
Ana menoleh ke arah Arkana yang masih tertidur, airmatanya menetes pelan di wajahnya...melihat wajah Arkana yang tertidur dengan nyenyak, membuat hati Ana menjadi lega sekaligus tersiksa..
Sungguh rasanya sangat berat meninggalkan Arkana namun, ia sama sekali tidak punya pilihan, jemari Ana bergerak perlahan menyentuh wajah Arkana dengan hati-hati takut Arkana terbangun, ujung jari lentiknya menyentuh rahang Arkana dengan penuh kerinduan yang dalam....
''Maafkan aku...maaf karna aku tak sekuat itu Arkana..aku tidak bisa menahan kemarahanmu...bagaimana bisa aku bertahan jika kau..sama sekali tidak percaya kepadaku...bagaimana bisa Arkana....jika aku jujur kau tak akan percaya padaku...dan kau mungkin akan menyakiti bayi kita.....isak Ana sesegukan menahan rasa sakit di dadanya...jadi berbahagialah dan lupakan aku hum....mari kita hidup masing-masing dengan bahagia...''
Ana kemudian menjauhkan tangannya namun wajahnya menunduk sebentar dan mengecup permukaan bibir Arkana dengan gemetar...
''Aaku sangat mencintaimu....sangat mencintaimu..'' Ana menggigit bibirnya agar tangisannya tak sampai terdengar.....
Setelah dirasa cukup..
Ana bangun dari ranjang dengan pelan hingga tak menimbulkan gerakan yang akan membuat Arkana terbangun, airmatanya menetes ketika melihat Arkana masih tertidur pulas disisihnya....
Maaf...jika harus pergi seperti ini, karna bagi Ana dia bisa menahan semua sikap kasar Arkana tapi..bagaimana jika Arkana tidak percaya kalau ia sedang mengandung anaknya,...bagaimana jika ia malah menuduh anak ini adalah anak Alex dan menjadikan anaknya sebagai pelampiasan kemarahannya bagaimana jika itu sampai terjadi.? karna sampai saat ini saja Arkana tidak mempercayainya sedikitpun. jadi tak ada gunanya ia tinggal, Ana menguatkan hatinya sembari berdiri menegakan tubuhnya.
Ana akan menanggung semua kesakitan itu, pergi adalah yang terbaik....yah..pergi adalah yang terbaik...karna Ana tak akan membiarkan siapapun menyakiti anaknya.
Wanita itu perlahan melangkah untuk membersihkan dirinya dan keluar dari sana secepatnya..syukurlah Arkana tampak begitu lelah dan tidak bergerak sedikitpun dari sana, bahkan untuk merubah posisi tidur...
Ana menguatkan hatinya, untuk benar-benar meninggalkan Arkana..
Ana lalu memungut bajunya yang berserakan di lantai lalu memakainya dengan cepat, kemudian Ana melangkah menuju pintu..ia berhenti sebentar untuk mengingat pasword yang di isi Arkana ketika masuk tadi, Ana lalu memasukan tanggal kelahirannya sebagai paswordnya...dan berhasil ketika pintu terbuka.
Ana melangkah......
Sebelum benar-benar pergi Ana masih menoleh dan masih meneteskan airmatanya..kali ini Arkana tak akan pernah menemukannya lagi..ia berjanji.
Ana lalu setengah berlari menuju ke arah lift dan segera masuk, jemarinya lalu meraih ponselnya dengan gemetar dan menelfon seseorang...
''Bisakah kau menolongku......'' desah Ana pelan.....
****************************************************
Matahari pagi mulai masuk melalui cela jendela yang sedikit terbuka sekaligus membuat mata Arkana menjadi silau terkena cahaya pagi...
Tubuhnya di rentangkan karna ia tidur dengan sangat nyenyak untuk pertama kalinya setelah Ana meninggalkannya, kini Ana sudah berada disisihnya, pria itu tersenyum puas..sembari tangan kokohnya memeluk di sampingnya...
__ADS_1
Hening.......
Ranjang itu tampak kosong, Arkana kemudian berbalik dan begitu terkejut melihat sosok Ana menghilang....
Spontan Arkana melompat dari ranjang dan menatap awas ke segala arah...wajahnya berubah menjadi gusar di ikuti geraman pelan yang terdengar. Arkana kemudian menyambar ponselnya yang berada di atas meja dan mulai memeriksa cctv dari sana...
Dan...
Kenyataan itu terbuka di hadapannya dan menghancurkan dirinya..dengan jelas ia melihat sosok Ana pergi setelah percintaan mereka bahkan terlihat Ana tampak menangis dan masih menciumnya...
Mengapa....hatinya berdebar takut...?
Arkana kemudian mengepalkan tangannya...tidak, ia tidak akan pernah membiarkan Ana pergi darinya bukankah Ana adalah istrinya jadi dia berhak melakukan apapun termasuk memaksanya pulang..? dan tidak ada seorangpun yang boleh menahan istrinya termasuk Alex.
Arkana bangkit dari ranjang melangkah menuju laci tempat penyimpanannya dan mengambil pistol dari sana....
''Ana...tak ada seorang pun yang bisa membawamu pergi dariku...'' desis Arkana dengan suaranya yang tajam....
******************************************************
Alex menatap sosok Hani di hadapannya, mereka sedang berada di restoran sekarang dan Hani pamit kepadanya karna ia harus menyelesaikan kuliahnya ke luar negri..
''Tuan Alex, terimakasih untuk segalanya...bukankah setiap perjumpaan akan selalu ada perpisahan...? aku rasa ini saatnya aku mengejar cita-citaku tuan..''
Alex mengangguk setuju,
''Yah...kau masih sangat muda Hani...kau masih punya masa depan yang bagus...dan aku sangat berharap kau bisa sukses.''
Hani menunduk sekali lagi dengan penuh rasa haru, tuan Alex sudah memberikannya banyak hal dari materi dan perhatian bagi Hani sosok tuan Alex sangat berarti untuknya...dan Hani tak akan pernah melupakan kebaikan hati tuan Alex kepadanya..
''Terimakasih tuan...''
Alex hanya tersenyum.....dan menganggukan kepalanya lalu mempersilahkan Hani untuk makan hidangan yang sudah tersedia, mereka pun makan bersama dalam canda dan tawa..
''Aku merindukan Ana...tapi dia pasti sedang bahagia bersama suaminya...''
Deg!!!!!!!
__ADS_1
Hani menatap lurus pada sosok tuan Alex yang tampak masih sangat mencintai nyonya Ana, sinar matanya begitu terlihat menderita karna patah hati yang begitu dalam. dan rasanya Hani merasa sedih...bagaimanapun tuan ALex sangat baik...terlalu baik..
''Yah...nyonya Ana pasti sangat bahagia sekarang...'' balas Hani gugup....
Alex menatap Hani yang terlihat manis malam ini, lalu meraih gelas anggur di tangannya dan mengangkatnya tinggi...
''Maukah kau bersulang denganku nona Hani....''
Hani membeku ketika menatap mata Alex yang terlihat berbinar, ia pun mengangguk setuju dan meraih gelas yang sama...
Ting!!!!!
Mereka lalu bersulang dan meneguk sedikit minuman beralkohol itu,....
Keduanya saling melemparkan senyuman.....
Namun makan malam yang indah itu terganggu ketika terdengar suara tembakan dari luar hingga Alex dan Hani saling menatap dengan kerutan di dahi...satu pikiran yang sama terlintas...
Keduanya bangkit berdiri sembari Alex meraih pistolnya dan mengendap menuju pintu di ikuti Hani di belakangnya.....baru saja hendak keluar,
Braakk!!!!
Pintu ruangan itu di tendang dengan kekuatan penuh hingga tubuh Alex dan Hani jatuh bersama dengan posisi saling berpegangan tangan...
Arkana muncul disana dengan kemarahan yang menguar, sinar mata membunuhnya semakin terlihat jelas ketika melihat sosok Hani...
Pistol itu kini di arahkan tepat di kepala Alex, walau hal yang sama juga di lakukan Alex kepadamu...
''Brengsek..kau masih tidak menyerah yah...aku tak akan menunda untuk menghabisimu Alex..'' Arkana tampak sangat murka..
Alex tertawa dingin....
''Bukankah kau sudah mendapatkan segalanya...bukankah aku telah cukup dengan merelakannya bersamamu...apalagi yang kau inginkan Arkana......''
Arkana mendekat.......
''Katakan dimana istriku, katakan dimana kau menyembunyikannya.....katakan atau aku akan meledakan kepalamu saat ini juga..'' desis Arkana tampak sungguh-sungguh..
__ADS_1
Alex begitu terkejut.....