
Alex duduk sendirian di ruang tamu dan mulai membaca surat dari Maya untuk dirinya, pria itu menghela nafas...ketika mulai membaca suar Maya..
Dear Alex,
Apa kabarmu Alex, kuharap kau akan selalu di penuhi kebahagiaan.
Alex, kau tau ketika menulis surat ini sebenarnya aku sedang menangi...? maaf tentang perasaanku yang masih mencintaimu, maaf jika aku sebenarnya masih menginginkanmu dengan begitu besar tanpa rasa malu setelah apa yang telah aku lakukan pada keluar besar kita....
Aku minta maaf Alex, aku sadar jika aku tidak pantas untukmu lagi..semuanya hancur tanpa bisa di cegah, semua musnah tanpa bisa di kendalikan Alex, dan aku benci kenyataan kalau itu semua karna keserakahanku..
Tapi...aku berjanji akan menebus kesalahanku dengan resiko apapun, aku berjanji kalau semua keadaan akan membaik jadi..berbahagialah, temukan seseorang dan menikahlah...agar apun menjadi tenang.
Terimakasih untuk segalanya, aah...aku sangat sedih ketika menulis ini Alex, mungkin ketika kau membaca surat ini kita tak akan bertemu lagi..aku sangat sedih, karna kita mungkin tak akan pernah bertemu lagi..
Alex, berbahagialah...itu adalah doaku, doa dari seorang pendosa yang mencintaimu...
Maya.
Deg!!!!!!
Alex memejamkan matanya dengan kesedeihan yang dalam, namun ia tak bisa melakukan apapun,pria itu memejamkan matanya
''Aku akan bahagia Maya, dan maafkan aku..karna tidak bisa menjagamu, apalagi membimbingmu..maaf...'' desah Alex tertunduk.
Pada saat yang sama Aira turun dari tangga dan menatap Alex yang sedang menundukan kepala, seketika ia menyesal meragukan Alex..yah..kak Ana telah menceritakan segalanya ketika ia sadar dari pingsannya, bahwa Alex tidakmecnintai Maya setidaknya dia belum memberikan hatinya, hanya rasa sedih dan bersalah..karna itu Aira menjadi tenang.
Langkah Aira pelan menuju Alex yang masih menundukan kepalanya...
''Sayang...'' bisik Aira mengejutkan Alex..
Pria itu mengangkat wajahnya dan tersenyum...
''Sayangku...'' balas Alex menyembunyikan kesedihannya...
Aira lalu duduk di samping Alex dan menyentuh jemari pra itu..
''Apakah kau...butuh pelukan dariku..'' bisik Aira lembut.
Dan Alex terdiam, mengapa sisi Aira yang seperti ini sangat manis..?
''Apakah aku bisa meminta lebih dari sekedar pelukan..''
__ADS_1
''Cih...mesum sekali..'' balas Aira terkekeh...
Lalu gadis itu membuka tangannya, membiarkan Alex memeluknya dengan erat. dan benar saja pelukan Aira terasa menenangkan untuk dirinya dan Alex merasakan ketenangan yang selama ini ia rindukan, pelukan seorang ibu, kakak, adik, sahabat dan juga kekasih sekaligus ia rasakan dari pelukan seorang Aira yang hangat dan berarti...
''Semua akan baik-baik saja Alex, aku yakin jika Maya akan menemukan kedamaian dan ketenangan....''bisik Aira mengelus punggung Alex dengan lembut..
Dan ia merasakan pelukan Alex semakin mengeras saja. Aira pun tersenyum..hah...mengapa saling memeluk seperti saat ini terasa menyenangkan..?
Keduanya masih saling memeluk dengan erat..sampai Alex benar
**********************************
Pacckk!!!!!
Bunyi tamparan keras mendarat di wajah Rosi dan membuat wanita itu jatuh ke lantai tanpa mampu menahan tubuhnya, sementara Ramon dan Nela hanya menatap dengan tidak rela melihat wanita yang mereka cintai terluka...
''Bagaimana bisa putriku menghilang dan salah satu dari kalian tidak ada yang tau dimana dia berada, bahkan kau Rosi kau sama sekali tidak memberitahuku dimana Aira...apa maksudmu...'' teriak Tuan besar Henry.
Rosi menundukan kepalanya, rasa nyeri menyebar di sekitar wajahnya yang memerah panas akibat tamparan keras itu, jemari terkepal dengan sangat marah..
Rosi menoleh dengan tangisan di matanya...berusaha berdiri setelah di papah Nela...
''Apa kau tau yang di lakukan anakmu Henry...aku bahkan merahasiakan ini karna aku menganggapnya sebagai putriku, aku berusaha melindunginya dari murkamu jika kau tau yang sebenarnya terjadi kepadanya...''teriak Rosi melawan..
Rosi mendekati Henry dan mengepalkan tangannya,
''Putrimu yang berharga sudah tidak mempunyai kesucian lagii..dan dengan entengnya dia berkata dia tidur dengan kekasihnya yang entah siapa, apakah dia itu penjahat atau seorang mafia,..aku bahkan tidak tau Henry, lalu ketika aku sedikit marah dia memutuskan pergi dari rumah dan menghilang....isak Rosi dengan suara bergetar....katakan apakah ini adalah kesalahanku....'' tangisan Rosi pecah memenuhi ruangan...
Henry membeku mendengar ucapan Rosi, sejak kapan putrinya menjadi liar dan tidak terkendali..? apakah selama ini dirinya salah mengasuh Aira...?
Pria itu menatap Rosi dengan perasaan bersalah..
''Oh sayangku maafkan aku...'' ucap Henry meraih tubuh Rosi jatuh kepelukannya hingga membuat senyuma Rosi mengembang, ia melirik puas kepada Nela yang mengangkat jempolnya bangga.
Sedangkan Ramon masih berdiri di tempatnya memandangi Rosi yang begitu bahagia di pelukan Henry..pria itu lalu membalikan tubuhnya melangkah pergi, menyakitkan baginya untuk melihat kebersamaan mereka yang menyakitinya..
********************************************
Rio menatap Maya yang menghabiskan makanan tanpa sisa, gadis itu lantas meneguk segelas air sampai habis dan menatap ke arah Rio kali ini dia tersenyum hingga Rio membeku menyadari senyuman Maya begitu manis...
''Aku tidak akan di hukum lagi bukan...'' ucap Maya menatap Rio dengan senyuman pertamanya setelah rasa sakit bertubi-tubi yang menimpanya.
__ADS_1
Rio mengangguk dan tersenyum....
''Aku senang melihat senyumanmu...''
Maya berdehem mengatasi kegugupannya, ia pun kembali menatap ke arah lautan luas yang mulai gelap pertanda akan memasuki malam...
''Kita akan kemana..'' ucap Maya menebak...
Rio lalu menatap ke arah yang sama...
''Kesuatu tempat yang aman Maya.'' ucap Rio sembari menatap ke arah yang sama..
''Apakah aku akan di bunuh jika sudah sampai.''
''Kita tidak bisa menebak masa depan, selama ini aku tak pernah hidup dengan tujuan...karna aku merasa hidupku sudah hancur ketika aku lahir ke dunia,..
Maya menoleh, dan mata mereka bertemu.....dengan kecanggungan yang indah...
''Aku pikir aku saja yang merasa seperti itu, ternyata aku punya teman...''
Rio terkekeh...
''Aku juga berpikir seperti itu Maya...''
Keduanya kembali melemparkan senyuman terindah, namun wajah Maya segera mendung...
''Sebentar lagi...Dave pasti akan memanggilku lagi..''suara Maya tertelan dengan sedihnya...
Rio mengeraskan tatapannya,
''Semua masalah akan ada ujungnya, bersabarlah Maya...aku hanya ingin kau tau jika...aku akan membebaskanmu suatu hari....''tatap Rio penuh janji..
Maya mengangguk walau ia sendiri tak yakin, Dave akan membunuh Rio jika tau dia berhianat, Maya melihat kesungguhan itu di mata Dave, apalagi setelah dia kehilangan segalanya..
''Terimakasih Rio...jangan membahayakan dirimu untuk aku, percayalah aku tak ingin hidup dengan beban, selalu ada resiko di setiap perbuatan..''
Rio menatap Mya dengan tajam..
''Yah....jangan pernah percaya kepada siapapun termasuk kepadaku jika kau tidak ingin terluka.. Maya..''
Rio bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan kamar Maya, menutup pintu di belakangnya dan menghentikan langkahnya sebentar...
__ADS_1
Rio memegang dadanya yang berdebar kencang....dan memejamkan matanya...
Hai.....yang mau liat visual Rio di group chat seperti biasa yah