Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kesempatan Membalas


__ADS_3

Divara sungguh terkejut dengan perintah sang tuan muda ini, dan ancamannya tidak main-main di jual di pasar gelap itu artinya adalah kematian untuk dirinya...lalu bagaimana dengan adiknya kalau dia di jual...??


Karna itu Divara menggeleng dengan tegas dan menjatuhkan dirinya di hadapan tuan Dilan dengan gemetar...


''Aaku....bukan pencuri aku bahkan tidak berniat mencuri...''


Dilan mendekat dengan tatapan beku...


''Tidak mencuri,...apa kau sedang bercanda denganku yah...memang bukan dirimu tapi kau menyuruh adikmu melakukannya...''


''Tidak...aku mohon maafkanlah adikku, kau tau benar kalau dia sedang mengalami gangguan emosional...


Dilan meraih tubuh Divara agar berdiri...


''CCTV menangkap jelas bagaimana adikmu beraksi dengan mengambil dompetku dengan sengaja....apakah gangguan emosional seperti itu maksudnya...aku tidak akan memaafkanmu atau adikmu jika kau tidak mau di jual maka aku akan memerintahkan anak buahku untuk menangkap adikmu..''


''Tidak,...aku mohon tuan Dilan..''


''Kau tau namaku...''


Divara mengangguk dengan cepat lalu menyerahkan sebuah dompet miliknya..


''Tak ada yang kurang aku hanya memeriksa untuk mencari alamatmu tuan...jadi aku kesini untuk...mengembalikan dompet tuan..''


Dilan merebut dompet miliknya dan mulai memeriksa sementara itu matanya tetap memenjara mata Divara dengan tajam..


Sementara Divara menunggu dengan penuh kecemasan...dan setelah menunggu akhirnya Dilan menatapnya...lalu memberi isyarat agar anak buahnya keluar...betapa leganya Divara ia sampai menghela nafas beberapa kali...


Dilan melangkah menjauh dan duduk di singgasananya di ruang kerja mewah itu...


''Bagus...tak ada yang hilang namun aku tetap mengalami kerugian Divara.....kau dan adikku sudah menganiaya aku..jika aku melapor...maka kalian berdua akan di kurung selamanya..''


Divara menundukan kepalanya lagi...


''Aku mohon maafkan aku tuan Dilan...yah...aa..aku tidak akan mengulangi kesalahan itu...''


''Berapa usiamu..17 tahun lebih, aku baru saja selesai sekolah...''


''Dimana rumahmu..''


''Flat bersama adikku....''ucap Divara polos...


''Pekerjaanmu sekarang...'' tanya Dilan tajam..


Divara terdiam sebentar...


''Apakah tuan mau memberiku pekerjaan..''


Dilan tersenyum dingin...


''Yah...kau bisa bekerja sebagai OB di kantor ku ini,....''


Dilan sedang mengerjai Divara...namun tanpa di duga Divara menganggukan kepalanya..


''Baiklah aku terima....apakah aku bisa bekerja sekarang tuan Dilan...'' mata Divara berbinar..

__ADS_1


Dilan kehilangan kata..mengapa dia malah menawarkan posisi OB kepada Divara yang terlalu cantik dan.....


''Yah...lakukan itu sekarang...'' ucap Dilan tak yakin ia tidak habis pikir mengapa malah memberikan gadis ini pekerjaan...?


Divara menganggukan kepalanya dengan senyuman paling manis...


''Aku akan mengabdi kepadamu seumur hidupku tuan Dilan Lois...''


Divara menundukan kepalanya dalam-dalam dan di saat yang sama rambutnya terlepas dari gulungan rambut panjang keemasan itu sangat indah dan membuat Dilan membeku..


''Baiklah aku akan membuatkan perjanjiannya di antara kita Divara...nanti siang temui aku disini..''


''Baik tuan Dilan......''


Dilan menganggukan kepalanya...


''Keluar dari ruanganku sekarang, ingat dengan bekerja jujur aku akan mengawasimu..''


''Tentu saja...aku pergi tuan Dilan...'' Divara menundukan kepalanya lagi..


Namun...Dilan kembali memanggilnya...


''Divara....''


''Yah.....''


''Jangan pernah melepaskan rambutmu kecuali di hadapanku..''


Divara mengangguk tersenyum......


''Baiklah tuan Dilan...''


''Hah...''


Divara menganggukan kepala...meski ia merasa aneh..dia di larang tersenyum...?


*********


Pagi yang indah itu terasa berbeda untuk Damian dan juga Aley.,.semalam percintaan mereka sungguh indah dan menghantarkan keduanya mencapai puncak kepuasan bersama...hampir seluruh tubuh Aley di penuhi tanda cinta dari sang suami..


Damian masih tertidur...sementara Aley sedang menggendong Aura sambil memberikan Asi setelah di mandikan...


Saat yang sama Damian membuka mata dan langsung di hadapkan dengan pemandangan indah di hadapannya..


Aley sedang menyusui putri mereka...dan mengajak Aura bicara...


Damian lalu bergerak untuk membasuh wajahnya di wastafel dan serangkaian pembersihan lainnya...lalu keluar dengan cepat..


Damian bergerak mendekat...mencium perut mungil Aura dan menghirupnya dalam-dalam...rasanya mengalahkan ribuan parfum mahal...


''Sayangku....''


Aley tersenyum dan menikmati panggilan Damian kepada Aura yang sedang asik menyusu padanya...


''Sayang bagaimana sarapan...'' bisik Aley lembut sembari menyentuh kepala Damian sekali lagi...

__ADS_1


''Aku belum lapar...aku sudah terlalu kenyang semalam makan malam denganmu..'' bisik Damian menggoda..


''Hey...kau menggodaku yah..


Jemari Aley terus membelai rambut Damian dengan sangat lembut...


Damian lalu memejamkan matanya menikmati sentuhan Aley kepadanya..ia tidak sedang bermimpi bukan..? menga ini sangat manis..


''Lakukan lagi....aku juga ingin di belai seperti Aura...'' pinta Damian mulai manja..


Dan Aley hanya tertawa merasa lucu..


''Kau sangat lucu sayang...baiklah..ini hari libur jadi nikmati waktu tidurmu...''


Damian akhirnya berbaring lagi di dekat Aley jadi dua tangan Aley bertugas untuk membelai Suami dan anaknya...


Aley memejamkan matanya....betapa bodohnya dia selama ini yang tak pernah bersyukur untuk waktu yang di berikan kepadanya..dia punya suami yang tampan dan mencintainya juga anak yang manis dan menggemaskan..Tuhan sangat baik kepadanya..


Aley masih terus memejamkan matanya menikmati sentuhannya kepada Damian dan Aura yang sama-sama terbuai dan tertidur dengan sentuhannya..


''Yah...mereka sudah tertidur....'' ucap Aleysa dengan senyum bahagia... lalu ia pun memperbaiki posisi tidur Damian lalu meletakan Aura di samping Damian keduanya tidur dalam posisi yang sama sedangkan Aley lalu mengambil ponselnya dan mengabadikan momen keduanya yang tertidur dan terlihat sangat mirip...


''Yah,..kalian kesayanganku....'' bisik Aley dengan hangat...


Aley lalu menga-aploud foto Damian dan Aura di Wa Group pribadi khusus keluarga mereka, dengan Caption...


Yang kucintai...


Dan seketika suasana Group keuarga menjadi heboh....terutama untuk ke empat orangtuanya yang mengirim emotion Love kepadanya dan bertanya kapan Aura akan di titipkan pada mereka lagi..? karna mereka sudah sangat rindu...


Alea menjawab...jika dia sudah hamil anak kedua....sontak meresa saling membalas di chat dengan tawa yang bahagia....


Aley tertawa dia sungguh bahagia..jadi dia sudah belajar sekarang, keindahan dan kenikmatan ini tak akan di tukarnya demi apapun..


Aley menyimpan ponselnya lalu bergabung dan tidur di samping Aur sementara jemarinya memeluk Aura dan Damian...


Mereka adalah miliknya.....


********


Deniss dan Dilan sedang membahas proyek kerjasama mereka ketika pintu di ketuk dan terbuka...


Kedua pria itu menoleh dan membeku sesaat...


Divara disana berdiri dengan gugup di depan kedua pria yang menatapnya dengan tajam...


''Apa aku mengganggu...''


Dilan menggeleng lalu mengulurkan tangannya...sementara Denis juga menatap Divara dengan terpana..


Sungguh gadis yang cantik...


Divara menemuinya setelah berganti baju jadi Denis tak berpikir dia bekerja disini..


''Siapa dia Dilan...''

__ADS_1


Dilan tersenyum menggenggam jemari Divara...


''Dia adalah.........''


__ADS_2