
Alex berdiri seakan ada alarm di kepalanya, pandangannya langsung tertuju di lantai atas kamar Arkana dan Ana...sudah beberapa jam Ana sengaja di tidurkan akibat syok berat yang di alaminya..
Alex langsung melangkah lebar menuju kamar dan menaiki lantai atas..
Sedangkan Hani melarang yang lain ikut naik, dan sebaiknya mereka menunggu di bawah karna hanya Alex yang mampu menenangkan kak Ana, karna kak Ana akan semakin hancur jika melihat mereka semua....Hani memejamkan matanya ketika rasa sakit itu terus menerus menyakitinya dengan kuat...bagaimanapun kak Arkana adalah pria yang baik yang mencintai kak Ana dengan begitu besar...
Hani saja sangat terpukul apalagi kak Ana...? Hani semakin mempererat pelukannya pada Aleysa, mendekapnya seolah menenangkan bayi kecil itu.....
**********************************
Ana menutup wajahnya dengan tangan ketika pagi ini dia terbangun tanpa Arkana di sampingnya..rasanya sungguh menyakitkan hingga ia bahkan tidak sanggup untuk melakukan apapun, tubuhnya sudah lebih segar dari sebelumnya dan seakan mendapat kekuatan baru Ana memejamkan matanya dengan berat...
Arkana......aku merindukanmu....
Ana turun dari ranjang dan melangkah dengan tatapan beku, melangkah menuju toilet dengan tatapan kosong....yah..ia tak boleh menyerah...pasti Arkana bisa di sembuhkan, pasti Arkana bisa di selamatkan..Ana akan melakukan apapun, kemanapun dan sama sekali tidak akan menyerah....
Ana langsung membersihkan dirinya dan keluar dari sana, mengganti pakaiannya dengan cepat lalu duduk di depan cermin, menatap wajahnya sendiri disana..matanya bengkak karna terlalu banyak menangis....
Ana mencoba tersenyum dan meraih peralatan riasnya, ia tak ingin menemui Arkana dalam keadaan sedih bukan..?ia tak akan membiarkan Arkana tau bahwa Ana begitu hancur....bahwa semuanya baik-baik saja..
Namun,.....ketika ia mencoba memoles bibirnya dengan lipglosh, jemarinya menjadi gemetar...ketika rasa sakit itu muncul dan menyerangnya tanpa jeda...
Airmatanya menetes lagi.....
Kangker... Arkana menderita kanker dan ia tak mengetahui apapun. ia tak sadar apapun selama ini, bagaimana mungkin ia tidak tau ada yang salah dengan suaminya..bagaimana mungkin dia tidak menyadarinya, jika selama ini Arkana sedang menyembunyikan penyakitnya...?
Istri macam apa dirinya...?? bahkan dengan kebodohannya sendiri ia membiarkan Arkana tertembak dan malah memperburuk keadaannya...tidak.....secara tidak langsung, Ana telah memberi penderitaan pada suaminya sendiri...
''Tidakk.......'' jerit Ana tiba-tiba...
Sekuat tenaga ia menjatuhkan semua peralatan makeup miliknya dan menghancurkannya tanpa ragu...
Ana tersungkur disana dengan tangisan yang begitu memilukan...yah...bagaimana mungkin ini terjadi kepadanya..bagaimana mungkin..disaat ia mulai bahagia, cobaan datang kepadanya bertubi-tubi..namun kali ini lebih sakit seakan meremukan tulang Ana...wanita itu tertunduk untuk kesekian kalinya...
''Arkana....jangan tinggalkan aku...aku mohon....'' isak Ana memegang dadanya yang terasa sakit, airmatanya seakan tidak mengering...sungguh menyakitkan baginya jika membayangkan ia akan kehilangan Arkana...
Ya..Tuhan...bisakah ini hanyalah mimpi...? bisakah...ia berharap jika ini hanya mimpi.
__ADS_1
Pintu kamar terbuka dan menampakan sosok Alex berdiri di pintu dan menatap Ana yang terlihat sangat hancur...obat penenang seakan tidak berpengaruh kepadanya, Alex menghela nafas lalu melangkah mendekat....
''Ana.....''
Wanita itu menoleh lalu menghapus airmatanya, mendekati Alex dan mencengkram lengannya membuat pria itu mau tak mau menatapnya......
Alex begitu terluka melihat airmata di wajah Ana.....
''Katakan ini tidak benar Alex..katakan ini hanyalah sebuah mimpi..katakan kepadaku..''teriak Ana memukul-mukul dada Alex meminta jawaban, sungguh ia tak sanggup kali ini sakit sekali dan Ana benar-benar hancur tanpa tersisa..
Alex menyentuh pucak kepala Ana dengan kesedihan yang dalam..sungguh melihat Ana saat ini membuat Alex juga hancur...ia akan melakukan apapun..apapun untuk membuat wanita ini bisa tersenyum..
''Ana....aku tidak bisa mengatakan apapun yang membuatmu lebih baik...aku sama sekali tak bisa merubah keadaan..namun bisakah kau melihat Aleysa...?? dia juga membutuhkanmu dan aku yakin Arkana akan sedih jika kau mengabaikan anaknya..kau harus kuat dan aku akan terus ada sisihmu Ana...''
''Aku tidak perduli hidupku sendiri Alex..tapi, bagaimana dengan Aleysa..bagaimana dengan anakku, dia akan kehilangan ayahnya ya Tuhan...tolong aku, aku hanya ingin Arkana sadar dan kembali..aku ingin Arkana sembuh, aku ingin suamiku..''
Jerit Ana putus asa......
Alex meraih tubuh Ana ke dalam pelukannya, dan mendekapnya dengan erat hingga matanya terpejam...
''Semua akan baik-baik saja aku yakin...''
''Kita akan melewati ini bersama....jangan cemas, kita akan melakukan yang terbaik untuk Arkana..dia butuh istrinya yang kuat dia butuh dukunganmu jadi...bisakah kau berhenti menangis....?''
Ana memejamkan matanya dengan perih dan bersandar di pelukan Alex...
******************************
Disebuah jalan yang sepi Maya tampak berlari kencang ia berhasil melarikan diri dari penjara bawah tanah itu dengan pistol di tangannya dan ia berhasil melukai tuan Dave di bagian bahu dan mengancam anak buah pria kejam itu...meski ia juga terluka di kakinya...akibat di pukul oleh anak buah Dave,...
Maya menatap ke segala arah dan menemukan kenyataan pahit bahwa ia sedang berada di dekat jurang berwarna hitam pekat di bawah sana..entah dimana ia berada Maya tidak tau...
Yang pasti kini ia bingung sekarang harus lari kemana..??
Maya tersentak ketika terdengar suara riuh di belakangnya, langkah kaki mendekat ke arahnya dan membuatnya ketakutan setengah mati....
''Jika melihatnya tebak di tempat.....'' suara seseorang yang berteriak keras membuat Maya gemetar, bagaimana ini...??
__ADS_1
Dan Maya tak mampu menghindar ketika salah seorang anak buah melihatnya dan mengarahkan pistol ke arahnya...
Maya tak punya jalan lain selain melompat.....
''Arrrrrrrggggghhhhhttttt.........''
Terdengar suara tembakan keras di belakangnya, tubuh Maya melayang dan jatuh ke dalam jurang...
*****************************************
Sementara.........
Dave mengerang ketika dokter mengeluarkan peluru dari bahunya sementara Rio sang asisten berdiri di sampingnya...
''Gadis itu..aku ingin kau mencarinya sampai ketemu dalam keadaan hidup atau mati aku tak ingin menerima kegagalan...''teriak Dave murka..
Sementara Rio sang asisten baru menundukan kepalanya...
''Tuan harus tenang karna aku datang memberi kabar yang bagus..''
Dave menoleh sebentar, dan menunggu samapi dokter membalut perban di bahunya, pria itu menggertakan gigi ketika rasa sakit itu menyakiti bahunya...
Dave lalu duduk di sofa nyaman diruangan itu dan menatap Rio....
''Katakan Rio, aku butuh berita baik sekarang...jangan kecewakan aku..''
Rio menganggukan kepalanya...
''Tuan Arkana tidak akan selamat, dia akan selesai dalam waktu dekat..''
Dave menoleh dengan senyum yang cerah...itu artinya ia akan mendapatkan Ana...
''Apa maksudmu...''
''Kangker stadium akhir.....dan berita baiknya, penembakan itu membuat kondisi Arkana kritis..''
''Hahahaha...aku benar-benar senang dengan berita itu Rio, aku akan menambahkan bonus untukmu,...kau bekerja dengan baik..''
__ADS_1
Dave menajamkan tatapannya......
''Ana.......kau akan menjadi milikku...'' desis Dave penuh janji...