
Hani masih tertunduk menyesal, namun ia bertekad untuk meminta maaf kepada nyonya Ana, biar bagaimana pun misinya harus berhasil dan ia tak akan pergi sebelum membawa nyonya Ana kembali kepada tuan Alex, yah...
Ana berdiri dan menegakan tubuhnya, lalu melnagkah keluar dari kamar dang mengejar sang nyonya yang belum jauh.
"Maafkan aku nyonya Ana maafkan aku.......''isak Hani sungguh menyesal..
Tak disadari Ana dan Hani sebuah cctv kecil yang hampir tidak terlihat menempel di atas, dan merekam semuanya....
❤❤❤❤
Ana keluar dari Butik dan membeku ketika melihat 4 orang bodyguard suruhan Arkana sedang menjaganya. Ana baru sadar jika mulai hari ini Arkana menempatkan para pria ini untuk menjaganya kemanapun.
Ingatan Ana langsung terbang pada nasib Jesika, yah...jika ia memperlihatkan amarahnya pada Hani, di depan para bodyguard Arkana maka gadis itu akan segera mendapatkan hukuman berat langsung dari Arkana, dan Ana tak ingin itu terjadi....
Tepat di saat yang sama Hani berlari mengejarnya dengan wajah pucat, gadis itu mendekati Ana dan menundukan kepalanya di depan Ana dengan putus asa..
"Nyonya Ana.....tolong..." suara Hani tercekat di tenggorokannya.
"Masuk ke mobil Hani, kita akan menemui Fera sekarang..."bisik Ana dengan mata tajamnya...
Hani menyadari arti tatapan sang nyonya yang masih ingin melindunginya dan mencoba bersikap biasa......beberapa bodyguard Arkana nampak menatap Hani dengan curiga....
Hani kemudian masuk kedalam mobil sesuai perintah Ana..lalu Ana pun mendekati para pria itu..
''Aku akan ke Restoran Kabut Putih di atas tebing dan aku membawa mobil sendiri, kalian bisa memakai mobil yang lain..''
''Baik nyonya...'' seru salah seorang dari mereka.
Ana lalu menatap ke arah mobil, astaga dia harus di paksa meredam amarahnya kepada Hani. ia harus melakukannya agar Hani tidak mendapatkan sasaran amarah Arkana. wanita itu lalu menuju mobil dan masuk ke dalamnya.
Hening......
Hani menunduk penuh hormat ketika Ana duduk di balik stir mobil, Ana sekali lagi melindunginya dengan tidak memakai supir, ia tak ingin pembicaraan mereka di ketahui siapapun...
''Nyonya Ana....''
''Aku melakukannya karna aku tak ingin seseorang mati di depanku lagi...aku benci darah.'' seru Ana dengan dingin...
Mobil lalu bergerak keluar dari arah butik dan menuju jalan, Hani merapatkan jarinya dengan rasa takut dan gugup. berulang kali Hani menoleh kepada Ana yang tidak sedikitpun melihatnya..
''Ehm........''
__ADS_1
''Kita akan berpisah setelah dari restoran...aku akan mencari alasan dan mengatakan pada Arkana bahwa kau telah berhenti bekerja..'' Ana menambahkan.
Hani menggeleng.......
''Nyonya bisakah nyonya mendengarkan aku sekali saja...''
''Tidak...aku tidak mau mendengar apapun dari keturunan yang sama dengan Fania, jadi jangan coba membujukku Hani karna aku tidak akan pernah...berubah..''lirik Ana tegas..
Hani juga tak ingin menyerah, matanya memandang nanar ke depan jalan...
''Aku akan tetap mengatakannya meski nyonya Ana tak ingin mendengar..yah, bukankah setelah ini kita berpisah...''
Ana hanya diam saja, ia lebih memilih fokus menyetir....
Hani menyusut airmatanya........
''Kak Fania melakukannya karna aku.....waktu itu aku tinggal dirumah bibiku dan mengalami beberapa penyiksaan dan kakak tidak tahan melihat penderitaanku.....
Airmata Ana menetes, namun ia tetap diam saja, mengeraskan pegangannya pada stir mobil...
Aku gadis yang sakit-sakitan dan tinggal dirumah bibi adalah hal yang mengerikan, kakak tidak tahan dengan itu semua..kakak mendatangi bibi dan mau mengambilku bersamanya, namun...bibi meminta sejumlah uang karna aku makan makanan dari rumahnya..kakak begitu bingung saat itu....
Dan entah bagaimana, seseorang datang dan menawarkan uang untuk menjadi mata-mata tuan Alex, kakak tanpa ragu menerimanya...sejak saat itulah dia menjadi mata-mata tuan Arkana, secara kebetulan nyonya Ana tinggal di flat yang sama dengan kakak,....lalu kakak sadar jika tuan Alex Rule mencintai nyonya dan ia pun menceritakan semuanya kepada tuan Arkana, mengirim semua foto nyonya dan entah mengapa tuan Arkana menjadi tertarik dan berfokus pada nyonya dan bukan tuan Alex lagi.....
Ana tertegun ketika mengingat semua perkataan Hani dan membenarkan jika Fania pernah gagal mengajaknya pergi, jadi semua itu atas perintah Arkana....? Ana hanya melonggrakan tenggorokannya dengan susah payah...
''Tuan Alex sangat marah karna sadar kakak adalah seorang mata-mata, lalu tuan ALex menembak kakak di bahunya untunglah dia masih membiarkan kakak hidup, aku lalu di bebaskan dari rumah bibi dan bekerja pada tuan ALex sekarang..''
Kali ini wajah Ana terkejut.....
''Mengapa kau bekerja pada Alex, apakah kau punya dua wajah sekarang....kau bekerja kepada Arkana lalu bekerja juga untuk ALex..kau sungguh bermuka dua...''cibir Ana Kesal..
Hani mengelak........
''Aku tidak pernah bekerja pada tuan Arkana, alasanku berada di sisih nyonya Ana adalah aku....akan memastikan nyonya kembali pada tuan Alex, apakah nyonya ingat kejadian di Hotel..? aku yang memberitau tuan Alex ketika menengar pertengkaran nyonya Ana dan nyonya Alda...''
Ana menoleh........
''Hani........''
''Aku melindungi nyonya dan berharap nyonya kembali pada tuan Alex dengan demikian, hutang kakakku menjadi lunas melihat nyonya Ana kembali pada tuan Alex..''
__ADS_1
Ana tertawa meski airmatanya menetes,
''Hani...kau tidak tau dengan siapa kau berhadapan, kau masih sangat muda untuk mengerti..tuan Arkana tidak akan membiarkan aku pergi tidak....''
Hani masih tak menyerah, dia gadis muda yang pemberani, Hani sama sekali tidak takut apapun...
''Nyonya Ana...apakah nyonya Ana ingat pertemuan pertama nyonya dengan tuan ALex di toilet....''
Ana menatap tajam........
''Jangan bilang kalau...........''
''Aku yang menelfon tuan Alex agar sampai disana...''
Ana tak tahan untuk tertawa,...bagaimana bisa gadis muda ini sangat berani..mengambil resiko besar, yah....atas semua penjelasannya Ana bisa menerimanya dengan baik...kini ia bisa tersenyum lega karna sudah tau alasannya, meski masih tersisa sedikit nyeri namun Ana sadar waktu tak akan bisa di putar kembali, mungkin ini memang takdirnya...
Ana menatap Hani...
''Jangan melakukan itu lagi Hani karna, tuan Arkana tidak suka di hianati...aku tidak ingin kau terluka.''
''Aku baik-baik saja nyonya Ana, aku bisa menjaga diriku sendiri..''
''Hubunganku dengan tuan Alexmu sudah berakhir dan aku tak ingin ada korban lagi, aku menganggapmu adikku sendiri.''
Ana mengatakannya dengan hati yang tulus...hingga Hani sekali lagi merasa terharu jauh di dalam hatinya dia tidak menyerah..ia harus menyatukan nyonya Ana dan tuan Alex kembali..
''Apakah itu artinya nyonya Ana akan memaafkan aku...dan mengijinkan aku tetap tinggal..'' ucap Hani memohon..
Sementara mobil, memasuki kawasan restoran kabut putih, Ana memarkirkan mobilnya. lalu mematikan mesin mobil.
''Aku memaafkanmu Hani, dan mengijinkanmu tetap tinggal tapi untuk Fania aku perlu waktu untuk berdamai dengan hatiku sendiri lalu memaafkannya.''
Hani mengangguk ketika ia juga meneteskan airmata,
''Nyonya Ana...aku berjanji kepadamu, aku akan selalu berada di sisih nyonya selama sisa hidupku..''
Keduanya saling melemparkan senyuman tulus..
''Aku akan melindungimu seperti adikku sendiri..'' balas Ana berjanji..
Hani menjadi lega...lalu membuka pintu mobil lebih dahulu dan menghampiri pintu mobil Ana dan membukakan untuknya, Ana hanya tersenyum...
__ADS_1
''Nyonya apakah nyonya sudah siap bertemu dengan nyonya Fera..''
Ana menghela nafas...dan menatap kearah restoran itu dengan hati yang beku..