Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Pulih


__ADS_3

Alex terkejut menyadari jika Maya menghilang,..yah bukan menghilang namun Arkana bilang gadis itu sedang sibuk mempersiapkan ujian akhirnya dan menjadi sangat sibuk sekali..


Alex juga sibuk dengan proyek dan juga penyelidikannya terhadap mata-mata suruhan Dave...


''Dimana Maya..'' tanya Ana menyipitkan matanya..


''Sedang sibuk ujian...''sambung Alex lebih suka bermain-main dengan Aleysa yang sungguh menarik perhatiannya...


''Mana mungkin ujian bisa menyita waktunya hingga tak datang menenggokku..bahkan dia belum melihat keponakannya...'' bisik Ana sedih...


Alex mengangkat wajahnya dan menatap Ana....


''Dia akan datang jika sudah waktunya datang....bisakah kau membiarkan aku menggendong Aleysa sebentar...''pinta Alex dengan tatapan berbinar..


Ana mengangguk dan meletakan tubuh kecil itu hati-hati di tangan Alex, memp[erhatikan peubahan Alex yang begitu bahagia...dan Ana pun tersenyum sembari ia juga makan..


''Kau sangat mirip dengan ayahmu Arkana..tapi tolonglah agar kau tidak mirip dengan sifatnya okey...janji anak manis..bisakah kau meniru sifat papa saja yang baik hati ini...''


Mendengar hal itu Ana menunjukan ekspresi mual hingga keduanya tertawa....


''Yah...papa Alex sangat baik hati...'' puji Ana mengangkat alisnya..


Alex pun tertawa...


''Yah...dia sangat cantik...''


''Tentu saja..dia cantik sepertiku...''ucap Ana percaya diri...


''Tidak...tidak Ana..kau salah...Alesya akan melebih kecantikanmu ketika besar nanti..'' Alex menaikan sudut bibirnya....


''Yah...kau dan Arkana sama saja.,...''


Sementara keduanya masih saling bercanda,....pintu terbuka dan sosok Hani dan Danar masuk membawa beberapa buah-buahan segar serta makanan kecil....


''Kakak...''


Hani tersenyum senang melihat Ana sudah sadar, ini pertama kalinya ia bertemu dengan Ana ketika kakaknya sudah sadar....


Danar juga tersenyum ke arah Ana dan Alex..sembari mendekat ke arah Alex dan bermain-main bersama Aleysa....yang seakan mengalihkan dunia mereka..


Kedua pria itu asyik bermain bersama Aleysa dan melupakan Ana dan Hani yang sedang berbicara seirus...


''Kakak...apakah kau mau makan sesuatu..''


''Mungkin jeruk saja Hani..''


''Baiklah aku akan mengupasnya untukmu.''


Hani lalu mulai mengupas jeruk dan memberikannya pada Ana..sementara Ana memakannya dengan lahap...hingga Hani merasa ngilu sendiri..jeruk itu sedikit asam namun kak Ana melahapnya tanpa ekspresi di wajahnya,..

__ADS_1


''Dimana kak Arkana...''


''Kakakmu sedang pulang sebentar untuk mandi.....'' ucap Ana tersenyum..


''Baiklah kalau begitu..'' sambung Hani mengerti..


''Hani..aku sangat penasaran dimana Maya..walaupun dia sibuk seharusnya dia datang menegok kakak bukan..? mengapa dia malah menghilang tanpa jejak begini..''


Deg!!!!!


Hani menghentikan kegiatannya mengupas buah..lalu tertegun sebentar,...apa yang harus ia katakan..tidak mungkin jika dia juju pada kak Ana bahwa Maya hampir saja membunuhnya..bahwa adiknya sudah berkhianat karna rasa cemburu dan tidak sabarnya. jika dia jujur kak Ana akan syok dan akan mempengaruhi kesehatannya..apalagi kakak baru sadar...


Tidak...Hani memutuskan untuk menyimpan semuanya........


''Ujiannya bertumpuk hingga istirahatpun ia tidak bisa kak...''ucap Hani berbohong..


''Begitukah...apakah dia makan dengan benar....''


''Tentu saja...aku memperhatikannya kak Ana jadi..kakak tenang saja...aku pasti akan menjaganya..'' Hani menjadi lega menyadari jika kak Ana menjadi tenang...


''Oya..mengapa kalian menunda pernikahan hanya karna kakak..'' bisik Ana sedih...


Hani tersenyum sembari melirik Danar dan Alex yang sedang betah bermain dengan baby Aleysa...


''Aku ingin di pernikahanku....ada kakak dan Aleysa,...kaka tau jika kakak sangat penting bagiku selain kak Fania..'' mata Hani menjadi panas...


''Hey,....kau membuatku menangis..'' bisik Ana menghapus airmatanya...


Hani pun tak tahan untuk tidak menangis........gadis itu lalu memeluk Ana dan keduanya tenggelam dalam tangis...


''Aku sayang kepadamu kak Ana...aku tak akan pernah meninggalkanmu atau menghianatimu...tidak akan pernah..kau sudah seperti ibuku dan juga kakakku..''bisik Hani penuh janji...


Ana mengerutkan dahinya mengapa Hani menyinggung soal penghianatan...? dari sekian banyak kata...mengapa harus kata penghianatan..? mungkinkah hanya kebetulan..


''Hey..kau sudah mau menikah masih saja cengeng..'' bisik Ana membelai rambut Hani dengan penuh kasih sayang...


Hani tersenyum seraya menghapus airmatanya...


Melihat itu Alex dan Danar hanya tersenyum, wanita selalu menyelesaikan semua dengan menangis..jika terlalu sedih mereka kan menangis..dan jika terlalu senang mereka juga tidak bisa berhenti menangis...sungguh aneh bagi Alex dan Danar.......


*******************************************************


Ana sedang berbaring di ranjang dan memainkan ponselnya...Baby Alesya sedang berada di ruang bayi setelah ia memberikan asi untuk putrinya...


Pintu kamarnya di ketuk dan Ana menoleh waspada, apakah itu Alex atau Arkana...?


Namun matanya melebar tak percaya ketika yang muncul di pintu adalah Dave Morgan, membawa bucket bunga mawar yang sangat besar juga berbagai kotak hadiah yang sangat banyak pria itu muncul dan mengejutkan Ana.....


''Tuan Dave....'' bisik Ana mengerutkan keningnya...ia sungguh tak enak pria itu menjengguknya kerumah sakit...

__ADS_1


''Apa kabar nyonya Ana...''


Ana menghela nafasnya....lalu perlahan tersenyum dan menegakan tubuhnya menyambut kedatangan Dave yang tiba-tiba...


''Aku sudah membaik tuan Dave....''


Hadiah-hadiah dalam kotak mahal itu di letakan di dekat meja Ana oleh anak buah Dave lalu mereka pun pergi dari sana...meninggalkan Dave sendirian bersama Ana...


Pria itu memberikan bucket bunga yang berbau harum itu kepada Ana....


''Terimakasih tuan Dave...bunga yang indah dan banyak..'' ucap Ana merasa sedikit canggung dengan perhatian Dave, mengapa pria ini datang sendiri...dan bukan dengan asistennya...?


Dave menoleh ke segala arah mencari sosok bayi mungil Ana....


''Dimana putri cantikmu nyonya Ana...'' bisik Dave dengan penasaran...


Ana tersenyum...


''Aleysa..namanya adalah Aleysa...dia berada diruang bayi...dia hanya akan di bawa kesini jika aku akan memberinya asi...'' ucap Ana memberi penjelasan..


Dave memincingkan matanya....


''Sayang sekali...padahal aku ingin sekali sekali bertemu dengan putrimu..''


''Kau akan bertemu dengannya lagi...kita masih punya banyak waktu...''


Dave mengangguk lalu meraih kursi dan duduk di hadapan Ana...


sial..wanita ini baru saja melahirkan, wajahnya yang polos dan tidak menggunakan makeup sama sekali justru membuatnya semakin manis...tubuhnya yang berisi membuatnya lebih cantik dari biasanya....


Bersabarlah Dave...sedikit waktu lagi....pria itu tersenyum sendiri...


''Ehm....bagaimana keadaanmu..luka operasimu, masih terasa sakit..''


Ana mengangguk....


''Aku masih sedikit merasa nyeri..yah...kau tau banyak tentang dunia medis...''


''Tidak...Ana...aku pernah melihat luka opeasi kakakku namun bedanya lukanya adalah luka tertembak...''


''Benarkah,....apakah dia selamat..'' tanya Ana...


Dave tersenyum dingin........


''Tidak Ana....dia meninggal...'' desis Dave tajam...


Deg!!!!!!!!!!


Mengapa Ana merasa sedikit takut...?

__ADS_1


__ADS_2