
Desainer itu gemetar mendengar kata-kata tajam dari mulut Ana kepadanya, ia tau jika hidupnya akan jauh dari kata tenang mulai dari sekarang, mengusik seorang tuan Aksana itu artinya siap menderita karna tuan Aksana tak akan pernah melepaskan siapapun yang sudah berani menghinanya.
Ana menurunkan pandangan pada sosok wanita licik itu dan menjadi semakin kesal,...
''Aku tak ingin lagi melihatnya..'' Ana memijit pelipisnya....
Aksana kemudian menganggukan kepala memeluk tubuh Ana sembari menatap tajam ke arah anak buahnya yang sedang mencekal tangan sang Desainer menunggu hukuman.
Aksana kemudian tersenyum..
''Singkirkan dia dan....hancurkan karirnya sampai ke dasar..aku ingin kalian memastikan jika ia akan merasakan hidup di panti sosial...''
Semua yang ada di ruangan itu menjadi ketakutan, para asisten sang Desainer dan juga para Makeup Artist begitu ketakutan, tentu saja mereka sedang berhadapan dengan kemarahan seorang mafia yang terkenal kejam dan tidak memberi ampun, bahkan Desainer itu beruntung karna tidak di bunuh. masing-masing dari mereka saling menatap dan berharap tidak melakukan kesalahan yang sama.
Namun bagi sang Desainer itu adalah pukulan terberat baginya..
Wanita itu menggeleng dengan tangisan histeris, bagaimana mungkin tuan Arkana melakukan ini kepadanya, yang benar saja,...dia telah melayani tuan Arkana selama 10 tahun dan tak pernah melakukan kesalahan sekalipun, airmatanya jatuh dengan rasa syok yang seakan mencekiknya. karirnya sedang berada di puncak, bahkan ia melayani pejabat dan para artis terkenal, semua tunduk kepadanya..
Hanya karna gadis murahan dan miskin ini, tuan Arkana menjadi buta dan menjatuhkan vonis bersalah kepadanya, tidak...bukankah Fera Lois bilang, kalau Anastasya adalah seorang wanita murahan...?
Yah...wanita itu tersenyum, bahkan Ana menggunakan tubuhnya untuk menjerat para orang kaya, tuan Danar Lois, tuan Ardiasyah Saputra juga pernah mencicipi gadis murahan ini...lalu sekarang mungkin saja gadis licik ini sedang menjebak tuan Arkana di dalam pernikahan, mata Desainer itu melebar ketika mendapatkan satu ide di kepalanya..
Jika dia bisa membongkar kedok Ana, mungkin saja keadaan akan berbalik, tuan Arkana benci penghianatan, jika ia bisa meyakinkan tuan Arkana jika gadis ini sebenarnya gadis murahan yang telah menjual tubuh demi uang, maka ia akan selamat..jika beruntung tuan Arkana akan memberi kepercayaan penuh kepadanya, bukan..?
Wajahnya seketika menjadi cerah...wanita berusaia sekitar 40 tahun itu mencoba berdiri seraya melepaskan pegangan anak buah Aksana...
''Lepaskan aku....ijinkan aku bicara tuan,...untuk yang terakhir.,..''ucap wanita itu tersenyum licik sembari menatap ke arah Ana yang mengerutkan kening kepadanya...
Aksana sungguh kesal, beraninya wanita ini menyita waktunya...namun, ia menyadari jika Ana mengijinkan dia bicara.....
Aksana melonggarkan dasinya dan mendekati wanita itu dengan pandangan tajam....
''Katakan sesuatu yang benar karna kau sudah menyita hari bahagiaku, jika kau salah bicara aku berjanji ini akan benar-benar menjadi hari terakhir bagimu...''
__ADS_1
Ana berdebar mendengar kata-kata Arkana, ia menatap wanita itu sekali lagi dan merasakan sedikit iba...bagaimana jika tuan Arkana akan membunuhnya, kasian dia..pasti anak-anaknya akan..kehilangan.........
Lamunan Ana terputus ketika mendengar kata-kata pedas wanita ini dan menjadi terkejut karna syok...
''Tuan..aku sebenarnya telah tau siapa gadis yang akan tuan nikahi ini..tuan Arkana percayalah dia hanyalah gadis murahan yang telah tidur dengan banyak pria sebelum menjeratmu..'' lantang wanita itu dan melirik tajam kepada Ana yang menatapnya dengan wajah syok...
Sedangkan Aksana, pria itu memejamkan matanya...kepalan di tangannya mengeras, emosinya mulai naik perlahan dan tidak terkendali...
''Katakan...aku ingin mendengar semua yang ingin kau katakan...''
Seperti mendapat angin segar, wanita itu mulai bercerita dengan matanya yang berbinar..
''Aku mengenal mantan teman baiknya yang bernama Fera Lois..''
''Fera Lois...'' ulang Ana tak menyangka jika wanita ini adalah orang suruhan Fera, pantas saja kata-katanya sangat menyakitkan dari awal pertemuan mereka...Ana memejamkan matanya, Fera..bahkan dia masih saja mengejar Ana dan berniat menghancurkan...mata Ana berkaca-kaca seketika...
Wanita itu tersenyum menang...
''Mengapa kau terkejut nona, apakah karna kedokmu sudah terbongkar...'' desisnya sinis..
Aksana terdiam seolah berpikir.......
''Lalu apa hubungannya dengan calon istriku..'' tatapan Aksana berubah dingin, sebenarnya itu adalah peringatan bahaya namun, wanita itu tidak menyadarinya.
Wanita itu mulai bersemangat, ketika tuan Aksana terlihat ingin tau......
''Gadis ini sangat licik tuan..dia merebut kekasih Fera Lois yang sekarang adalah suaminya namun tidak berhasil mendapatkannya, lalu dia mengincar tuan Danar Lois, mereka bahkan tidur bersama,...seolah tak puas menjerat orang kaya, gadis ini juga tidur dengan tuan Ardiansyah Saputra pemilik Jaya Group, dan tuan tau...menurut informasi yang aku dengar terakhir bahwa ia adalah simpanan seorang mafia bernama Alex Rule dan dia pernah mengaborsi bayinya dua kali......betapa menjijikannya gadis ini........''wanita itu menutup penjelasannya dengan senyuman puas..
Kini dia tinggal menunggu tuan Arkana menghukum gadis pembohong ini.....
''Apa maksudmu....aku tidak...'' kata-kata Ana terputus,
Ketika Arkana mengangkat tangannya dan meminta Ana untuk diam,....mata keduanya bertemu dengan tatapan yang dalam....
__ADS_1
Arkana lalu melepaskan pelukannya dan melangkah mendekati wanita di depannya dengan tatapan membunuh yang kentara.....
''Feniasary...aku ingin menanyakannya sekali lagi untuk yang terakhir kalinya kepadamu, apakah kau benar-benar yakin semua informasi yang kau berikan kepadaku hari ini di hadapan semua orang, sebelum aku membuat keputusanku...''
Feni menatap dengan senyuman......
''Aku tak pernah ragu tuan Arkana....aku yakin dia gadis murahan yang...........''
Belum sempat Feni menjelaskan ia begitu terkejut ketika lehernya di cekik dengan sangat kuat oleh tuan Arkana,...begitu menyakitkan sampai ia susah untuk bernafas......
''Beraninya kau menghina calon istriku dengan semua tuduhan palsumu.'' Arkana mengeraskan cengkramannya..
''Tidak...tuan Arkana.....''jerit Feni kesakitan...
''Kau tau jika kau telah melakukan sebuah kesalahan besar...''
Arkana menghempaskan tubuh Feni jatuh tersungkur di tanah, waniat itu memegang bekas cekikan tuan Arkana dengan syok...mengapa tuan begitu marah, apa yang terjadi ini...?
Ana melebarkan matanya ketika menyadari Arkana mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya...sebuah pistol berukuran kecil dan mengarakannya kepada Feni yang menatapnya dengan wajah pucat pasi.....
''Bagiku kau harus mati.....dan ini menjadi peringatan bagi semua yang ada disini untuk jangan pernah menguji kesabaranku...''
Ana membeku,....melihat tangisan Feni yang meminta ampun namun sama sekali tidak di dengar oleh tuan Arkana....
Pria itu lalu melepaskan tembakannya tepat di lutut Fei...
Duarr..........
Wanita itu mengerang kesakitan, ketika darah mengalir dari sana.......
Seolah tak puas pria itu kembali mengarahkan pistolnya ke arah kepala Feni..
Namun pada saat ia ingin melepaskan tembakan...
__ADS_1
Ana berdiri menghalangi tubuh Feni.....dan menatap tuan Arkana dengan tatapan memohon....
''Tuan Arkana..............''