
Akhirnya mobil milik Arkana dan Ana memasuki area Vila ketika hari sudah malam,...Ana sudah tertidur di mobil dan Arkana tak ingin membangunkan dirinya, pria itu turun lebih dahulu dari mobil dan langsung di hadapakan dengan sang asisten bernama Leo yang sudah menunggunya dari tadi,
Arkana melangkah melewatinya dan membuka pintu mobil bagian Ana, pria itu membungkuk sebentar dan mengangkat tubuh Ana dalam gendongannya, Pelayan Vila lalu menunjukan jalan untuknya ke kamar yang berada di lantai atas, Arkana lalu naik tangga satu demi satu di ikuti Leo di belakangnya, sesampainya di kamar itu Arkana lalu menghampiri sebuah ranjang besar yang ada disana dan membaringkan tubuh Ana lalu menyelimutinya, sementara Leo menunggu di depan pintu..
Ketika Arkana keluar dari sana Leo menyerahkan sesuatu kepadanya, pria itu menghela nafas sebentar ia sedikit nyeri membayangkan mungkin kenyataan ini akan menyakiti hatinya...
''Ikut aku ke ruang kerja sekarang.'' titah Arkna sambil melangkah lebih dahulu menuruni tangga...
Disetia vila atau rumahnya selalu ada tempat khusus untuk ruang kerjanya. untuk memudahkan dirinya bekerja dari jarak jauh...ruang kerjanya terletak di belakang vila di dekat sebuah kolam ikan yang terawat dengan baik, ada berbagai jenis ikan disini...
Pintu ruangan kerja itu terbuka dan keduanya segera masuk dan Arkana lalu duduk di kursi ternyamannya sambil menatap Leo yang berdiri dengan sikap sempurna di hadapannya, ini sudah pukul 12 malam, tak tampak kelelahan di wajahnya atau wajah sang asisten, tentu saja pekerjaan mereka di dunia gelap mengharuskan mereka untuk menerobos aturan waktu untuk tidur, bahkan untuk Arkana mungkin dalam sehari ia butuh hanya sekita 3 jam untuk tertidur..itupun tak pernah nyentak..
''Bagaimana dengan gudang senjata kita, apakah pengiriman kali ini berjalan dengan baik.''
''Tuan Arkana, gudang kita ada seorang penghianat dia bekerja untuk tuan Alex dan melaporkan setiap kegiatan kita pada tuan Alex dan menyebabkan sedikit kerugian untung saja aku sudah membereskan dirinya dan beberapa temannya...''
Arkana tersenyum kejam........
''Alex..pria itu tak pernah menyerah yah,....''
''Tuan Arkana, sebaiknya tuan memeriksa cctv yang berhasil aku dapat.''
Arkana menatap mata Leo yang tampak beku...
''Termasuk cctv di ruang kerja Alex.''
''Cctv ini tentang nyonya Ana dan tuan Alex, anda harus melihatnya sendiri tuan agar bisa menentukan apa yang akan tuan lakukan.''
Arkana membeku, sembari menahan rasa marahnya yang mulai memenuhinya..
''Aku akan memberi mereka sedikit umpan, aku ingin seseorang membantunya dan aku akan menangkapnya dengan tanganku sendiri..''
Leo lalu menundukan kepala...
''Aku tau siapa orangnya tuan Arkana, tapi bagi nyonya Ana...apakah tuan...''
''Aku akan menghukumnya dengan caraku namun...aku ingin membiarkan dia melakukan kesalahan itu...aku tak sabar lagi ingin melihatnya.'' desis Arkana dengan tatapan kejam.
__ADS_1
Tubuh Leo bergetar ketakutan, mendengar ucapan sang tuan yang begitu dingin, betapa ia gemetar membayangkan kemarahan tuan Arkana, kini Leo hanya bisa berharap jika nyonya Ana tak akan pernah melakukannya...atau semuanya akan selesai, tak akan ada lagi kata maaf..
''Baik tuan Arkana, aku...akan tetap akan mengawasi mereka, dan mengenai keluarga Lois, aku telah membuat salah satu perusahaan mereka yang biasa mendapatkan keuntungan besar, jatuh bangkrut.'' ucap Leo tersenyum..
Arkana tertawa sekerasnya, itu artinya ia telah membalas mereka yang telah membuat Ana menangis karna di permalukan,....ia akan menyadarkan mereka semua bahwa sebuah kesalahan besar jika memutuskan melawan seorang Arkana.
''Perusaahaan Jaya grup aku ingin membelinya...''ucap Arkana santai..
Leo hanya menundukan kepala patuh, meski ia tak mengerti mengapa tuan Arkan mau membeli perusahaan itu,....?
Namun ia sama skali tidak berani bertanya kepada tuan Arkana bukan, lagi pula ia hanyamenjalankan tugasnya, sisanya adalah urusan tuan Arkana..
''Baik tuan Arkana..aku akan mempersiapkan dokumennya.''
Leo lalu pamit dari ruang kerja itu dan meninggalkan Arkana dalam kebekuan, pria itu lalu menatap flashdisk di tangannya berisi bukti yang mungkin akan melukainya...Arkana mengeraskan tatapannya..
Kemudian menontonnya sendiri...
******************************************
Arkana melangkah ke kamar di jam 2 pagi, ia sudah selesai mandi dan masuk kekamarnya, tanpa di duganya Ana sedang terjaga....dan duduk di atas ranjang seolah baru saja mimpi dengan sangat buruk...
''Sayang.....'' bisik Arkana langsung menaiki ranjang dan memeluk Ana dari belakang..
Ana menoleh dan terkejut melihat Arkana tampak segar, tak ada kelelahan padanya padahal ia baru saja menyetir dalam jarak yang jauh..Ana menjadi sangat heran..
''Kau dari mana Arkana dan mengapa tidak tidur..''
Arkana semakin mempererat pelukannya, namun jemarinya yang lain sudah menelusup ke dalam gaun Ana dan bermain disana..
Ana menjadi sangat gugup..
''Apa kau tidur dengan baik tadi..'' suara Arkana menjadi parau..
''Ana menganggukan kepala, aku terbangun karna mimpi buruk dan tak bisa tertidur lagi..''
Arkana paham dan mengambil segelas air di atas meja dan memberikan pada Ana untuk minum.
__ADS_1
''Minumlah agar kau tenang.''
''Terimakasih Arkana.....''
Wanita itu meletakan gelas ketika ia selesai minum, ia mengernyit ketika tatapan Arkana lain kepadanya, pria yang menyembunyikan nafsu dalam tatapannya yang liar..
''Apakah kau masih mengantuk sayang.''
Ana menggeleng dengan gugup....
''Bagus karna aku menginginkanmu sekarang.'' suara Arkana merayu dengan tatapan berkabut yang penuh gairah..
Tubuh Ana lalu di hempas sedikit kasar di ranjang dan membuat gadis itu membeku..menyadari nafas Arkana yang terasa hangat dan mulai tidak beraturan..gaun atasannya di turunkan sampai ke pinggang agar memudahkan Arkana ketika menyentuhnya..
Pria itu mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Ana sedikit menuntut lid*hnya menggodanya dengan ahli, semula memang hanya kecupan lembut yang ringan, namun lama kelamaan ciuman itu semakin dalam dan menjadi semakin panas..Arkana melampiaskan ciumannya tanpa jeda seolah pria itu sedang berada di padang gurun yang gersang dan kehausan,
Sementara bibirnya seolah tak puas dan kembali bergerak turun menuju ujung dada Ana yang membusung, siap menerimanya, pria itu kembali mengarahkan mulutnya dan melum**, menghis**** dan memberikan gigittan kecil disana hingga Ana seakan menggila oleh sensasi yang dirasakannya tiba-tiba,
Tubuh Ana meliuk mengikuti gerakan Arkana ketika menyentuhnya...
Ketika Arkana menatap mata Ana, matanya terlihat berbinar penuh gairah..
''Aku merindukanmu Ana, taukah kau...setiap harinya aku selalu merindukan percintaan kita...aku tak sabar lagi memasukimu.''
Kini Arkana dengan mudah melepaskan gaun Ana sepenuhnya dan melemparkannya ke lantai dan menatap tubuh Ana yang polos, matanya berbinar ketika menatap semua keindahan Ana adalah miliknya..
Pria itu juga telah menanggalkan pakaiannya dan bersiap menyatukan diri, di antara kedua pahanya, bukti gairahnya mengeras meminta kepuasan sehingga Ana sedikit gelisah..menyadari betapa besarnya bukti gairah itu, ia menjadi takut,..
Seakan tau Ana akan menghindar, Arkana menekan tubuh Ana di ranjang, hingga Ana tak mampu bergerak, sembari bibirnya melum** bibir Ana dengan kedua tangan kokohnya menangkup kedua dada Ana yang menggantung ranum..pria itu tersenyum menyadari pertahanan Ana melemah..
Dan saat itulah Arkana memasuki Ana dengan kekuatan penuh......wanita itu menjerit namun tak lama,. Arkana segera menyambar bibirnya dan mengul*mnya untuk membungkamnya..
****************************
Tubuh Ana ambruk ketika percintaan itu selesai namun tidak bagi Arkana, pria itu masih menatap nyalang sambil bangkit dari sana...
Jemarinya terulur dan menyentuh perut Ana dan membelainya disana...
__ADS_1
''Anakku...kau harus hidup sekarang.'' desis Arkana dengan suara yang tajam..