagaimana dengannya..
''Apa yang terjadi kepadamu sebaiknya kau...mempersiapkan jawabannya Aley...''
Suara dingin itu menembus lamunan Aley dan ia pun menoleh..
''Tak ada yang terjadi padaku Damian, jangan mulai lagi...'' ucap Aley menyela..
Damian tak membalas namun ia semakin mempercepat laju mobilnya menuju apartemen, entah mengapa sesuatu di dalam dirinya mulai meronta, rasa panas di dalam dirinya tak mampu di bendungnya lagi....
**********************************
Mobil itu sampai di apartement dengan cepat, Damian keluar dari sana dengan Aley yang mengikutinya dari belakang...
Para petugas yang berjaga di gedung apaertement itu hanya diam dan sedikit ngeri dengan tatapan Damian yang beku..
Damian setengah menyeret tubuh Aley sedikit kuat..
Aley hanya diam sembari mengamati emosi Damian yang terlihat mulai naik, hingga Aley hanya menghela nafas mempersiapkan mentalnya dia ingin menguji lalu melihat sendiri bagaimana kemarahan Damian yang tersembunyi itu dengan memprofokasinya. ia ingin mendapat satu alasan untuk menghindar dari pernikahan bersama Damian saat ini.
Mereka naik menuju lantai 30 gedung tinggi itu dan dalam hitungan menit pintu lift terbuka dan Damian menarik Aley keluar...
Ceklek..........
Pintu kamar terbuka dan mereka pun masuk, Damian tak bisa lagi menahan emosinya...ia mendekati Aley dan menatapnya dengan sangat tajam..
''Apa yang terjadi...apa yang terjadi denganmu Aley, mengapa kau menjadi berubah..kau berubah Aley, apakah aku melakukan kesalahan....''
Aley membeku mengamati Damian yang menatapnya dengan tajam, ia merasa ngeri sendiri matanya menjadi panas...
''Inikah dirimu yang sebenarnya....'' desis Aleysa dingin.
Jemari Damian terkepal....
''Apa maksudmu...''
Aley mendekat dan menatap mata Damian tak kalah tajam...
''Kau seorang monster berdarah dingin bukan...''
Deg!!!
Damian terkejut dengan ucapan Aley yang begitu dingin hingga tanpa sadar ia mengeraskan wajahnya..
''Apa maksudmu aku monster...siapa yang mengatakannya kepadamu...''
''Aku mendengar orang tua kita bicara, aku tak pernah menyangka mereka menumbalkan aku untuk menikah dengan pria sakit jiwa sepertimu Damian,..aku sungguh tidak menyangka....''
__ADS_1
Hening,.......
Damian sungguh syok mendengar perkataan Aleysa yang begitu kejam..dia sakit jiwa....? Damian bergerak mundur dan memegang kepalanya yang terasa pusing seketika..
Aleysa membeku, seakan tersadar dengan apa yang baru ia ucapkan, hoh Tuhan...mengapa dia mengatakan itu,....mengapa....?
Aleysa terbawa emosi dan menjadi menyesal sekarang...ketika Aleysa berusaha mendekat, Damian menahan tangannya....
''Jangan mendekat,......''ucapnya dengan tatapan beku...
''Damian...aku....''
Damian lalu kembali menguasai tubuhnya dan menatap Aleysa....
''Kau bilang...kau ingin istirahat bukan, istirahatlah disini di kamar ini.....mengenai pernikahan...tenang saja..aku akan membatalakn pernikahan kita dan membebaskan dirimu dari beban untuk menikahi orang sakit sepertiku...''
Deg!!!!
Mata Aleysa berkaca-kaca seketika, Damian lalu melangkah melewatinya begitu saja dengan sangat dingin, Damian meninggalkan apartemen dengan meninggalkan rasa sedih dan penyesalan di dada Aley...
Aleysa berdiri di tengah ruangan dan mulai meneteskan airmata, apa yang terjadi dengannya..mengapa dia mengatakan hal mengerikan itu....
Aleysa kau bodoh sekali.......
***************************
Damian belum pulang setelah pertengkaran mereka, dia pergi entah kemana dan meninggalkan Aleysa sendirian di kamar dingin ini....rasa tertuduh di dalam dirinya membuat Aleysa tidak sabar untuk menunggu Damian pulang.....
Sambil ia menunggu, Aley memasak dan membersihkan rumahnya lebih dahulu...namun Damian belum juga kembali dan kenyataan itu membuat Aley semakin sedih...dan akhirnya tertidur.....
Tengah malam.......
Pintu ruangan terbuka, Damian melangkah masuk dan pandangannya tertuju pada sosok Aleysa yang sedang berbaring di sofa ruang tamu, Aleysa memakai kemejanya yang tampak kebesaran di tubuhnya...Damian tanpa sadar tersenyum..lalu mendekat...
Pria itu lalu menggendong tubuh Aley dan membawanya ke dalam kamar dan membaringkannya di atas ranjang..lalu pria itu membersihkan dirinya,
Tak berapa lama kemudian ia keluar dari sana....dengan rambut yang basah, memakai handuk yang melilit pinggangnya...
''Kau dari mana Damian...''
Suara Aley menembus lamunan Damian, dan ia menoleh, sedikit terkejut menyadari Aleysa menatapnya dengan tajam, sejak kapan Aleysa bangun, mengapa dia tidak menyadarinya..
Damian melangkah acuh seraya menatap ke arah jam di dinding kamar...
lalu membuang pandangan pada Aleysa..
''Besok pagi aku akan mengantarmu Aleysa...kita akan bicara kepada orangtua kita tentang semua yang terjadi...pernikahan kita akan batal...''
Aleysa mengigit bibirnya dengan tatapan meredup, orangtua mereka akan membunuhnya jika tau dia bersikap kekanakan dengan menolak pernikahan, seharian ini dia suag berpikir sendirian...
__ADS_1
Mereka sudah tidur bersama mana mungkin dia menolak menikah, bagaimana kalau dia hamil...??
Aleysa bangkit dari ranjang dan melangkah mendekati Damian yang sedang memilih baju di lemari...
Tiba-tiba Aley mendekat..dan memeluk tubuh Damian dari belakang..hingga hening, di antara mereka....
''Aleysa..lepas.....''
''Tidak mau....'' Aleysa semakin mempereat pelukannya....
Damian menghela nafas....
''Apa yang kau inginkan...''
''Maaf,.......aku ingin minta maaf Damian...''
Deg!!!!
Damian membalikan tubuhnya dan hal itu membuat tubuh Aley menubruk dadanya dan kembali memeluknya....
''Kau tidak salah untuk apa minta maaf...aku memang seorang psikopat, aku sakit jiwa...yah...aku bukan pria yang baik untukmu Aley...jadi kau sama sekali tidak salah..''
''Jangan batalkan pernikahan kita please...''
''Mengapa....''
''Aku hanya terbawa emosi tadi...''
Aleysa kembali memeluk Damian namun pria itu mendorong tubuh Aleysa menjauh....karna Aley ingin terus memeluk tubuh Damian ia kembali melangkah dan berusaha menggapai lengan Damian yang menghindar dan entah bagaimana bisa, tangan Aley menyentuh handuk yang melilit pinggang Damian dan seketika itu juga...
Handuk itu jatuh ke lantai dan menampakan kej*ntanan Damian yang berdiri tegak di hadapannya...
Aleysa begitu terkejut sekaligus takjup..sementara Damian berdiri tanpa malu..mendekati Aleysa yang bergerak mundur menghindarinya...
''Damian......''
Aleysa menutup matanya dengan kedua tangannya, ia sangat gugup dan malu, Aleysa tak berhenti mengutuki tindakan cerobohnya...ia telah membangunkan singa yang sedang tertidur ya ampun....
Damian mendekatinya, tubuh Aleysa jatuh membentur ranjang di belakangnya...namun Damian bahkan tidak melepaskannya sedikitpun...
Pria itu menaikinya dan....menundukan kepala...
''Kau ingin maaf dariku.....''
''Ya Damian..............''
Damian menunduk dan melum** bibir Aleysa dengan hasrat membara......
Skip..............😑😑
__ADS_1