
Alea sungguh kehilangan kata melihat kedatangan Seila dan juga Cleo datang bersamaan dan berdiri dengan wajah pucat di hadapannya..
''Apa yang terjadi...''
Cleo mendekati Aley dan mulai memejamkan matanya penuh rasa bersalah...
''Aley sebenarnya aku ingin minta maaf kepadamu..''
Aley membeku mendengar pengakuan dari sahabat dekatnya Cleo..apa yang sebenarnya terjadi...
''Bagaimana kalau kita duduk....aku.....''
Kata-kata Aley terputus ketika Cleo tak ingin duduk, ia ingin menyelesaikan semuanya dan pergi dari sini...setidaknya itulah janji tuan Damian kepadanya..
''Tidak Aley,...aku tidak datang sebagai sahabatmu...aku tidak datang untuk duduk denganmu.''
Aley menatap ke arah Damian yang sedang menatapnya...
''Damian....''
''Kau akan mendengarkan langsung dari mulutnya....'' ucap Damian dengan tenang,...
Aley mengangguk namun matanya menjadi fokus kepada Seila yang juga di panggil kemari.....
''Katkanlah Cleo...'' nada bicara Aley lebih lembut karna memang Cleo sahabat baiknya..
Cleo tampak frustasi ketika ingin menceritakan ulang peristiwa yang ia atur..
''Sebenarnya aku ingin minta maaf kepadamu Aley, pertemuanmu dengan kakakku, itu adalah rencanaku sementara itu Seila...kedatangan Seila di dalam hidup kalian berdua juga aku yang mengaturnya........''
Deg!!!!!!
Yang di rasakan Aley adalah rasa terkejut luar biasa, tak pernah di bayangkan di dalam hidupnya kalau sahabat dekatnya mengatur skenario buiruk untuknya...
Aley tak ingin percaya namun itu kenyataan..matanya berkaca-kaca menatap Cleo..
''Apa maksudmu...mengapa kau bisa melakukan ini...maksudku untuk apa...kau dan aku kita tidak pernah punya masalah Cleo....''
Airmata Cleo menetes....
__ADS_1
''Aku minta maaf Aley...aku bukan sahabat yang baik...semua cerita berawal dengan aku menunjukan foto-foto sahabatku di hadapan kakak sepupuku, lalu dia tertarik kepadamu,..meski aku menawarkan yang lain....tapi dia menginginkanmu saja, dia mengancamku Aley...''
''Meski mengancam...kau bisa melawannya Cleo..kau bisa melapor orangtuamu dan mengadukan kakakmu...''
Cleo menggeleng.....
''Tidak segampang itu Aley...kakakku menemukan aib yang aku lakukan dengan pacarku, lalu dia mulai mengancam agar aku mengikui kemauannya..aku lalu mulai menyelidiki masa lalumu dan tuan Damian demi mencari cela...dan aku menemukannya pada tuan Damian meski hubungan mereka adalah hubungan masa remaja yang singkat antara tuan Damian dan Seila..aku mencari Seila dan mulai mengatur segalanya...aku mengatur pertemuan ke panti asuhan dan membuat sisi keibuanmu keluar...saat itu kau memintaku mengantarmu ke kantor tuan Darren..saat itu aku telah mengirim Seila pergi dan membuatnya menggoda tuan Damian.......''
Seila yang dari tadi diam saja, mendekat ia menatap Aley dengan sangat malu...
''Saat itu aku tau benar bahwa kau sedang bersembunyi kau melihat kami karna Cleo sudah memberitahunya kepadaku...Aley, akulah yang sengaja mencium Damian dan membuat kau berpikir dia telah menghianatimu...aku minta maaf padamu sebagai seorang isti Aley, di antara aku dan Damian tidak prnah terjadi apapun..bahkan Damian sangat mencintaimu...''
Deg!!
Sesak rasanya dada Aley mendengar ucapan enteng dari sahabat baiknya, dan juga wanita ini mengapa Cleo bisa berpikir ingin menghancurkannya.. bahkan ketika ia hendak memilih sahabatnya ia mengabaikan suami dan juga anak mereka...bagaimana mungkin...ia melakukannya...??bagaimana mungkin Cleo melakukannya kepada dirinya...runtuh sudah kepercayaan Aley untuk Cleo sahabatnya dan itu berlaku juga bagi sahabatnya yang lain....
Tidak mungkin..............
Aley mendekat menatap Cleo yang juga meneteskan airmata penuh penyesalan..
''Berapa lama persahabatan kita Cleo, aku bahkan sangat percaya kepadamu...aku sangat percaya namun apa yang aku dapatkan sekarang,...kau menghianatiku..kau menghianati persahabatan kita..tak taukah kau bahwa demi persahabatan kita tetap utuh aku melakukan kesalahan kepada suami dan anakku..'' jerit Aley dengan suara yang meninggi di tengah ruangan,.....
''Aku minta maaf Aley, aku berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi..persahabatan kita bisa terus........''
Cleo mencoba menggenggam tangan Aley namun ironisnya ALey menghempaskannya...
''Tidak....aku bahkan sangat takut dengan yang namanya sahabat sekarang..kau sangat mengerikan Cleo...kau tidak memikirkan akibat perbuatannmu aku menelantarkan anakku...aku.......'' tangis Aley pecah saat itu juga..
Hingga Cleo merasa sungguh bersalah...
''Aley maafkan aku....aku tau aku bukan sahabat yang baik, aku tak bisa merubah keadaan menjadi seperti semula itu tak mungkin...tapi kau sangat mencintai suamimu aku tau benar itu...tuan Damian pasti...''
''Cukup aku telah mendengar semuanya Cleo, dan kau Seila..pergi dari rumahku sekarang,.....'' teriak Aley dengan tajam..
Damian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati kedua wanita di hadapannya...
''Pergilah...dari rumah ini tugas kalian sudah selesai....dan aku peringatkan jauhi keluargaku atau kalian akan berhadapan denganku........''
Cleo dan Seila mengangguk dengan cepat lalu melangkah keluar ruangan, di pintu anak buah Damian sudah menunggu untuk membawa mereka pergi...
__ADS_1
******
Aley tak tau lagi harus bersikap bagaimana..teman-teman yang seharusnya ada bersamanya nyatanya adalah penghianat dan suami yang di bencinya justru selalu bersama dirinya..dan berusaha mencari kebenaran untuk menyadarkannya....
Aley bahkan tidak sanggup menatap wajah Damian sekarang namun dia sadar jika dia harus minta maaf....
Ketika Damian hendak melangkah, Aley mendekat dan menghalangi jalan Damian, hingga pria itu hanya menatapnya datar...
''Ada apa....Aley...''
''Bisakah kita bicara.......''
''Baiklah.....waktumu 5 menit dari sekarang....''
''Damian aku mohon maafkan aku, aku tau aku bersalah..seharusnya aku lebih percaya kepadaku dan bukan orang lain....aku bahkan mengorbankan anak kita...aku sangat menyesal Damian.....aku benar-benar menyesal...''
Damian tersenyum.....
''Lalu apa yang kau harapkan dariku Aley...apakh kau mengharapkan aku memaafkanmu dan kita memulai ini semua dari awal begitu.......''
Aley mengerutkan kening......
''Damian.......''
''Mengapa kau tidak punya usaha mencari tau semuanya Aley....di banding kau harus mencari tau dan melelahkan dirimu, kau lebih memilih berpikir dengan egomu....Aleysa Rule...tidak mudah untuk membangun kepercayaan dan cinta yang sudah runtuh,....aku bahkan memohon kepadamu......''
''Kau mendendam padaku Damian...aku istrimu.......''
''Istri...kau mulai menyebut kau istrimu ketika kebenaran itu terbuka di hadapannmu..kau baru menyebut istri ketika kau tersudutkan Aleysa......kau sangat egois dan mementingkan dirimu sendiri......
''Yah...aku akui jika aku memang bersalah Damian,....lalu kau mau aku harus bagaimana hah....aku menyerah dan aku akan menjadi istrimu yang baik mulai dari sekarang.....'' ucap Aley putus asa......
Damian mendekat dan menatap tajam ke arah Aley...
''Berubah itu bukan soal kata-kata...dan aku belum melihat kesadaran darimu Aley..dan mari kita liat apa kau masih memakai egomu atau tidak...yang perlu kau tau Aley jika aku mulai lelah kepadamu......''
Deg!!!!
Airmata Aleysa menetes...
__ADS_1