
Ana menatap nanar sebuah gaun beruntai berlian mewah yang berkilauan di hadapannya, pernikahan ini di gelar dengan cepat dan mewah, namun airmatanya seolah sudah mengering.. rasa sakit masih terasa di daerah intinya, namun Arkana tidak mau menunda pernikahan satu haripun...
Ana memejamkan matanya mengenang,...setelah percintaan paksa itu Arkana tampak puas karna berhasil mendapatkan apa yang di inginkannya, pria itu lantas bangkit dari ranjang menciumnya sekali lagi dan meninggalkannya sendiri, lalu menghilang...
Paginya Ana langsung di beritahu oleh salah satu pelayan bahwa pernikahan akan segera di gelar hari ini juga tanpa menunda....
Ana merasa hancur namun tak bisa berbuat apapun.....
Dan disinilah Ana, berada di salah satu kamar yang mewah, di pulau milik Arkana, dan duduk di depan cermin, ada banyak pelayan yang mengelilingi dan melayaninya...
Bahkan seorang Desainer terkenal dan makeup profesional yang biasa menangani para artis, dulu Ana sering melihat mereka di televisi..
namun ironis ketika kini mereka menunduk patuh di hadapannya seperti seorang pelayan, Ana mengakui tuan Arkana memang adalah sosok yang berkuasa, pulau ini terlihat seperti sebuah bangsa kecil di bawah jajahan seorang mafia yang kejam, semua terlihat seperti robot berjalan, melakukan aktifitas tanpa sedikitpun bicara. bahkan mungkin untuk bernafas saja..mereka harus berhati-hati,...
Ana bahkan tak bisa membayangkan hidupnya ke depan, semua terasa gelap sekarang....
''Nona Ana...kami akan memakaikan gaun pengantin ini,...''ucap salah satu asisten sang desainer kepadanya..
Ana menatap seorang gadis muda di hadapannya, usianya mungkin masih 15 tahunan, ia terlihat sangat polos dan takut-takut, mengapa Ana melihat dirinya pada gadis ini...?
Pandangan mata Ana beralih pada sang desainer yang tampak sibuk memberi instruksi pada anak buahnya, Desainer itu terlihat sedikit culas dan bahkan tidak sedikit mengirim peringatan keras lewat mata besarnya,....
Ana kembali menoleh kepada gadis di depannya...
''Siapa namamu...''
''Hani....''wajahnya tertunduk sopan,
Sembari membantu Ana berdiri dan memakaikan gaun indah itu kepada Ana, sementara sang Desainer itu mendekat....
''Kau harus hati-hati dalam bekerja Hani....kau lelet sekali.''
Desainer itu mengambil alih memakaikan gaun pada Ana...lalu ia tersenyum begitu hati-hati, hingga Ana melihatnya seperti seorang penjilat....pandangan Ana tertuju kepada wanita itu dengan tajam..
''Nyonya,..maafkan anak buahku...dia masih baru dan bodoh...jadi aku...''
__ADS_1
''Bodoh...''ulang Ana tak suka dengan cara bicara wanita ini..
''Yah...aku baru mengambilnya dari panti asuhan kecil dan dia benar-benar tak punya pengalaman mungkin karna kemiskinannya dia,.....''
Ana benar-benar marah ketika mendengar wanita ini mengatakan kemiskinan di hadapannya....
darahnya mendidih dengan cepat ketika kata-kata penghinaan itu sampai di telinganya dan menyakitinya. Ana membenci mendengar kata-kata itu dari mulut para orang kaya yang sombong.
''Kemiskinan katamu...apakah kau terlalu tinggi hingga kemiskinan tak akan mampu menyentuhmu lagi..''
Wajah sang desainer memucat, ia sama sekali tak menyangka jika perkataannya mampu membuat nyonya Ana tersinggung, sesungguhnya ia ingin menghina anak buahnya dan ia pikir nyonya Ana akan bersikap sama dengannya, bukankah itu yang di lakukan kelas atas seperti mereka,....?
''Nyonya aku minta maaf....''
Ana benar-benar kesal sekarang, ia sudah muak dengan penghianaan dan penderitaan dan menjadi benci dengan kekerasan para orang-orang kaya...
''Hentikan semuanya aku tak ingin memakai gaun dari wanita licik sepertimu...''
Semua yang ada di dalam ruangan terdiam, tak ada satu orangpun yang berani bersuara menjawab satu katapun...tepat di saat itu juga pintu ruangan terbuka dan sosok Arkana masuk dengan tatapan tajam seperti biasa, ia sudah memakai setelan jas yang rapi dan sedikit terkejut menyadari ruangan yang mendadak hening, Ana yang sedang memandang tajam ke arah sang desainer yang terlihat ketakutan...
Ana masih berdiri dalam diam, ia pasrah jika tuan Arkana akan marah kepadanya dan menganggapnya sedang membuat onar di hari pernikahan, bahkan Ana sudah siap dengan kemungkinan terburuk seperti tuan Arkana akan menghukumnya....
Wajah desainer wanita itu begitu memucat dan langsung menjatuhkan diri di hadapan Ana, dan menundukan kepalanya..
''Ini hanya salah paham tuan Arkana, aku tak tau mengapa nyonya marah padaku hanya karan seorang pelayan rendahan...aku tidak bersalah...''
Hening lagi....
Ana terdiam seperti dejavu ia mengingat kembali kejadian ketika beberapa waktu lalu Fera juga bersikap hampir sama, kala itu Danar tentu membela Fera....jemari Ana mengepal....ingatan tentang penghinaan Fera mulai berputar di kepalanya dan membuatnya semakin tak mampu membendung emosinya...
Ana baru saja hendak melangkah namun, langkahnya terhenti ketika Arkana berdiri di depannya dan menatapnya tajam....mata Ana berkaca-kaca..situasi ini benar-benar sama dan seolah kembali mengorek luka lama.
''Kau mau kemana..'' Arkana menghalangi jalan Ana
''Aku butuh pergi mencari udara segar...aku...'' Ana memalingkan wajahnya...hampir menangis.
__ADS_1
''Kau adalah calon istri dari seorang Arkana, keinginanmu adalah sebuah perintah.''ucap Arkana tajam...
Seluruh penghuni ruangan itu termasuk desainer begitu terkejut,
Ana tidak mengerti dengan maksud Arkana...
''Apa maksudmu...''
Arkana memegang kedua bahu Ana dan menatapnya...
''Bukankah aku sudah berjanji kepadamu...aku akan memberikan segala kekuasaan kepadamu, segala milikku adalah milikkmu, kau harus sadar bahwa kau sekarang adalah seorang Anastasya Arkana.'' Arkana mengangkat alisnya...
Ana mendesah, tidak mungkin........
Ana terkejut ketika Arkana mmeluk bahunya dan menatap semua orang dalam ruangan itu....
''Anastasya adalah calon istriku, jika ada yang berani mengusiknya dan membuatnya tidak senang maka secara tak langsung kalian sedang menghinaku...'' Arkana tersenyum, namun itu bukan pertanda baik....
Desainer wanita itu sungguh tak menyangka jika tuan Arakana akan memihak calon istrinya, ia tau benar latar belakang Anastasya, karna dia dan Fera Lois adalah teman baik, sebelum kemari ia sudah mempersiapkan segala hinaan di kepala untuk di lemparkan di hadapan Ana...
Ia sangat percaya diri karna selama ini dia selalu menjadi langganan tetap tuan Arkana, hubungan kerja sama mereka sudah lebih dari 10 tahun, tidak mungkin bukan jika tuan Arkana tidak akan memandang hubungan itu...?
''Jadi sayang...apa yang sedang mengusikmu..? lakukan apa yang kau suka..dan aku akan selalu berkata ya...di setiap keputusanmu..''
Ana mengangkat wajahnya dan menatap Arkana yang benar-benar memberinya kekuasaan....
apakah dia tidak bermimpi sekarang.....? haruskan dia percaya..?
''Aku ingin....pelayan baru itu menjadi milikku, aku ingin mengganti desainer, aku tidak menyukai gaunnya karana dia.......sudah berani menghinaku..''ucap Ana dengan pandangan tajam........
''Maka jadilah seerti maumu sayang.'' bisik Arkana tersenyum kejam...
Wajah desainer itu menjadi sangat pucat....ketika beberapa anak buah Arkana mendorongnya mendekat dan jatuh tepat di hadapan Ana dan juga Arkana...
''Nyonya Ana...'' jeritnya dengan suara gemetar....
__ADS_1
Ana membeku menurunkan padangannya dengan tajam, jemarinya terkepal...