
Diza tak bisa melawan ketika Mark menarik tangannya sambil membuka pintu mobil dan membawanya masuk ke dalamnya di susul Mark yang melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya..
Diza meronta di dalam mobil, dia sangat marah di perlakukan seperti itu,...
''Aku ingin pulang Mark, biarkan aku pulang.....''
''Diam........'' bentak Mark dengan tajam..
Airmata Diza menetes.......
''Aku adalah suamimu yang sah, kau dengar itu bahkan kau tak bisa kemanapun tanpa ijin dariku..termasuk pulang..mengapa kau sengaja menghianatiku..menngapa kau malah membela Dilan sedangkan akulah yang harus kau bela.....''
Diza mengusap wajahnya dengan kasar....
''Aku bahkan mengenal Dilan dari padamu Mark, dia sayang padaku.....''
''Jika dia sayang maka dia tak akan menjadi play boy..jika dia mencintaimu maka dia tak akan pernah berpikir dua kali untuk mempertimbangkanmu....Diza..''
Deg!!!!
''Mark....cukup....''
''Mengapa harus cukup Diza, kau tau apa kata-katanya yang membuat aku marah....''
''Katakan.......'' ucap Diza gemetar,...
''Dia akan menghancurkanku sebelum merebutmu kembali namun, aku pun akan melakukan yang sama Diza..jika dia berani melakukannya maka Dilan akan mati.......''
''Apa.....kau mengatakan tentang kematian seseorang dengan lantang, aku yakin benar ada jiwa monster di dalam dirimu Mark....'' jerit Diza benar-benar kecewa..
Mark menangkap kedua tangan Diza dengan kuat, dan menatapnya dengan tajam...lambat-lambat ia memperlihatkan seringai mengerikan milikknya...
''Jangan lupa kau adalah milik monster itu sekarang jadi..jika kau berani pergi maka jangan salahkan aku,....jika saat itu tiba kau tak bisa menahan semua musibah yang akan menimpa...aku tak akan bisa menahan diriku...jadi Diza..tetaplah disisihku jadilah pengendaliku...agar sisi gelapku tidak mengambil alih pikiranku bagaimana.....''
Diza sungguh-sungguh kehilangan kata....hingga airmatanya menetes sungguh terasa menyesakan dadanya.....
''Mark........''
''Aku mencintaimu Diza dan untuk ke sekian kalinya aku minta jangan pernah pergi dariku........''
Deg!!!!
❤️❤️
Diza terbangun dengan tubuh yang benar-benar lelah..ia segera menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan memejamkan matanya...
__ADS_1
Semalam Mark memasukinya dan membawanya dalam percintaan yang melelahkan tubuhnya,pria itu seakan melampiaskan kemarahan di dalam percintaan mereka meski tubuh Diza bisa menerimanya namun kelelahan luar biasa ini benar-benar mampu mempengaruhinya...
Diza membuang pandangan di sampingnya dan menyadari Mark masih tertidur pulas..Diza mendekat ketika ia merasakan jika Mark tertidur seperti ini dia sangat tampan...pria ini terlihat begitu manis..jemari Diza terulur menyentuh anak rambut Mark dengan mata berkaca-kaca...
Apa yang sebenarnya terjadi Mark...apa yang sedang kau sembunyikan dariku,...semua sungguh mengerikan dan aku menjadi takut...bisakah aku benar-benar bertahan atas nama pernikahan....aku ingin sekali mengerti dirimu Mark tapi rasanya terlalu dalam hingga aku tak bisa menyelami mu..
Airmata Diza menetes..dia menjadi dilema sendiri karna di satu sisi, ia membenci Mark namun ia juga tak bisa meninggalkan Mark begitu saja..
Tadi ia hanya mengertak seorang Mark dengan mengatakan akan pulang ke rumah orangtuanya namun sesungguhnya Diza tak bisa pulang, pantang baginya merengek di hadapan orangtua tentang rumah tangganya apalagi, di depan orangtuanya Mark sempurna tanpa cela..Diza tak ingin melihat orangtuanya kecewa dan merasa bersalah karna menikahkan dirinya dengan pria yang salah..
Jadi sejak semalam ketika dia melihat langsung bagaimana kemarahan Mark mulai naik dan mencapai puncaknya lalu turun lagi,,...Diza mencoba mengerti...jika Mark sungguh mencintainya...benar-benar mencintai dan membutuhkan dirinya..
dan Diza akan mulai menerima Mark.......
**************
Mark turun dari tangga dan menemukan senyum cerah di wajah Diza,ia sedikit merasa bersalah karna ia tau benar tubuh sang istri kelelahan semalam karna ia bahkan membawa mereka bercinta beberapa kali.. iya yakin di balik dres Diza ada banyak jejak ciuman panasnya disana...
''Selamat pagi suamiku....''
Mark membeku, ia terkejut...dan berhenti di pertengahan tangga.....apakah ia sedang bermimpi ataukah Diza sedang bersikap baik sebelum meninggalkan dirinya...??
Diza bisa membaca wajah Mark yang kaku, ia lalu mendekati Mark dan mengulurkan jemarinya,...
Mark sedikit ragu namun seperti biasa dia selalu kalah di depan Diza..pria itu lalu mengulurkan tangannya...
''Diza...apakah kau.......''
''Ssst.....aku akan menjelaskan semuanya tapi nanti....setelah kita sarapan....''
Mark akhirnya mengangguk walau ia tetap memasang wajah datarnya..mereka menuju ruang makan dan mulai menikmati sarapannya..
Mark memperhatikan makan Diza mulai lebih banyak dari biasanya dan dia tak berhenti untuk heran, namun masih berpikir jernih..Diza memang suka makan dan mungkin dia sedang bahagia dan berimbas dengan porsi makannya...
''Pelayan......'' panggil Diza tak sabar...
Pelayan pun datang dan menunduk di hadapannya..
''Ya..nyonya Diza....''
''Aku ingin kau membuat menu ini setiap hari untukmu, aaah....mengapa enak sekali.....'' ucap Diza tak sabar...
Sementara Mark hanya mendiamkannya sambil makan.......
Setelah selesai sarapan, keduanya lalu duduk di ruang keluarga dengan saling berhadapan,...
__ADS_1
''Diza tentang semalam maafkan aku......''
''Tidak...aku hanya lelah namun selebihnya aku juga menikmatinya Mark...''
Mark menganggukan kepala masih menimbang ucapan Diza meski hatinya memang merasa lega lebih dari biasanya...ia jelas mencintai Diza dan tak bisa kehilangannya....
''Aku lega sayang, namun....aku masih penasaran mengapa kau berubah baik pagi ini bahkan kemarin kau masih marah...
Diza menghela nafas.... lalu menatap Mark dengan serius...
''Mark, aku hanya ingin mengatakan satu hal kepadamu...kalau aku tak akan meninggalkanmu...''
Deg!!!!
Mark menoleh dengan tajam...
''Diza.......''
''Aku sadar ketika kita menikah aku bukan hanya berjanji di hadapanmu dan orangtua kita namun aku berjanji di hadapan Tuhan...kalau pernikahan kita akan selamanya jadi Mark...aku tak akan meninggalkanmu.....''
Hangat...yang Mark rasakan adalah hangat memenuhi hatinya dan ia tak mampu menahan rasa bahagianya....
Pria itu tersenyum sembari menarik Diza untuk tenggelam di dalam pelukannya...dan menjebak Diza kedalam tatapan tajamnya...
''Kau tidak sedang membohongiku Diza...''
''Tentu,....aku berjanji kepadamu.......''
Mark tersenyum mendekatkan bibirnya lalu melum** bibir Diza yang segar di pagi hari dan mulai menyesapnya....
Diza tersenyum dan memejamkan matanya menikmati cumbuan suaminya......
***************
Dayse menatap pulau yang tampak di ujung, hatinya berbunga cerah itu artinya dia akan mendekati kebebasannya, pria kejam itu yang bernama Will itu telah menikahinya di atas kapal miliknya namun bagi Dayse itu adalah pernikahan yang tidak sah, dan ia mengikuti kemauan Will karna ingin mendapat kepercayaan pria kejam ini....
Ketika kapal itu bersandar di pelabuhan Dayse menyelinap keluar kapal dan berhasil melarikan diri.....
Will sedang menelfon seseorang ketika anak buahnya masuk ke dalam kamarnya dan menunduk hormat...
''Tuan Wil....nyonya Dayse, menghilang....''
Will begitu terkejut...
''Apa.....'' teriaknya dengan murka.....
__ADS_1