
Damian dan Aley sudah bersiap untuk pergi, semalam Damian sudah memberitahu orangtua mereka bahwa Aley tidur di apartemen bersamanya,..hari ini mereka berdua akan pergi membeli cincin setelah itu mereka akan menemui kedua ibu mereka di butik langganan mereka untuk memilih gaun pengantin, karna lusa adalah pernikahannya...
Damian membantu Aley memasangkan kancing dres dari belakang sementara Aley sedang memoles sedikit makeup, pria itu mengecup bahu Aley yang indah dan tersenyum...
''Calon istriku cantik sekali....''
Aley mencibir....
''Yah,...tentu saja... sebentar kita akan menikah lalu kita akan tinggal dimana menurutmu...''
''Untuk sementara kita akan tinggal di apartemen ini sayang, selagi rumah kita selesai di bangun..''
Aleysa menatap Damian melalui cermin...
''Damian bagaimana kalau kita tinggal dirumah papa saja...''
Damian selesai mengancing dres Aley dan tersenyum dingin, ia membalikan tubuh wanitanya dan mendekat mengecup bibir Aley dengan lembut...
''Tidak...kau akan sangat manja jika tinggal di salah satu orang tua kita, aku ingin kita tinggal berdua saja...semua kita lakukan berdua...aku ingin menikmati waktu hanya denganmu sayangku...'' bisik Damian lalu meraih jassnya..
Aley sangat kesal...padahal dia sudah membujuk, tinggal bersama orangtua itu lebih baik dan ia tak habis pikir bagaimana bisa Damian memintanya tinggal sendiri..
''Apa yang kau pikirkan Aley....ayo pergi..'' ucap Damian menggenggam jemari Aley dan melangkah pergi meninggalkan apartement..
Sepanjang perjalanan di isi dengan canda dan tawa, Aley tak berhenti tersenyum bahagia ketika Damian memperlakukannya dengan manis, tak ada kekerasan, tak ada kemarahan atau emosi yang keluar dari seorang Damian jadi...Aley cukup optimis semua prediksinya hanyalah ketakutannya semata...
Mereka memilih cincin yang terbaik dan segera meluncur menuju butik....disana sudah ada para orangtua yang menunggu mereka,
Ana yang lebih dahulu melihat kedatangan Aley dan juga Damian,
''Ibu.....'' jerit Aley dengan senyum yang lebar...
Ana tersenyum memeluknya sebentar dan lalu memeluk Damian yang menjadi kesayangannya, wajah Aley menjadi cemberut, namun ada mama Aira yang selalu menyambutnya...
Namun pandangan Aley berhenti pada sosok yang sudah lama tidak ia lihat,....
''Paman Steve dan bibi Fera...'' jerit Aley melompat dan memeluk bibi Fera dengan erat...
Yah..bibi Fera adalah sosok wanita yang mencintainya selain mama Aira...
''Aku merindukanmu bibi...''
''Bibi tak menyangka di panggil kemari untuk menghadiri pernikahanmu...''bisik Fera dengan sedikit sedih..
Tentu saja..ia juga ingin menjodohkan Aley dengan putranya Mark. hal itu membuatnya sungguh patah hati padahal sampai sekarang ia tidak mengijinkan wanita menapun mendekati putranya...
''Dimana kak Mark..''
__ADS_1
''Ada operasi, jadi dia akan datang pada hari H pernikahanmu..''
Sebagai informasi kalau Mark adalah seorang dokter spesialis tulang yang sangat ahli..dia sangat sibuk dan tak bisa mengosongkan waktunya sembarangan.....
Fera bahkan harus mengancamnya agar Mark bisa datang ke acara pernikahan Aley dan Damian...
''Baiklah kalau begitu..''
Aley lalu di bawa ke ruangan untuk mencoba gaun pengantin, sementara Damian juga melakukan hal yang sama...
Para orangtua saling berbincang tentang pemilihan warna seragam mereka di pernikahan nanti dan sedikit berdebat.
Tak berapa lama kemudian, Aley keluar dari dalam ruangan dan tersenyum ke arah para orangtua dan Damian yang tersenyum kepadanya...
''Waaww...kau sangat cantik...'' ucap Fera, Aira dan Ana yang memang tak pernah ragu dengan kecantikan putrinya..
Sedangkan Damian terdiam dan menatap ke arah Aley yang begitu cantik saat ini sebentar lagi akan menjadi miliknya...
Damian melangkah mendekati Aley, mengambil tangannya dan menggenggamnya dengan erat..
''Kau sangat jelek..''
Mata Aley membulat dengan sempurna, apakah Damian buta,..tentu saja, dia adalah putri tunggal James Arkana yang paling cantik..
''Yah..kau ini....''
''Kau sangat cantik Aley, kau sangat cantik..''
Wajah Alea menjadi merona bahagia melihat senyum Damian yang tampan..
Ana lalu mendekatin mereka dan memisahkan calon penganti itu...
''Putraku Damian menurutmu gaun ini bagus atau terlalu terbuka.'' tanya Ana lembut...
Damian hanya terkekeh dengan wajah cemburu Alea yang kentara..
''Ibu...lihatlah wajah cemburu Aley..'' bisik Damian menggoda Aley..
''Yah..kau selalu saja....'' Aley ikut tertawa ketika sang ibu mencubit lengannya..
Ana menatap Aley dengan tatapan tajam..
''Bersikap dewasalah..kau akan jadi seorang istri bukan..''
''Siap ibu negara..'' balas Aleysa memutar bola matanya,...
Mereka tertawa seketika, jadilah hari itu semua urusan menjadi beres, di tengah canda dan tawa, Aley menerima sebuah pesan dari Dayse, senyum Aley menguap seketika..
__ADS_1
Dayse..
Aley, bisakah kau menemuiku sebentar...aku sedang berada di restoran..kau tau mantan kekasihku dia sedang mengancamku dan aku ketakutan,
Jangan beritahu siapapun tentang ini,datang saja dan tolong bawa uang dia membuat kekacauan dan aku harus membayarnya dan sialnya aku tidak membawa uang yang banyak..kau tau kan kalau Daddy sedang menghukumku..
Aku menunggumu menjemputku Alye, please..
Aley menjadi resah setelah menerima pesan dari Dayse dan menjadi khawatir, ketika Dayse dalam masalah hanya Aley yang tau dan membantunya secara diam-diam, seperti itulah...Aley selalu menjadi tempat pertama Dayse ketika gadis itu butuh pertolongan..
Dan sekarang Dayse kembali membutuhkannya, entah mengapa Aley meragu....
''Sayang, ada apa....'' tanya Damian dengan kerutan di dahinya...
Aley menoleh dan tersenyum, menghapus kecurigaan di wajah Damian..
''Aku baik-baik saja sayang, baguslah kau masih mau ikut orang tua kita atau aku mengantarmu pulang lebih dahulu..''
''Aku dan Dayse sedang ada janji..'' ucap Aley menjelaskan..
''Oww...Dayse,....'' ulang Damian..
''Ya...dia mentraktirku untuk merayakan hari sebelum pernikahan kita..''ucap Aley tersenyum...
''Baiklah kalau begitu..dimana Restorannya..''
Aley menggigit bibirnya....
''Aku akan memberitahumu sayang..'' balas Aley patuh..
Mereka lalu pamit lebih dahulu dari para orang tua dan melangkah pergi, Damian harus ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum cuti untuk pernikahan dan tentu bulan madu....
Mobil milik Damian berhenti di sebuah restoran Jepang, Aley lalu turun dari sana dan membiarkan Damian menciumnya,
''Aku akan menjemputmu sayang..'' ucap Damian tegas...
''Tentu saja sayang...aku akan menunggu..''
Aley melambaikan tangan kemudian melangkah menaiki tangga Restoran yang lumayan tinggi, nama Restoran ini adalah Restoran di atas awan karna cukup tinggi dengan banyak tangga..
Aley akhirnya sampai setelah menaiki tangga yang lumayan membuat kakinya pegal..
Namun ketika ia sampai ke tangga paling atas, Aley menoleh dan tertegun dengan pemandangan di sekitar restoran yang indah dari ketinggian..
Namun tanpa di sadari Aley jika seseorang muncul dari belakangnya, dan seketika itu juga...mendorong tubuh Aley dari ketinggian...
''Aaaaarrrrgggghhhh..........''
__ADS_1
Mau liat Visual Mark yuk ke grup chat author