Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menikah


__ADS_3

Diza duduk di bangku mobil dengan tatapan bekunya, sedangkan Dilan mengitari mobil dan segera masuk di sampingnya,....Diza sedikitpun tidak ingin menatap pria ini, Diza masih membayangkan betapa malunya ia di depan teman-temannya, padahal ia baru saja ingin menikmati pesta...


Diza menghela nafas.....membuang pandangan keluar jendela ketika mobil perlahan meninggalkan Club,..semua ini gara-gara Dilan..ia benci sekali dengan Dilan..


Sementara Dilan menoleh dan menyipitkan matanya kepada Diza..


''Ini sudah lewat jam tidur sudah pukul 1 tengah malam, dan kau masih berkeliaran di luar rumah apalagi di club...''


Diza menoleh tajam....


''Apakah itu menjadi urusannya, lalu bagaimana denganmu..kau juga berada di tempat yang sama denganku Dilan, kau juga menikmati pesta bagaimana kalau kita saling mengabaikan saja..bukankah itu lebih baik...''


''Aku tidak sedang pesta disana Diza....''


Diza melebarkan matany, ia tertawa dengan kesal...


''Lihatlah dirimu kau mulai mencuci dirimu dan menatapku dengan kotor...''


''Ada apa denganmu DIza, mengapa kau menjadi kasar begini...kau berubah,...mengapa..apakah ini semua karna dokter Mark....kau menyukainya lantas dia tidak menyukaimu begitu,.........''


Deg!!!!


Jantung Diza berdebar seketika, betapa malunya dia saat ini..bagaimana mungkin Dilan mengatakan itu semua untuk menyakiti dan mempermalukannya,...meski hanya di depan Dilan...ia sangat malu....lelaki ini sedang menertawainya kan...?


airmata Diza menetes....


''Berhenti.........''


''Tidak........''


''Aku bilang berhenti atau aku lompat.....''ucap Diza dengan suara bergetar yang tertahan...


Deg!!!!!


Dilan menatap sekelilingnya dan menjadi lega mereka sudah mulai memasuki pusat kota...bukannya menghentikan mobilnya Dilan semakin melajukan mobilnya membelah jalan di depannya....


''Dilan...........''

__ADS_1


''Kau mau aku menurunkanmu di jalan dan membuat mata orang-orang akan bertanya mengapa kau menangis di tengah malam,...lalu ada yang iseng dan mengambil gambarmu yang menangis,..setelah itu mereka lalu mengirimnya menjadi berita dan menjadi viral, seorang gadis turun dari mobil dan menangis mungkin saja dia habis di perkosa...lalu berita itu sampai di telinga keluarga kita...kau tau persis apa yang akan terjadi Diza...''ucap Dilan tajam..


Diza menaikan pandangan dalam diamnya, ia menatap sosok Dilan yang begitu marah, pria ini memang tampan dari samping..dia manis dan menjadi playboy sejati..tentu saja karna wajah dan matanya...


Dilan yang merasa di tatap kemudian menoleh, mata abu terang itu menembus mata Diza yang berarna serupa...


''Mengapa kau menatapku begitu, masih mau marah-marah lagi, kau masih mau turun lagi....''


Tanpa di duga...Diza tertawa dengan kencang, merasa sedikit bersalah..dari dulu Dilan memang selalu memperhatikannya dengan lebih...tentu saja dia adalah adik yang paling kecil...jadi Dilan memang selalu memperhatikannya....mata Diza berkaca-kaca....seharusnya ia brsyukur, setelah kak Damian memutuskan tinggal sementara di pulau, otomatis Dilan yang akan menjaganya...


''Maaf yah...aku terlalu kekanakan, kau benar-benar baik....terimakasih kak Dilan...''


Wajah Dilan berubah memerah, kakak...? Dilan menoleh menatap Diza yang menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya...secara lancang...Dilan menatap lekat wajah Diza yang manis ketika tertidur, gadis ini begitu manis dan membuat hatinya bergetar.. benarkah ia hanya menganggap Diza adik kecilnya...jika ya...mengapa hatinya bergetar...mengapa dia cemburu ketika Mark mendekati Diza...mengapa...?


Sungguh Dilan tidak mengerti ada apa dengan hatinya....


Mobil itu melaju mengantarkan Diza sampai ke rumah....gadis itu bahkan sudah tertidur...jadi mau tak mau..Dilan yang menggendong tubuh Diza membawanya keluar dari mobil dan membawanya masuk, pelayan sudah tau siapa dia jadi Dilan langsung masuk dan membawa Diza ke kamar, memebaringkannya di ranjang setelah membuka sepatunya dan menyelimutinya...


Dilan menarik kursi dan menatap Diza lalu tersenyum..ia sungguh menyukai Diza, ketika berada di dekat wanita ini membuat ia bahagia, seakan dia melupakan dunia dan gadis-gadisnya..Dilan sungguh tak menyangka jika Diza mampu meruntuhkan citra playboy dalam dirinya, bahkan DIza mampu menggantikan posisi para gadis di hatinya, mengambil alih seluruh pikirannya...


Jemari Dilan membelai wajah Diza yang manis...mengusapnya pelan....hingga gadis itu tertidur lelap, Dilan masih terus berada disana untuk menjaga dirinya...


**************************


Hari pernikahan tiba....


Berdiri di altar Damian Rule dan Aleysa Arkana, di dampingi kedua orangtua dan beberapa teman dekat dan juga...para pelayan di pulau....


Acara berlangsung sangat khidmat, Pendeta mulai mendoakan, memberkati mereka...lalu janji suci itu di ucapkan masing-masing mempelai dengan sekali ucap..setelah itu, cincin di sematkan dan pendeta mulai mensahkan pernikahan mereka..


Dengan ini aku menyatakan kalian berdua Damian Rule dan juga Aleysa Arkana sebagai pasangan suami dan istri yang sah di hadapan Tuhan, apa yang sudah di persatukan Tuhan tidak dapat di ceraikan manusia....


Amin........


Deg!!!!


Begtiu bahagia wajah kedua orangtua mereka, rasa lega memenuhi wajah mereka...bahkan mereka tampak lebih bahagia dari pengantin,..

__ADS_1


Arkana dan Ana mendekati Alex dan juga Aira yang tak bisa menyembunyikan wajah haru mereka..


''Alex...keinginannmu dan impianmu menjadikan Aley sebagai menantu akhirnya terwujud hari ini..''


Alex mengangguk penuh haru.......


''Aku merasa ini seperti mimpi saja, rasanya baru kemarin aku menggendong Aley di tanganku...


Ana juga meneteskan airmata.....menyentuh bahu Alex..


''Kita akan terikat selamanya..keluarga kita akan bersatu Alex...''ucap Ana...


''Yah.......aku bahagia sekali Ana....''


Mereka berempat saling memeluk dengan tangisan haru....mereka sungguh bahagia, pernikahan yang bahkan sudah di rancang dari Aleysa lahir bisa terwujud sekarang....betapa keluarga mereka tidak akan terpisahkan lagi...


Mereka lalu melakukan foto bersama, dalam foto itu mereka tampak bahagia...meski Aley semakin di buat bingung...mengapa sandiwara ini seperti serius saja....? mengapa ia merasa takut..?


Aley terkejut ketika tubuhnya di peluk dengan posesif, saat ini giliran ia dan Damian yang melakukan foto. dan Damian segera mengajaknya membuat pose mesra yang membuat dia tidak nyaman namun...peringatan itu jelas di kirimkan sang ibu kepadanya,...


Itu adalah tatapan peringatan dari seorang Anastasya yang harus di patuh Aleysa....ia pun segera memasang wajah tersenyum...membiarkan Damian membimbingnya berfoto mesra,....


***************


Tengah malam....


Aley terbangun dan begitu terkejut menemukan Damian tidur di sampingnya dan memeluk tubuhnya...


Mengapa...? bukankah ibu bilang setelah pernikahan mereka akan bercerai...?


wajah Aley menjadi pucat...segera ia turun dari ranjang dan menengok ke luar jendela...matanya terbuka lebar menyadari suara ombak dari kejauhan....tubuhnya bergetar...


Ibu..dia harus mencari ibu, biasanya Aley akan tidur dengan ibu dan ayahnya sejak ia terluka...Aley beranjak menuju pintu dan hendak membukanya namun suara dingin di belakangnya membuatnya merinding...


''Kau mau kemana sayang...orangtua kita telah kembali ke kota..''


Tubuh ALey menegang sempurna, ia menoleh dan menggeleng takut melihat Damian yang mendekat...

__ADS_1


''tidak jangan mendekat........Damian.......'' rintih Aley ketakutan....


__ADS_2