Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Anastasya Arkana


__ADS_3

Setelah percintaan panas itu, tubuh Arkana tertidur pulas di atas ranjang sedangkan Ana masih berbaring dengan sorot mata nyalang menatap langit-langit kamar....


Hati dan perasaannya sudah ia lepaskan, yah...bukankah semuanya sebanding..? menjadi istri dari seorang Arkana membuatnya mendapatkan segalanya hingga Ana merasakan apa arti dari pemegang kekuasaan kedua setelah suaminya..


Ana tanpa sadar tersenyum.....


Betapa dunia terbalik dengan sangat cepat, masih terekam jelas di dalam ingatannya kalau kemarin Ana hanyalah seorang gadis miskin yang tidak punya apapun, bahkan karna kemiskinannya dia di hina....dan direndahkan.....


Jemarinya terkepal.........


Sebuah ciuman di bahunya mengalihkan perhatian Ana, ia menoleh dan menemukan Arkan tersenyum kepadanya..Ana lalu menjadi gugup..


''Tuan Arkana..''


Ana hanya memejamkan matanya ketika tuan Arkana menariknya jatuh ke dalam pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Ana..


''Tubuhku merasa sangat puas dan kekuatanku bertambah setelah percintaan kita..''


Arkana memejamkan matanya....


Ana tersenyum.....


''Aku adalah istrimu sekarang, jadi kewajiban utamaku adalah membuatmu puas..tuan....''


''Hey..berhenti memanggilku tuan, aku suamimu..kau bisa memanggil dengan sebutan sayang atau namaku saja sesuai situasi..''bisiknya dengan tangan yang mulai menjalar dan dan berhenti di dada Ana dan bermain disana.


''Baiklah...sayang.''


''Bagus...aku menyukai sebutanmu...''


Ana menyentuh genggaman Arkana di dadanya dan keduanya bertatapan...Ana menaikan sudut bibirnya, tubuhnya sudah kesakitan sejak semalam bukankah itu cukup..? Arkana jauh dari kata puas dan selalu mencuri kesempatan untuk bercinta, jika ingin lolos maka Ana harus menggunakan akalnya....


''Bukankah kau harus segera bersiap-siap sayang,...kita harus pergi ke kota A seperti janjimu..'' Ana lalu menghambur ke pelukan Arkana hingga pria itu membeku..


''Terimakasih..suamiku..''


Kata-kata itu bagai puisi yang terindah yang belum pernah di dengar oleh Aksana....

__ADS_1


''Tentu saja..kau milikku dan semua kepunyaanku adalah milikmu juga Ana...aku akan membuatmu terangkat lebih tinggi dan semua orang akan ada di bawah kakimu....''


Ana melonggarkan tenggorokannya, entah mengapa ia tak sabar lagi merasakan itu..bagaimana rasanya menjadi seseorang yang mampu memegang segala kekuasaan di tangannya...?


Ana sungguh tak sabar lagi merasakannya...........


******************************************


Kota A adalah pusat dari segala perputaran bisnis, disinilah tempat para orang kaya tinggal dan menikmati semua fasilitas yang nyaman dan teknologi yang canggih, ada beberapa pejabat dan para artis yang juga menempati lingkungan tempat Mansion Arkana berdiri dengan megah...


Mobil mewah itu masuk ke area parkiran canggih yang di buka dengan otomatis hingga perlu beberapa menit hingga Ana meyakinkan dirinya jika ini bukan mimpi...ini adalah kenyataan jika ia adalah seorang istri dari seorang Mafia kejam sekaligus pengusaha yang di segani bernama Arkana..


Keduanya turun dengan saling menggenggam tangan, Ana lalu di bawa ke ruang utama dimana para pelayan berbaris dengan seragamnya, Ana menghitung ada sekitar 20 orang yang berdiri disana....


''Mulai sekarang ini adalah nyonya baru kalian yang bernama nyonya Ana...''suara dingin Arkana terdengar dingin dan membuat beberapa pelayannya menunduk hormat..


''Sayang...aku akan menujukan kamar kita lalu aku akan menunjukan kamar lain di sini..''


''Yah..''balas Ana singkat...


Berada di dalam Mansion yang sangat megah ini membuat Ana lagi-lagi di landa rasa kikuk, seumur hidupnya ia tak pernah menginjakan kakinya di rumah yang megah ini, lantainya dari marmer mahal dan belum lagi hiasan dan pajangan-pajangan yang memenuhi ruangan...


Namun sekali lagi.....


Arkana memeluk tubuhnya dan menahannya agar tidak jatuh, hingga mata mereka bertemu kembali dengan senyuman pria kejam itu yang aneh...


''Hati-hati sayang, ataukah kau sengaja melakukannya..'' wajah Arkana mendekat....


''Tidak...'' Ana buru-buru menggeleng, menolak tatapan menuduh dari Arkana kepadanya..


Arkana menegakan tubuh Ana, dan memeluknya lalu menekan lift dan masuk.....


Ana sungguh merasa sangat malu, Arkana pasti melihat wajah kagumnya...benar-benar memalukan.. gumam Ana dalam hati....


Ting..........


Pintu lift terbuka dan langsung di hadapkan dengan sebuah kamar tunggal di lantai itu dengan sebuah pintu besar berukiran emas di depan mereka...

__ADS_1


Ana menghela nafasnya, semua kemewahan ini sungguh membuatnya mabuk.....


Arkana membawa Ana mendekat lalu mengambil tangan istrinya dan meletakan telapak tangan Ana di layar berwarna hitam berbentuk tangan, seketika itu sinar dari layar itu menyala....


''Arkana....''


''Kamar kita tak sembarang orang yang bisa masuk sayang....aku menggunakan sidik jari untuk melindungi privasi kamar kita.....''


Ana hanya mengiyakan saja perkataan Arkana, walau hatinya masih saja tidak mengerti...mengapa keamananya harus tinggkat tinggi sedangkan di bawah sana ada banyak pelayan dan juga penjaga yang tak mampu di hitung Ana karna terlalu banyak..


Pintu terbuka otomatis setelah menggunakan telapak tangan Ana..


Dan sekali lagi Ana di buat terpukau..kamar ini sangat luas dengan ukuran ranjang yang juga luas dan mewah, ada meja rias mahal...Arkana menatap Ana yang dari tadi tidak berbicara namun hanya menatap dengan kekaguman..


Arkana hanya tersenyum misterius, merasa bangga karna Ana menikmati ini semua dan terlihat senang,


Pandangan mata Ana beralih di sudut ruangan, disana ada sebuah pintu menuju kamar ganti, disana ada lemari berisi semua pakaiannya dan juga sepatu juga ada tas mewah, juga perhiasan berlian di dalam satu lemari kaca berukuran besar dan Arkana memperlihatkan semua itu dan mengatakan jika itu adalah miliknya..


''Tidak..ini terlalu banyak Arkana....aku...''


''Kau bisa mengganti perhiasan setiap hari sesukamu, kau adalah pemiliknya Ana...''


Ana sungguh kehilangan kata, ia sangat terkejut dengan semua kemewahan yang membuat matanya seakan buta dengan silaunya barang-barang mahal yang di milikinya sekarang..


Ana mengelilingi semua ruangan itu dengan mata berkaca-kaca, yah....betapa dulu ia tak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berubah seperti ini...


Ana bahkan masih mengingat penghinaan karna kemiskinannya, yah...masih terdengar jelas di telinganya betapa ia di hina dengan sangat kejam,


Peristiwa di pesta pernikahan Fera dan Steve kembali menyegarkan ingatannya, jemari Ana terkepal..


Bahkan ia di hina karna sebuah gaun,..matanya menjadi merah karna sakit hati dan Arkana menyadari mata Ana yang basah menyimpan dendam...


Pria itu memeluk Ana sembari mengecup pundaknya dan tersenyum...


''Kau memiliki segalanya sekarang, kau memiliki aku sebagai suamimu dan aku akan mendukung semua langkahmu Ana.....balas mereka yang pernah menyakitimu dengan cara yang lebih kejam dan jangan pernah memberi ampun.....aku akan selalu mendampingimu...istriku...''


Ana mengangguk yah.....Arkana benar..bukankah ini saatnya membalas.......??

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya.....❤❤



__ADS_2