
''Tunangan..'' ulang Derrek menatap ke arah Damian dan juga Aleysa yang sedang berdiri di hadapannya.
''Ya...Aleysa adalah tunanganku Mr.Derrek..''
Derrek tertawa pelan, menyadari pria muda di hadapannya terlihat sangat cemburu. ia mendekat dan menatap Damian dan juga Aleysa bergantian...
''Lalu kenapa kalau kalian tunangan hah...aku bahkan tidak perduli jika kalian sudah menikah atau tinggal bersama tanpa ikatan apapapun...kau datang untuk berkuliah dan aku...tak akan menegaskan satu hal...ini kampus jadi..penting bagi seluruh mahasiswa atau mahasiswi untuk mengikuti aturan.
Damian mengangguk.....
''Alesya selalu mengikuti aturan Mr. Derrek anda boleh bertanya pada semua dosen yang ada di kampus ini...dan mengenai pelanggarannya kurasa karna ia yang tidak berkonsentrasi saja...kau harus menegurnya bukan malah memberi hukuman tidak masuk akal...'' seru Damian tak mau kalah..
''Siapa namamu tadi...Damian....'' lirik Derrek tajam.
''Yah..itu aku jika anda tidak puas bagaimana kalau kita membawa ini pada jalur yang tersedia saja...'' tantang Damian tanpa takut.
Derrek mengeraskan wajahnya, untuk sesaat ia menatap mata Aleysa yang saat ini sedang menatap sang tunangan di sampingnya,...cih...cinta anak muda yang penuh ilusi yang semu...Derrek akan memastikan cinta keduanya hancur di tengah jalan...ia sama sekali tidak percaya cinta sejati itu hanya omong kosong...
Derrek mengepalkan tangannya...
''Baiklah Aleysa..sebagai ganti hukumanmu maka kau harus mencatat dengan tangan sebuah buku sejarah yang akan aku tentukan sendiri..aku ingin besok kau sudah menyelesaikan catatan itu dan sudah ada di mejaku bagaimana...
Damian mengangkat alisnya tanpa ragu,
''Kurasa itu lebih masuk akal Mr. Derrek...kami permisi...''ucap Damian tak lupa menarik Aleysa bersamanya...
Aleysa menundukan wajahnya kepada Derrek...
''Terimakasih Mr.Derrek...''
Derrek hanya menatap kedua pasangan itu yang meninggalkan ruangannya dengan sikap yang mesra. entah mengapa Derrek merasa terganggu melihat genggaman tangan mereka yang membuat hatinya menjadi panas...
Sial.........
**********************************
Aleysa menatap genggaman tangan Damian padanya dengan senyuman, tiba-tiba saja pria itu melepaskan genggamannya hingga Aleysa hanya menatapnya pasrah tangannya di hempas..
Damian membalikan tubuhnya dan menatap mata Aleysa yang redup..
''Kau...selalu mencari masalah...''
''Aku tidak sengaja Damian....''
__ADS_1
''Mengapa kau tidak berkonsentrasi, mengapa kau membuat kehebohan tadi..''
Aleysa sungguh kesal menyadari Damian kembali pada sikap esnya..gadis itu memasang wajah cemberut, ia tak sadar tampilannya adalah yang paling menggemaskan di depan orang lain apalagi Damian...pria itu menatap dingin...
''Lalu kau sudah mendapat bukunya...''
Aleysa menggeleng......
''Ayo ke perpus...awas yah...aku tak mau kau ceroboh lagi...'' ucap Damian melangkah lebih dahulu dan membuat Aleysa menyipitkan matanya,....
''Yah...kau cerewet sekali sih..beruang kutub..'' jerit Aleysa dengan jengkel.
Aleysa melangkah pelan mengikuti Damian dari belakang....
***************************************
Diza mendekati perpustakaan karna ia khawatir dengan keadaan Aleysa..ketika hendak mendekati pintu perpus, Diza terkejut ketika Dilan menghadangnya...
''Hey anak kecil...kau mau kemana...''
Disa yang tidak suka di panggil anak kecil melirik tajam....
''Playboy jelek...'' desis Disa mencibir sambil melangkah ingin masuk namun sekali lagi Dilan menarik tubuh Disa kali ini pria itu dengan gemas menggendong Disa yang memang bertubuh imut dan memindahkannya ke samping dan bersedekap...
''Aku mau melihat kakakku Aleysa dan kak Damian...apaan sih,..mengapa kau malah menghalangiku..''
Dilan yang memang di tugaskan Damian untuk berjaga di luar hanya menghela nafas,...
''Mereka sangat sibuk di dalam Disa, bisakah kau mengerti..bagaimana kalau kau ikut aku ke suatu tempat...aku ingin bertemu dengan mahasiswi baru...''
Disa menggeleng...
''Aku tak ingin mengikuti playboy nanti aku ketularan menjadi playgirls lagi..''
''Cckck....adikku yang lucu, aku akan membunuh siapapun yang mendekati adik kecilku...ayo ikut aku...kedua kakakmu sedang pacaran di dalam..kau hanya akan mengganggu saja..''ucap Dilan menarik paksa tangan Disa dan membawanya pergi dari ruang perpus itu..
Disa hanya menurut tanpa mampu melawan...
*************************************
Damian menatap Aleysa yang sedang fokus mencari judul buku yang di berikan oleh Mr.Derrek..jadi dan mulai mencarinya di rak-rak. Aleysa pun tampak teliti mencari namun judul buku itu sama sekali tidak terlihat di rak...
Damian hanya duduk dan menatap Aleysa yang tampak serius mencari di antara tumpukan buku...sementara ia hanya tersenyum, sebenarnya Damian telah memerintahkan anak buahnya untuk mencari buku yang di maksud sang dosen dan memintanya sekalian mencatatnya, jadi sebenarnya Aleysa tak perlu mencarinya lagi karna Damian telah menyelesaikan semua masalahnya..
__ADS_1
Aleysa mengeluh.,..ketika ia sudah lelah dan lapar, namun tetap harus mencari buku itu..gadis itu di ambang batas kesabarannya....ia menoleh dan menatap Damian yang tidak membantunya sedikitpun, bagaimana bisa pria ini tidak membantunya..astaga pria ini benar-benar tidak punya hati.
''Damian....''
''Hmm...''
''Bisakah kau mencarikan buku itu untukku...''
Damian tersenyum dingin....
''Aku tidak tau..harus mengatakannya dari mana Aley tapi sebenarnya kau tidak perlu mencarinya....''
Aley mendekat dan menatap Damian dengan kerutan di dahi...
''Mengapa...''
''Aku akan menyelesaikan tugasmu Aleysa,...'' ucap Damian dengan santai lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah,..
Aleysa melebarkan matanya, senyum terbit di bibirnya ia sungguh lega, gadis itu berlari dengan maksud menggapai tubuh Damian yang melangkah membelakanginya namun..kakinya terantuk dan tubuhnya menjadi goyah...tubuh Aleysa tehuyung dan hampir jatuh...
Namun pada saat yang sama....Damian menyadari jika Aleysa akan jatuh, pria itu berbalik dan menarik lengan Aleysa dan akibatnya tubuh Aleysa terhuyung dan jatuh menimpa tubuh Damian...
Deg!!!
Aleysa membeku ketika tubuhnya berada di atas tubuh Damian, kedua matanya bertemu dengan begitu tajam...
Hening...
Ketika Aleysa mengerutkan kening..mengapa jantungnya berdebar-debar saat ini...mengapa rasanya begitu indah saat ini...ketika wajah mereka begitu dekat saat ini, dan diam tanpa sepatah katapun keluar dari sana...
Hal yang sama di rasakan Damian...hatinya berdebar menyadari wajah Aley begitu dekat dengannya...hingga pria itu membeku menikmati kedekatan yang indah ini dan menahannya sedikit lebih lama...
Aleysa meringis....
''Ini semua gara-gara kau Damian..seharusnya kau menungguku...''
Aleysa tak mampu menahan rasa gugupnya dan berusaha bangun dari atas tubuh Damian dengan cepat namun, justru karna terlalu buru-buru...sepatu Aleysa mengginjak lantai yang licin dan membuat tubuhnya kembali goyah dan harus pasrah untuk kembali jatuh ke dalam pelukan Damian...
Namun kali ini ia jatuh tepat dengan bibirnya mendarat mulus di bibir Damian yang dingin,....
Deg!!!!
Keduanya membeku....ketika bibir mereka bersentuhan....Aleysa ingin bangun namun tanpa di duga, Damian memeluk punggunggnya dan memperdalam ciuman mereka....bibirnya melum** bibir Aleysa dengan lembut...
__ADS_1
Assseekkkkkkk🤩🤩🤩