Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Membujuk Ana


__ADS_3

Arkana mengikuti langkah Ana yang menuju lantai atas kamarnya, wanita hamil itu bahkan lupa jika dirinya sedang hamil besar, Ana menaiki tangga dengan langkah yang cepat hingga Arkana yang takut sendiri..beberapa kali kedua tangannya dengan sigap menahan tubuh Ana agar jangan sampai jatuh.


''Hey...sayang....hati-hati jalannya kau sedang hamil.'' suara Arkana mencoba untuk melembut..


Ana menghentikan langkahnya seketika, ia menjadi semakin emosi, bagaimana bisa Arkana berbohong kepadanya..jadi ketika ia datang dengan wajah lelahnya waktu itu dan mengambil kesempatan untuk memeluk Ana..ternyata itu semua hanyalah akting, bisa Ana bayangkan jika Arkana pasti sedang menertawainya waktu itu.


''Jangan mengikutiku...'' suara Ana meninggi dan menatap Arkana dengan tajam, pria itu mengangkat kedua tangannya menyerah..menatap Ana dengan pandangan yang meredup...


''Yah...aku sudah minta maaf bukankah itu cukup..''


''Kau menipu istrimu sendiri..kau menipuku Arkana..'' Ana jelas tidak terima..


''Aku hanya sedikit pintar sayang...''


''Pintar...'' ulang Ana tertawa dengan kesal. ia pun melebarkan matanya seakan tak percaya..


Arkana mengangguk, aku seorang Mafia jadi selalu di tuntut untuk berpikir cepat...dan bukan salahnya jika ia sedikit memainkan otaknya..lagi pula ia punya kekuasaan, anak buahnya banyak untuk apa dia yang bekerja.


''Yah...kau sangat pintar lalu kau menganggap aku bodoh karna bisa percaya kepadamu..'' tantang Ana mendekat..


''Aku tak pernah memikirkan itu tentangmu Ana apalagi menganggapmu bodoh.''


''Jangan mengikutiku, jangan menyentuhku, jangan memperlihatkan wajahmu di hadapanku...aku benci...'' jerit Ana mengancam..


Arkana menjadi bingung sendiri...


''Hukum aku saja..aku siap menerimanya Ana, asal jangan memintaku jauh darimu aku tak bisa....''


''Yah....aku memang akan menghukummu Arkana, aku ingin kau merasakannya dan aku akan menjadi puas....'' lirik Ana tak perduli..


Ana lalu melangkah dan akhirnya sampai ke tangga terakhir dan menuju pintu kamarnya..lalu membukanya, sementara Arkana terus mengikutinya dari belakang meski ia tau Ana akan semakin marah kepadanya.


Pria mendekat...


''Ayolah Ana......''


''Tidak..'' ucap Ana membuka pintu..


''Aku tak akan mau makan jika kau tidak menemaniku..''ucap Arkana balik mengancam..


''Jadi kau mengancamku yah.'' Ana melotot..


''Aku seorang Mafia apakah kau melupakan itu..''


''Tidak...aku tidak lupa, tapi kau jangan lupa Arkana jika aku juga adalah istri dari seorang Mafia..''

__ADS_1


Ana tersenyum dengan manis, namun itu seperti alrm bagi Arkana...ia menggeleng..seakan tau apa yang akan di lakukan Ana beberapa menit ke depan..


''Ana...tidak...Ana..jangan...''


Brugghh!!!!


Pintu di tutup dengan kasar dan meninggalkan Arkana yang membeku di tempatnya..pria itu memejamkan matanya dengan geraman yang terdengar kasar..


''Ana...aku tidak akan makan sebelum kau..membuka pintu,..''


''Pergilah aku tak akan perduli kepadamu.'' jerit Ana membalas...


Arkana sudah tau jawabannya dan ia hanya memejamkan matanya, di liriknya jam di tangannya...apa yang harus dia lakukan, perutnya sudah mulai protes..meminta di isi, sedangkan Ana masih bersikap keras..


''Dasar wanita,....semoga anakku akan memihakku nanti.''ucap Arkana lalu pergi dari sana..ia harus makan atau dia akan pingsan..lalu ia akan kembali dan memohon maaf kepada Ana...


Sementara Ana berbaring miring di ranjangnya ia sungguh tak percaya bagaimana bisa Arkana membohongi dirinya bagaimana bisa...? Astaga..dia tak akan memaafkan begitu saja suaminya..awas saja...


**************************************************


Alex sedang beristirahat di ruangan khusus untuk makan siang,..makanan sudah di antarkan pelayan untuknya, pria itu menundukan kepalanya..lalu mulai makan dalam diam..hatinya sedikit nyeri ketika membayangkan Arkana dan Ana pasti sedang makan malam bersama tentu saja...itulah alasan mengapa Alex memilih makan di tempat ini, agar ia tidak melihat kemesraan mereka..


Pintu ruangan di ketuk dan ia pun menoleh ketika pintu terbuka dan tertegun melihat sosok Maya ada disana dengan membawa rantang berisi makanan, gadis itu tersenyum dan mendekat..


''Maya....'' balas Alex lalu mempersilahkan gadis itu duduk..


Maya terlihat manis hari ini ia berdandan hanya untuk Alex, ia lalu meletakan rantang di atas meja dan membuat Alex menoleh kepadanya..


''Ehm..makanlah bersamaku aku lapar sekali.''ucap Maya kepada Alex.


''Alex menoleh sebentar....


''Kau makanlah Maya...aku akan makan dari sini saja,...''


''Sayang sekali ini adalah masakan kak Ana...''


Alex menghentikan mulutnya mengunyah, lelu berdehem.menatap Maya...


''Jadi kau sengaja ingin membuatku menyerah ya...''


''Yah kau benar...aku tau kau masih sangat mencintai kakakku..aku hanya ingin mengatakan padamu aku akan merebut hatimu untukku tapi bukan berarti aku akan menjaukanmu dari masa lalumu tidak..biarkan hatimu sendiri yang menjadi bosan dan menyerah lalu sadar jika akulah yang sebenarnya menjadi jodohmu.''


''Yah...dari mana kau belajar merayu seperti itu..astaga..'' Alex tertaw dan dia terlihat sangat tampan di mata Maya, pria ini sangat tulus dan Maya akan mengerahkan semua kekuatannya untuk merebut hati Alex, dan membuatnya jatuh cinta..meski ia tau sedikit sulit..namun ia tak akan menyerah..


Maya ingin kehadirannya terus di samping Alex membuat pria ini merasa terbiasa dan akhirnya bergantung kepadanya..dan Maya akan menunggu hari itu dengan sabar...

__ADS_1


Gadis itu lalu membuka kotak makanan dan memperlihatkan makanan yang di buat kakaknya hingga Alex membeku, hatinya menghangat..tanpa sadar, Alex mendorong makanannya dan lebih memilih masakan Ana yah...ia sangat rindu dengan masakan Ana...


''Ini pasti enak sekali..''ucap Alex tampak lapar..


''Tentu saja,..kakaku sangat lihai dalam memasak, jadi kau akan merasa puas..''


Alex menatap Maya dan tersenyum...


''Terimakasih Maya..''


''Yah...aku calon istrimu bukan..'' gadis itu mengedipkan matanya hingga ALex merasa geli sendiri..


''Kau sedang menggoda seorang Mafia..nona Maya..''


Maya memajukan tubuhnya tanpa rasa takut,...ia tersenyum..


''Mafia itu akan jatuh cinta kepadaku..aku berjanji..''


Alex hanya mengangguk berharap...


''Semoga saja Maya, terimakasih kau mau berjuang untukku.''ucap Alex terharu.


***********************************************


''Tuan Dave, akhirnya nyonya Ana menandatangani perjanjian dengan Hotel kita.''


Dave tersenyum..sembari menatap berkas perjanjian dengan senyuman misterius, pria tampan itu lalu duduk di sofa ternyamannya dan menatap sang sekertaris yang merangkap menjadi asistennya bernama Dian yang duduk di hadapannya..


''Hmm..jadi dia akan melahirkan sebentar lagi..''


Dian menganggukan kepalanya dengan senyuman,...


''Ya..tuan Dave jadi apakah tuan akan menunda segalanya sampai nyonya Ana melahirkan..''


Dave menyandarkan tubuhnya dengan senyuman misterius....


''Kita akan sedikit bermain-main Dian, aku ingin kau mendekatin Ana hingga ia percaya kepadamu..''


''Lalu setelah kami menjadi dekat apa yang harus aku lakukan lagi tuan...''


Dave tersenyum dingin.....jemarinya terkepal dengan kuat, sembari menatap Dian dengan sangat tajam...


''Eksekusi....'' desisnya dengan suara yang penuh ketegasan...


Dian menunduk patuh.....

__ADS_1


__ADS_2