Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Dilan mendekat dan mennyentuh lengan Diza dengan lembut meski Diza menolak sentuhan..


keduanya bertatapan.....


''Dilan....lepaskan tanganmu....''


''Tidak Diza mengapa kau menjadi sangat aneh dan menjauh dariku...?''


Dilan merasa frustasi karna biasanya ia akan menjemput Diza di rumahnya mereka terbiasa melakukan segala sesuatu bersama dan ketika Diza berubah maka ada ruang di hati Dilan yang protes...dan tidak terima karna gadis ini menjauh darinya...


''Mengapa kau berangkat pagi ini lebih dahulu, biasanya aku akan menjemputmu dan mengantarmu ke kampus sebelum aku ke perusahaan...Diza..''


Diza tertawa kesal...sambil melipat tangannya di dada ia menatap Dilan..


''Kebiasaan kita harus segera di hentikan, ingat Dilan kau akan menikah sementara aku dan dokter Mark juga sedang menjalin hubungan serius jadi........''


''Kau menerima Mark menjadi kekasihmu...''


''Yah,....semalam kami telah resmi pacaran jadi berhentilah mendekatiku Dilan mulai sekarang kita harus sama-sama tau diri..''


Diza membalikan tubuhnya hendak masuk ke mobil namun, ia terkejut ketika Dilan menutup pintu mobil dengan kasar....


''Dilan........''


Diza tak sempat mengatakan apapun karna Dilan menarik tangannya dan memasukannya ke mobilnya.....pria itu tak perduli teriakan Diza kepadanya...


Di dalam mobil...


Diza sungguh kehilangan kata, bagaimana mungkin Dilan melakukan ini kepadanya...


''Kau mau membawaku kemana....Dilan..aku harus pulang....''


''Pulang...aku akan mengantarmu pulang Diza tapi sebelumnya kau harus mendengarkan aku lebih dahulu...''


''Mendengarkan apa..apa yang terjadi kepadamu.....''


Setelah merasa jalanan sepi Dilan menghentikan laju mobilnya lalu mematika mesin mobil..


''Mark...aku sama sekali tak menyukai jika kau bersamanya...''

__ADS_1


Diza melongo mendengar pernyaataan Dilan yang terlalu percaya diri...


''Apakah kau tidak terlalu percaya diri Dilan...kau bukan siapa-siapaku, dan aku pikir Mark baik...dia seorang dokter dan..........''


''Apa kau mencintainya Diza....kau benar jatuh cinta kepadanya...''


Deg!!!!!


Diza menoleh dan menemukan tatapan mata Dilan yang tajam, oh...ya ampun mengapa hatinya bergetar..mengapa ia malah merasakan getaran itu pada Dilan, dia sudah gila...yah dia benar-benar gila,..apa yang terjadi ini,...mungkinkah...dia sebenarnya jatuh cinta pada Dilan...?? ketika pria ini mendekatkan wajahnya Diza merasakan panas mulai menguar...


''Jangan terlalu dekat Dilan, kau membuatku gerah...''


Dilan mencengkram stir mobil dengan hati yang di liputi rasa kesal...dan cemburu,....sedangkan Diza seperti tersadar dengan perasaannya, menyandarkan hatinya kepada Dilan sama saja bunuh diri...Dilan adalah playboy sejati..cintanya tak cukup pada satu orang saja...Dilan tak bisa hanya bertahan dengan satu wanita dan bukankah Diza adalah bagian dari saksi hidupnya..? bagaimana pria itu mencampakan para wanita ketika dia bosan, lalu mencari mangsa yang baru..


Mata Diza berkaca-kaca...tidak, bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta pada Dilan, mungkin perasaannya ini hanya karna mereka terbiasa bersama karna itu mulai sekarang Diza tak akan pernah mau bersama dengan Dilan, ia harus membunuh perasaannya sebelum perasaan itu bertumbuh dengan kuat dan ia tak akan bisa mengendalikannya lagi...


Airmata Diza menetes di sudut matanya...pandangannya jauh di depan jalan yang sepi...


''Kau menanyakan apakah aku jatuh cinta kepadanya bukan...? yah...aku begitu jatuh cinta kepadanya hingga aku tak sabar ingin bersamanya setiap hari...ketika aku bersamanya aku merasakan hatiku berdebar-debar.....Diza menatap ke arah Dilan ketika bicara....ia mengatakan dengan jujur apa yang ia rasakan saat ini, bahwa mungkin hatinya sudah jatuh terlalu dalam dan membuatnya merasa perih.....aku mencintai Mark..''


Deg!!!!


''Diza..apa kau benar-benar menyukainya...'' tatap Dilan tak percaya...


''Ya...aku menyukainya..aku mencintainya...apalagi yang ingin kau tau Dilan...airmata Diza menetes di wajahnya yang sedih....aku ingin bersamanya betapa aku ingin mencintainya...aku...''


Diza menghentikan ucapannya tiba-tiba ketika ia sadar menunjukan perasaannya kepada Dilan yang seharusnya tidak ia tunjukan..dan mengapa ia menangis....


''Mengapa kau...menangis Diza...'' suara itu menusuk ke dalam hati Diza gadis itu segera mengangkat wajahnya...ia tersenyum salah tingkah ketika Dilan menatapnya dengan tajam...


''Ya ampun....aku seperti anak kecil yah....malam ini dokter Mark akan mengajakku malam malam dan aku terlalu senang hingga tak bisa mengatakan apapun lagi Dilan....aku pikir aku terlalu mencintainya...aku terlalu menyukainya...karna itu aku meluapkannya kepadamu Dilan..''


Dilan mengangguk dengan dingin....pria itu lalu menarik tubuh Diza mendekat dan memenjara matanya hingga Diza sungguh kehilangan kata...ia gugup dan tak bisa bicara apapun..


''Dilan.....''


''Aku menyukaimu Diza....entah sejak kapan aku merasakan perasaan ini..namun..Diza...aku yakin jika aku telah jatuh cinta kepadamu..''ucap Dilan dengan tatapan tajamnya....


Deg!!!!

__ADS_1


Diza merasa seperti sedang bermimpi mendengar pernyataan cinta dari Dilan hingga membuatnya membeku....


Cinta...? Dilan jatuh cinta kepadanya...? haruskah dia percaya....??


Diza tertawa seketika....walau tawanya tidak lama wajah Dilan terlalu serius untuk tawanya....hingga Diza terbatuk-batuk karna gugup...


Dilan meraih ujung dagunya mendekat...hinngga keduanya saling menatap, dengan kegugupan yang kentara...


''Diza...apakah kau tidak merasakan perasaan yang sama sepertiku...? apakah kau tidak merasakan perasaan cinta seperti.......''


''Tidak........''


Diza langung mematahkan hati Dilan saat itu juga, sangat terlambat pernyataan cinta Dilan kepadanya di saat dia sudah di jodohkan, Diza berusaha menahan airmatanya...


''Aku sama sekali tidak merasakan perasaan apapun kepadamu tidak Dilan, jadi perasaanmu adalah perasaan yang sepihak...aku sama sekali tidak menyukai apalagi mencintaimu...''


Dilan membeku melihat perubahan wajah Diza..bibirnya berkata tidak namun, tidak dengan matanya yang redup dan airmata yang menetes..entah mengapa Dilan merasa yakin dan pasti bahwa gadis ini memiliki perasaan yang sama dengannya, hanya saja...Diza menutupinya dengan baik...


''Benarkah...kau tidak mencintaiku...''


Dilan bergerak mendekat...hingg Diza harus bergerak mundur dengan tubuh yang terhimpit di dekat pintu mobil...terlalu panas ketika tubuh Dilan mendekatinya.....


Keduanya bertatapan.....


''Dilan....apa yang kau lakukan, ini tidak lucu....''


Dilan tertawa..matanya turun memandangi bibir merah muda Diza yang begitu indah..lalu kembali menatap mata Diza yang bening dan polos..


''Aku ingin menguji dirimu apakah benar, kau tidak menyukaiku....''


''Apa maksudmu....Dilan.....''


Dilan tersenyum, sekejap saja....


Tanpa di duga Diza..pria itu mendekatkan wajahnya dan...mendaratkan bibirnya di bibir penuh Diza dengan sangat lembut dan hati-hati....


Deg!!!!!


Jantung Diza berdebar kencang ketika menyadari...Dilan sedang menyentuh bibirnya...lum*tan kecil itu sangat indah...ketika sadar Diza hanya diam saja...Dilan mengecup permukaan bibirnya...sementara lidahnya mendesak masuk, menjelajah bibir Diza yang hangat can nikmat...Dilan terus menyesap dan memberi kenikmatan kecil pada sosok Diza yang polos....

__ADS_1


Mata Diza terpejam menikmati penyatuan bibir mereka yang untuk pertama kali untuk dirinya..........


__ADS_2