Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Masih Tak Menyerah


__ADS_3

Pintu terbuka dan Arkana tak mampu menahan semua amarahnya ketika melihat Ana sedang di tenangkan oleh Hani pelayan setianya, bajunya sobek sampai ke atas paha rambutnya berantakan dan ia terlihat menutupinya....pria itu membuka jassnya dan segera memakaikannya kepada Ana, hatinya sungguh nyeri menyadari Ana terluka karna wanita bernama Alda yang menyerangnya.


''Anastasya.....''


Ana bangkit dari tepi ranjang dan mencoba tersenyum kepada Arkana sementara Hani menundukan kepalanya dan sedikit menjauh dari sang nyonya...


''Apa yang wanita itu lakukan kepadamu,...beraninya dia...''


Arkana begitu murka melihat tampilan Ana yang acak dan segera memeluknya untuk menenangkan, sementara pelukan masih melekat Ana menatap tajam ke arah Hani yang tersenyum lega...semua baik-baik saja..gumamnya dalam hati.


''Aku akan memastikan wanita itu tidak akan selamat.'' geraman Arkana jelas ketika ia memeluk..


Ana menganggukann kepalanya dan mengusap punggung Arkana...


untuk beberapa saat ia juga merasa lega, berusaha menenangkan rasa gugup dan takutnya, yah..hampir saja Arkana mengetahui pertemuannya bersama Alex, Ana bisa menarik nafas lega semua berjalan seperti rencananya, untung saja Hani datang dan menyelamatkan dirinya kalau tidak, Arkana sudah membunuhnya dan Alex.


Wanita itu melirik ke arah sebuah pintu yang berada tak jauh darinya dan menghela nafas, untunglah Arkana tak pernah tau apa yang terjadi..


Arkana menjauhkan tubuhnya dan menatap Ana dengan tajam, mengapa ada bau parfum lain di tubuh istrinya..


''Sayang......''


Seperti menangkap kecurigaan Arkana wanita itu segera berkilah...tentu saja ia sudah mempersiapkan segalanya di kepala..karna jika ia salah bicara maka semua selesai..


''Aku dan Alda sedikit berkelahi dia menarik rambutku dan, kami seperti dua anak kecil yang sedang berebut permen....Ana mengusap rambutnya yang berantakan...aku butuh baju sayang..''


Arkana mengusap rambut Ana yang berantakan dan ikut merapikannya dengan jarinya..


''Kau akan mendapatkannya sayangku, dan aku akan memberi perintah untuk membunuh wanita bernama Alda itu...''


Arkana meraih ponselnya hendak menelfon namun, jemari Ana menahan lengannya pria itu mengerutkan kening...


''Mengapa kau melarangku...''


''Hanya perkelahian biasa sayang, jangan membunuhnya aku tidak bisa bernafas dengan baik jika aku tau dia mati..''

__ADS_1


Arkana menatap ponselnya yang di rebut oleh Ana yang akhirnya memasukan lagi ponselnya ke dalam saku jassnya. pria itu menyerah dan tak mampu berkutik di hadapan Ana.


''Semua baik-baik saja...aku hanya perlu mengganti baju dan memperbaiki rambutku..lalu akan kembali menemanimu.''bisik Ana membujuk..


Arkana kemudian tersenyum...


''Kau benar-benar wanita yang unik, walau dia sudah menghinamu tapi kau malah melepaskannya...''


''Dia hanya orang asing yang kebetulan tak suka kepadaku, kami tak pernah punya hutang di masa lalu..berbeda halnya dengan Fera dan Jesika...aku pasti akan membalas mereka.'' senyum Ana..


Arkana akhirnya menganggukan kepalanya, mengikuti semua keinginan wanitanya malam ini. lalu beberapa saat kemudian Hani datang dengan membawa baju ganti sebuah gaun berwarna biru pekat yang begitu indah ada taburan kristal di bagian dadanya...


Ana mengerutkan kening melihat gaun indah itu, dan berpikir dimana Hani mendapatkannya...?


''Ini koleksi terbaru dari butik dan aku meminta orang dari butik untuk membawakannya untuk nyonya Ana..''


Ana tersenyum lalu menatap Arkana yang setuju jika gaun malam ini sangat manis dan berkelas, walau seingat Ana ia tak pernah melihat koleksi gaun ini di Butik.


Ana segera mengganti gaunnya di salah satu ruangan di kamar ini dan keluar dari sana, Arkana menatapnya dengan jatuh cinta, ia memperhatikan bagaimana dengan cekatan Hani menata rambut panjang Ana dan menjadi rapi.


''Ayo..aku akan memperkenalkanmu dengan beberapa teman bisnisku, mereka penasaran dengan siapa istriku sebenarnya..''


Ana tentu saja setuju, lalu mengalungkan tangannya di lengan Arkana sembari melangkah keluar dari kamar sedangkan Hani menatap kearah pintu yang terhubung dan menjadi lega, untung saja kamar ini mempunyai satu pintu yang terhubung dengan kamar lainnya, kalau tidak apa yang akan terjadi dengan tuan Alex..Hani lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan..


Aku sudah memberikan gaun pemberian tuan Alex, nyonya Ana sangat cantik.


Hani lalu meletakan ponsel ke dalam saku bajunya dan melangkah dengan santai untuk keluar dari kamar itu. ia juga telah memotong video cctv di bagian tuan Alex keluar dari kamar..


❤❤


Sementara Alex tersenyum memandangi ponselnya dan membaca pesan yang di kirim Hani, gadis itu memberi tau jika Ana telah memakai gaun pemberiannya, Alex bahagia sebenarnya gaun itu sudah ia siapkan untuk Ana, kini ALex berdiri di antara para tamu..matanya mencari-cari sosok Ana yang begitu ia rindukan..


Sial..baru beberapa saat yang lalu mereka bertemu dan ia sudah merindukan Ana lagi..cinta benar-benar menguasai Alex hingga menjadi buta..pria itu melangkah pelan seraya mengambil minuman yang di siapkan pelayan dan meneguknya sampai habis, mata abunya berkilat tanda kepuasan yang tak bisa ia ungkapkan...


Sesaat kemudian...

__ADS_1


Ana muncul dari sana dengan menggandeng sosok Arkana, mau tak mau kenyataan itu memukul telak hati Alex...hatinya menjadi panas melihat kemesraan mereka, beberapa kali Arkana tampak tersenyum sembari mengenalkan Ana dengan bangga pada beberapa teman bisnis mereka..


Alex mengepalkan tangannya dengan kuat......


Alex kembali meraih gelas berisi minuman beralkohol itu satu demi satu hingga menghabiskan beberapa gelas, bahkan pelayan yang membawa nampan itu hanya ternganga dengan sikap Alex yang di luar kendali..


Alex butuh mabuk untuk sedikit melupakan rasa sakitnya melihat kebersamaan Ana dan Arkana yang membuatnya gerah..tentu saja, Ana adalah miliknya seharusnya Ana berada di sampingnya dan menjadi pendampingnya di pesta ini, seharusnya senyum bangga Arkana itu adalah itu adalah milikknya...


Alex kembali meneguk gelas terakhir yang tersisa, jemarinya terkepal dengan erat...wajahnya mulai merah padam dan menjadi sangat kesal...


Masih menatap Arkana dan Ana yang sedang berbicara dengan beberapa tamu, Alex melangkah mendekati mereka, namun asistennya Toni menahan lengannya, sedari tadi ia sudah mengawasi sang tuan dan menjadi cemas kalau tuan Alex akan bertindak luar kendali..mereka sedang berada di antara banyak mafia, dan nama tuan Alex begitu di hormati dan di segani..bagaimana jika ia akan mempermalukan dirinya sendiri, tidak Toni akan mencegah tuannya...


''Tuan Alex...bagaimana kalau kita pulang saja,...''


Alex menoleh dengan geram, menyadari Toni berani menahannya...


''Kau beraninya.......''


''Tuan Alex, jangan lupa kita berada di pesta..semua akan kacau jika tuan tidak mampu mengendalikan diri..''


Alex menegakan tubuhnya dan menurunkan pandangan dengan kesal ketika Toni masih memegang lengannya..


''Jauhkan tanganmu atau aku akan memastikan lenganmu hancur..'' Alex tampak tidak main-main..


''Tuan Alex.....''


''Aku hanya ingin memberi selamat atas pernikahan mereka...aku tidak salah bukan...'' Alex sudah mulai kehilangan kendali dirinya akibat minuman beralkohol itu.


Toni tak punya pilihan selain melepas tuan ALex, membiarkan pria itu mendekati tuan Arkana yang sangat kejam, Toni hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja...


Alex tersenyum dingin ketika mendekati pasangan itu..


''Selamat malam tuan Arkana mantan sahabatku..'' sambil berkata pandangan Alex mengarah lurus pada Ana yang sangat terkejut...


Alex.......gumam Ana merasa takut....

__ADS_1


Sedangkan Arkana hanya menaikan sudut bibirnya dengan beku...


__ADS_2