
Hening,......
Ana, Arkana dan juga Alex membeku menatap sosok Maya yang berdiri di hadapan mereka dengan membawa seorang gadis yang juga adalah salah satu karyawan di toko Roti milik Ana...
Maya melonggarkan tenggorokannya, ketika melihat sosok Alex sedang menggenggam tangan seorang gadis yang sangat cantik, feminim..dia seperti boneka Barbie hidup, Maya tak mampu menyembunyikan luka di hatinya...di banding dirinya yang tomboy dan seorang penghianat, maka dia tak bisa di bandingkan dengan gadis di hadapannya..
Maya menatap gadis itu dengan pandangan iri, dan ketika ia menatap ke arah Alex, pria itu menatapnya datar...hati Maya sungguh sakit sekali menyadari jika hati Alex sudah menemukan pemiliknya, dan itu pasti gadis di sampingnya, Maya mengepalkan tangannya berusaha menyembunyikan penyesalannya yang entah mengapa mulai menuduhnya tanpa jeda,..bagai cermin yang terlah pecah..mustahil jika menyambungnya seperti sedia kala, kalau pun bisa tersambung, ada bekas retakan yang akan membekas selamanya..
Begitu juga dengan hubungannya dengan ALex, ia telah kehilangan kesempatan akibat keserakahannya...
Pandangan Maya beralih pada sosok Ana, yang berusaha memalingkan wajahnya tak ingin sdikitpun menatapnya, hati Maya sakit sekali menyadari..dulu ia menjadi adik kesayangan wanita cantik ini namun sekali lagi..ia mengahancurkan segalanya...
Semua tenggelam dalam keterkejutannya, Ana bingung bersikap apa, yang pasti ia masih marah karna insiden penembakan itu, bagaimanapun Maya ingin membunuhnya dulu, jadi hati Ana menjadi tawar..
''Maya.....'' sapa Arkana akhirnya, pria itu memijit dahinya canggung,
Padahal dia sudah meminta Maya untuk tidak muncul lagi di rumah, mengapa gadis ini sungguh nekad dan tidak punya rasa malu...??
Seperti merasakan kehadirannya tidak di inginkan, Maya menunduk hormat..walau hatinya begitu nyeri berada di situasi mengerikan ini..
''Tuan Arkana...maaf mengganggu waktu tuan dan nyonya, aku ke sini untuk menyerahkan seorang mata-mata Dave...''
Alex dan Arkana terkejut,...begitu juga Ana, sementara Aira hanya diam dan mengamati, ia sadar betul dengan tatapan gadis di hadapannya, yang dari tadi mencuri perhatian Alex...apakah mereka mantan kekasih, apakah Alex mencintainya..? apakah Alex masih memiliki perasaan pada gadis ini..? berbagai pertanyaan timbul di kepala Aira namun, ia mencoba bersabar..
''Mata-mata...'' ulang Arkana dan Alex bersamaan...
Maya menganggukan kepalanya...
''Yah...hari ini aku melihat Dave berbicara dengannya, dia telah mengakui akan melakukan perintah Dave untuk menculik, kak Ana..''
Sebutan kakak pada Ana, membuat mereka terkejut, begitui juga Aira,...kakak, apakah ini adalah adik kak Ana..siapa dia..? mengapa Aira menjadi semakin penasaran..? mengapa hatinya tidak tenang...?
''Ehm....aku telah menyerahkan segala urusan kepadamu Arkana, bisakah kau bicara padanya di dalam...?aku sungguh-sungguh tak ingin di ganggu lagi dengan masalah ini.'' tutup Ana membalikan tubuhnya tak ingin menatap Maya lagi..ketika ia membayangkan Maya mengarahkan pistol kepadanya, hari itu juga perasaan Ana mati untuk Maya..ia sudah memberikan semuanya namun Maya malah menghancurkan harapan terakhirnya...Ana sudah kehilangan kepercayaan...
__ADS_1
Arkana akhirnya menganggukan kepala,
''Maya ikut aku ke ruang tamu..'' ucap Arkana melangkah lebih dahulu meninggalkan Maya di belakangnya, untuk sesaat Maya tertegun memandangi rumah ini...dulu ia sering membantu kak Ana merangkai bunga di taman ini, dulu...ia menjadi adik kesayangan semua orang...dulu..semuanya indah sebelum tragedi itu tiba...
Ana yang menyadari Maya belum pergi kemudian memanggila salah satu anak buah mereka yang berdiri tak jauh dari mereka duduk...
''Antarkan Maya dan gadis ini untuk menghadap tuan Arkana..'' ucap Ana dingin...
Mata Maya menjadi panas, melihat sikap Ana yang dingin,..dan secara halus telah mengusirnya...
''Baiklah nyonya Ana,...aku pergi...'' ucap Maya lalu melangkah meninggalkan taman itu penuh kebekuan....
Alex menghela nafas...sungguh kedatangan Maya merusak suasana yang tadinya hangat, kini semuanya membaku tak tau harus berkata apa...Ana duduk dengan pandangan tak terbaca..sementara Alex tak tau harus bersikap apa...''
Aira berdehem meminta perhatian Alex dan Ana...
''Ehm...aku ingin makan sesuatu diluar Alex, bisakah kita berjalan-jalan sebentar...''
Mendengar hal itu Ana tersenyum ia menatap Alex,
Aira mengangguk dengan senyuman...
''Baiklah kak, kami akan segera kembali...''ucap Aira menundukan kepalanya..
Alex lalu menatap Ana dengan mengirim isyarat semua akan baik-baik saja, dan Ana tersenyum...
''Alex punya apartement di tengah kota...bagaimana jika kau menunjukannya kepada calon istrimu Alex..'' tatap Ana menaiakan sebelah alisnya...
Alex mengusap kasar wajahnya....
''Baiklah nyonya Arkana yang cantik, aku akan mengajak calon istriku berkeliling...''ucap Alex dengan patuh...
''Bagus,...aku sekarang adalah kakakmu..'' goda Ana yang mencairkan kebekuan di antara mereka akibat kedatangan Maya.....
__ADS_1
Alex pun menyerah lalu membawa Aira pergi, namun Ana masih duduk di taman dan merenung...menyadari bahwa tubuh Maya sedikit lebih kurus dari terakhir yang ia liat, dan Ana menjadi sedikit sedih...mengapa Maya terlihat tertekan...
Ana memejamkan matanya ketika ia tersentuh...matanya berkaca-kaca membayangkan Maya...entah mengapa, ingin sekali ia membenci Maya namun tidak bisa, biar bagaimanapun ia dan Maya pernah melewati waktu bersama, jadi...kenangan-kenangan mereka dulu sangat mengganggu Ana,..ia sangat menyesal mengapa semua terjadi seperti ini..mengapa mereka harus terpisah seperti ini...?
Ana memejamkan matanya ketika airmata bening itu lolos dari sudut matanya...
''Hoh....mengapa aku menjadi sedih begini..'' isak Ana sendirian...
Sambil mengelap airmatanya Ana bangkit dari bangku taman dan hendak melangkah namun, langkahnya terhenti ketika Maya menatapnya dengan dalam...
''Kakak...'' tatap Maya dengan airmata yang menggenang hingga Ana membeku....
''Pergilah...jika urusanmu dan suamiku sudah selesai..''
Ana melangkah melewati Maya namun, gadis itu tersungkur sambil memeluk kaki Ana dengan kesedihan yang dalam,...tangisan penyesalan Maya benar-benar pecah saat itu juga...
''Kakak...maafkan aku...''
''Lepaskan kakiku Maya...''
''Aku mohon untuk yang terakhir kali kak...aku...aku akan pergi..aku berjanji tak akan pernah muncul kembali di keluarga ini tidak....aku mohon, biarkan aku pergi dengan tenang setelah memeluk walau seperti ini...'' isak Maya sedih..
Dan.....
Pertahanan Ana runtuh, ia menurunkan pandangannya kepada Maya yang menangis sesegukan di bawah kakinya...
''Kau mau kemana sehingga kau bilang ini permintaanmu yang terakhir..''
''Aku akan menemui Dave...''
''Apa....'' jerit Ana terkejut....
Maya menundukan kepalanya sekali lagi...
__ADS_1
''Aku berjanji kepadamu kak Ana..aku akan menghentikan kekacauan yang telah aku mulai...Dave akan menanggung perbuatan jahatnya....aku janji....'' desah Maya sungguh-sungguh...
Ana membeku...