Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Rencana Dave


__ADS_3

Ana dan Hani duduk berdampingan sementara Dave dan juga Dian juga duduk di hadapan mereka, Dian meletakan beberapa berkas di atas meja dan Dave mulai memeriksa, kemudian pria itupun menatap Ana dengan senyuman yang terukir disana...


''Aku sangat senang melihat kita bisa berkerja sama nyonya Anastasya...aku tak sabar lagi melihat bagaimana bisnis kita menjadi berhasil nanti...''tatap Dave dengan mata yang berbinar..


Ana tersenyum dan menganggukan kepalanya,


''Aku akan berusaha sebaik-baiknya tuan Dave, aku harap bisnis Hotelmu semakin baik.''


''Aku tak bisa sukses tanpa dirimu..''


Ana mengerutkan kening...


''Maaf tuan Dave apa maksud anda..''


Dave menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan tersenyum..


''Jangan tegang nyonya Anastasya,..maksduku adalah..jika para tamu di Hotel menyukai hidangan yang kau buat maka Hotelku akan sukses, bukan begitu...? jadi aku sangat berharap banyak kepadamu nyonya Anastasya..


''Panggil saja namaku Nyonya Ana...baiklah, mari bekerja sama...aku yakin kita akan sukses.'' balas Ana sopan..


''Baiklah nyonya Ana..'' Dave memberi penekanan di dalam nada suaranya.


Dave menganggukan kepala, dari cara bicara Anastasya menandakan wanita ini sangat lembut dan berkharismatik, mengapa bukan dirinya yang prtama bertemu wanita secantik ini..? dan malahan Arkana yang mendapatkannya sial...


Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat di bawah meja sedangkan di permukaan wajahnya, ia tersenyum dengan sangat ramah, hingga nyaris seperti wajah pria sempurna yang ramah...


''Nyonya Ana...aku akan menantikan kedatangan anda langsung besok pagi..''


Ana berdehem...


''Ehm..maafkan aku tuan Dave, mungkin aku tak bisa turun langsung ke Hotel namun akan di wakili adikku, kau tau sendiri aku akan melahirkan sebentar lagi..jadi aku minta maaf...''


''Tidak masalah...semoga persalinanmu lancar nyonya Ana,....semakin cepat kau melahirkan itu lebih baik bukan..'' Dave lagi-lagi tersenyum dan itu semakin membuat hati Ana di penuhi tanya, namun ia mengabaikannya..


''Terimakasih untuk doamu tuan Dave, aku berjanji setelah melahirkan maka aku akan turun tangan sendiri....''janji Ana sambil berdiri..ia harus segera pulang karna di kehamilannya ini membuatnya semakin sulit..


Dave ikut berdiri dan semakin terpesona,. Ana sungguh luar biasa anggun dan mampu memikatnya walau wanita ini sedang hamil, Dave hampir tak percaya jika ia mampu terpesona pada pandangan pertama kepada wanita cantik ini...


Dave lalu tersenyum, ketika sebuah rencana baru muncul di kepalanya.......ia menatap Ana..


''Kau tidak keberatan bukan kalau aku datang mengunjungimu setelah melahirkan...?"


Ana dan Hani saling menatap..lalu Ana kemudian tersenyum dan mengangguk...


''Tentu saja tuan Dave, bayiku adalah perempuan jadi jangan salah membawakan hadiah..''

__ADS_1


Ana kemudian menunduk hormat kepada Dave, lagi-lagi Ana membuat Dave terpana hingga hatinya bergetar....


''Aku pasti akan membawakan hadiah terbaik..''


''Terimakasih tuan Dave, aku harus pergi sekarang...nyonya Dian..terimakasih untuk segalanya..'' pamit Ana....


Dian juga menunduk hormat kepada Ana, sedangkan Dave mengangguk setuju...


''Hati-hati nyonya Ana....sebenarnya aku bisa mengantarmu...''


Hani langsung menghadang tatapan Dave...


''Maaf tuan Dave, aku membawa mobil sendiri..'' Hani tersenyum dengan penolakan halusnya...


Wajah Dave berubah mengeras ketika mereka telah menghilang di balik pintu...


Pria itu melonggarkan dasinya yang terasa mencekik, sialan..mengapa wanita itu begitu melindungi Ana...? ada banyak pelindung Ana dan ia tak suka itu...


Dave duduk kembali di kursinya sembari menatap Dian.,...


''Panggil Maya...aku ingin merubah rencana...'' ucap Dave singkat...


Dian lalu menundukan kepalanya.....


''Baik tuan Dave....'' ucap Dian menundukan kepalanya patuh...


Arkana keluar dari ruang kerjannya dan mengerutkan kaning ketika Alex sedang menunggunya,.....pria itu keluar dari sana dan duduk di hadapan Alex..


''Ada apa dengan wajahmu itu...''


Alex menatap Arkana dan meletakan sebuah berkas penting di atas meja....Arkana menurunkan pandangannya pada kertas di meja...


''Apa ini..''


''Musuh lama kita kembali Arkana...dan kali ini dia tidak sendiri namun bersama keluarganya...''


''Keluarga Morgan....'' ucap Arkana mendesah...


Alex menganggukan kepalanya dan mengambil berkas itu dan mulai membacanya,


''Bukankah dia sudah mati...seperti yang kau bilang...''


Alex mengepalkan tangannya dengan kuat, ia menatap Arkana..


''Dia punya seorang adik lelaki namun bernama Dave Morgan, seluruh kekayaan bajingan itu jatuh ketangan adiknya dan saat ini dialah yang akan membalas dendam.''

__ADS_1


Arkana menajamkan tatapannya...


''Kita harus hati-hati Alex, aku takut dia mengincar Ana atau...malah salah satu dari kita, apakah kau sudah melacaknya dengan kemungkinan dia berada di kota ini..''


''Orangku akan memberi kabar sebentar lagi.....''ucap Alex..


Arkana memejamkan matanya, hal yang tak pernah di bayangkannya akhirnya muncul di permukaan,


Wilson Morgan adalah musuh utama mereka, sejak dulu Wlison sudah menaruh dendam karna di dunia mafia ia tak sanggup menandingi kekuasaan Arkana dan Alex hingga pria itu menjadi putus asa..lalu mendekati Katren, menghamilinya dan membuat gadis itu depresi dan bunuh diri, hingga Alex yang membunuhnya..


Kini ia kembali namun bukan Wilson bangkit dari kubur melainkan adiknya Dave Morgan,...siapa Dave Morgan, ini yang harus mereka caritau...karna sosok Dave sangat jarang di sorot, ia seorang pengusaha di balik layar dan tidak sekalipun menampakan wujudnya di permukaan, jadi agak sulit melacak seorang Dave Morgan, karna dia punya sederet anak buah yang melindunginya dari jejak pemberitaan media...


Arkana menghela nafas.,..Ana akan segera melahirkan dan konsentrasinya akan terpecah, ia menoleh kepada Alex....


''Apakah setelah menikahi Maya kau akan pergi dari kota ini.''tanya Arkana menatap Alex..


''Mungkin kami harus pergi Arkana...''


Arkana menganggukan kepalanya...


''Aku mempunyai firasat buruk Alex...bisakah kau tetap tinggal...''


Alex membeku mendengar permintaan Arkana yang begitu mengejutkan dirinya lalu terdiam sesaat...


''Bagaimana kalau setelah masalah ini selesai aku akan pergi..''ucap Alex menyerah..


Arkana lalu tersenyum...


''Terimakasih ALex....''


********************************************


Dave bersedekap menatap sosok Maya yang berdiri di hadapannya dengan wajah ketakutan....


''Aku ingin kau....menembak seseorang untukku...'' ucap Dave dengan senyuman dingin..


Wajah Maya begitu pucat, melakukan ini saja ia sangat ketakutan apalagi disuruh membunuh, gadis itu menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan yang terulur memohon....


''Aku mohon tuan Dave,..bukankah aku telah melakukan yang kau suruh...? kau bilang hanya ingin membantuku keluar dari masalah ini..mengapa sekarang kau memintaku membunuh..''


Dave mendekat.......


''Jika kau tidak membunuhnya maka aku akan melukai Ana kakakmu...lalu menghancurkan panti asuhanmu lalu kakak kesayanganmu, Hani dan Steve...bagaimana..''


''Tuan Dave...aku mohon kepadamu jangan lukai mereka...''

__ADS_1


Senyum terpancar di wajah Dave tanpa rasa bersalah...mendekat dan meraih Maya berdiri..mencengkram lengannya dengan kuat..


''Karna itu..lakukan saja apa yang aku perintahkan...lalu kau dan semua kakakmu akan selamat..'' lirik Dave tajam..


__ADS_2