
Alex membeku mendengar kata-kata Ana yang meluncur penuh keyakinan kepadanya, pria itu masih memegang bahu Ana sedikit lebih kuat seakan ingin menegaskan bahwa Ana sedang berbohong...
Tidak mungkin bukan...? mana mungkin Arkana akan diam saja menerima semua perlakuan Ana di belakangnya, Alex masih membayangkan kemarahan Arkana ketika kemarin mengetahui kabar itu bahkan Alex juga menerima kemarahan Arkana yang memberi luka pada wajahnya. jadi sangat tidak mungkin kalau Arkana akan memaafkan Ana begtu saja..
''Ana....jangan membohongiku...kau tau benar...''
''Mengapa aku harus berbohong...bukankah itu akan lebih menyakitkan...''isak Ana dengan tajam..
Rasanya begitu menyakitkan ketika menyadari ALex terluka karnanya, mengapa takdir memisahkan mereka dengan cara yang kejam, mengapa malah mempertemukan ia dengan Arkana lalu membuatnya berpindah hati..mengapa Ana merasa menjadi wanita jahat sekarang...? ia tau jika ia harus berbohong agar Alex bisa melepaskannya dan menemukan cinta sejatinya..yah....kali ini Ana harus bisa menguasai diri agar kebohongannya tidak terbongkar ia sungguh sudah lelah dengan semuanya dan ingin pergi berdua bersama dengan anaknya, ia hanya ingin tenang...
Ana menatap wajah ALex dengan kesedihan yang terpancar disana namun ia sudah siap menerima kebencian Alex...yah ia sudah siap...
''Awalnya Arkana marah karna aku berbohong tapi Alex....aku adalah istrinya, kami sudah menikah apalgi sekarang....''
''Apa maksudmu Ana....katakan...''
''Aku sedang hamil sekarang Alex.''
Deg!!!!!!!
Alex benar-benar tak percaya mendengar kata-kata Ana sekarang, hingga pegangannya terlepas begitu saja dari bahu ANa, matanya menjadi panas...
Alex kemudian terjatuh duduk di kursi dan masih tertegun disana....
Hamil.......? Ana justru hamil disaat ia sudah berjuang sejauh ini...di saat ia sudah yakin akan memiliki ANa, setelah ia bahkan sudah mempersiapkan lokasi pernikahan mereka,...bahkan Alex sudah menyiapkan pulaunya, beberapa persiapan sudah di lakukan anak buahnya untuk pernikahan mereka...
Tanpa sadar airmata Alex mengalir, tidak...ini seperti mimpi buruk baginya..Ana....bukanlah miliknya lagi setelah malam itu Ana di culik dari sisihnya...sesungguhnya saat itulah ia kehilangan Ana...namun Alex tidak menyadarinya...
Hoh......Alex mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh semua kenyataan ini sangat menyakitkan untuknya...bagaimana bisa semua terjadi seperti ini......
Ana yang merasa hancur melihat Alex yang diam saja seolah kehilangan jiwa, mendekati pria itu dan menyentuh puncak kepala Alex hingga pria itu hanya terdiam...menikmati sentuhan Ana di kepalanya mungkin untuk yang terakhir...
''Aku mohon maafkan aku...aku tak menyangka bisa menyakitimu sedalam ini Alex...aku sungguh minta maaf telah menghianatimu seperti ini...aku minta maaf...'' isak Ana dengan sesegukan..
Alex hanya mengepalkan tangannya dengan erat, rasanya begitu menyakitkan...
''Kau tau betapa terlukanya aku Ana...setelah aku pikir, betapa bodohnya aku dulu...mengapa aku tidak langsung menikahimu saja...mengapa aku masih mengejar materi yang bahkan semua ini tak ada artinya lagi bagiku....'' desah Alex mengangkat wajahnya dan bertemu dengan mata Ana yang rapuh...
__ADS_1
Pria itu berdiri dan berusaha menghapus airmata Ana yang seakan tak pernah berhenti...Ana.....ya Tuhan, betapa Alex sangat mencintai wanita ini, bahkan ia tak yakin akan menemukan cinta yang sama di masa depan...tidak Alex tidak yakin itu..
''Maaf.....'' desah Ana begitu merasa bersalah...
Alex mengaggukan kepala, ia menurunkan pandangan pada perut Ana dan kemudian menyentuh perut Ana dengan senyuman getir...
''Jadi kau mengandung anaknya yah, sudah berapa bulan Ana..''tanya Alex dengan suara serak yang masih ia coba tahan..
Ana menggigit bibirnya dengan kuat...
''3 bulan....usianya sudah 3 bulan...Arkana sangat bahagia mendengar kehamilanku, dia sangat mencintaiku dan...menjagaku Alex.'' ucap Ana dengan airmata yang menumpuk di matanya..
Alex mengangguk......
''Jika pria brengsek itu bisa membuatmu bahagia maka....aku akan berjanji mengapalah Ana, asala kau juga benar-benar bahagia bersamanya...''
Ana sungguih tak menyangka jika Alex mengatakan hal ini kepadanya, sungguh Ana sangat bahagia sekaligus bangga betapa Alex mempunyai jiwa yang di liputi kebaikan, Ana kemudian tersenyum...
''Terimakasih....terimakasih Alex...'' bisik Ana dengan suara bergetar..
Hingga ALex tak tahan dan meraih Ana di dalam pelukannya dengan erat, mengapa Ana selalu meneteteskan airmata jika dia benar-benar bahagia...? sungguh ini menghancurkan Alex...apakah karna rasa bersalah Ana kepadanya hingga wanita ini seolah tak pernah lelah menangis...?
''Terimakasih Alex...sungguh aku berterimakasih atas segalanya, aku hanya bisa berdoa agar kau bisa menemukan seseorang yang lebih baik dariku.''bisik Ana sedih...
''Tidak mungkin ada yang sepertimu Ana....aku rasa tidak...''ucap Alex semakin mempererat pelukannya..Ana tersenyum, ia menjadi lega sekarang dan bisa pergi dengan tenang.....
Jauh di dalam hatinya Ana tak henti-hentinya berdoa agar Alex menemukan gadis yang tepat untuk mencintainya tulus dan tidak menghianatinya seperti yang telah di lakukan Ana..kini ia bersiap pergi bersama buah hatinya....
''Jadi....apakah dia seorang pria tampan atau gadis cantik Ana...? kau sudah mengetahuinya...'' ALex berusaha mencairkan suasana..
Ana tersenyum di wajahnya yang penuh airmata...Ana membiarkan Alex menghapus airmatanya dan menatap Alex yang mencoba tegar...
''Dia baru 3 bulan Alex..jangan bercanda...'' ucap Ana mencoba tersenyum..
ALex hanya mengangkat bahu tak mengerti, yah..ia sama sekali tak tau tentang wanita hamil sebelumnya...
''Jika aku punya anak laki-laki dan sebaliknya kau punya Anak perempuan maka aku akan meminta anakku mengejar anakmu,..''ucap Alex sungguh-sungguh...
__ADS_1
''Bagaimana jika sebaliknya...''
''Aku tetap akan memintanya mengejar sampai mendapatkannya meski yah...harus sedikit sabar karna ini adalah anak Arkana...si Mafian yang paling kejam....
Keduanya tersenyum......Ana mengulurkan tangannya ke arah Alex....
''Kau memaafkanku Alex, bisakah kita tetap menjadi teman...'' ucap Ana penuh harap..
Alex menatap jemari Ana yang terulur dan kemudian menyambut jemari Ana dan menggenggamnya erat....pria itu menghela nafas....
''Kau adalah adikku sekarang, awas saja jika Arkana membuatmu menangis maka aku akan kembali datang dan merebutmu...kali ini aku tidak akan segan lagi meski kau menolakku...'' lrik Alex penuh ketegasan..
Ana melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah..namun ia sudah mempersiapkan hatinya sebelumnya...
''Arkana tak akan menyakitiku..Alex, kau bisa tenang....''ucap Ana yakin....
Alex menganggukan kepalanya dengan senyuman lega.....
***********************************************
Ana keluar dari restoran kabut biru dengan hati-hati, Alex masih berada di restoran karna ia harus bertemu dengan kliennya..
Ana melangkah pelan...lokasi restoran agak sedikit ramai, hingga Ana memutar pandangan ke segala arah, menatap orang-orang yang ada disana..namun pandangannya berhenti ketika melihat seseorang yang begitu ia kenal...
Jantung Ana berdegup dengan kencang ketika ia melihat sosok Arkana disana duduk bersama seorang wanita cantik, dan tanpa sengaja Arkana pun membuang pandangan ke arah yang sama
Deg!!!!!!!!!!
Ana membeku ketika mata Arkana menatap matanya dengan tajam...mata Ana kemudian berpindah pada sosok gadis di hadapan Arkana dan tanpa bisa di cegah..airmatanya menetes...
Arkana benar-benar telah menggantinya dengan cepat....
Apa kau sudah gila Ana, pergilah atau dia akan menyakitimu lagi.....seru Ana di dalam hatinya...
Pandangan Ana lalu berhenti pada sosok Arkana yang masih menatapnya tajam....lalu ia kemudian melangkah pergi membawa semua perasaan hancurnya...
Sedangkan.........
__ADS_1
Arkana mengepalkan tangannya kemudian bangkit berdiri..........
"Ana,......."